Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 32


__ADS_3

Saat Dara akan minum es teh manisnya, Raka melarangnya, Raka memanggil waiters untuk mengambilkan air putih hangat.


"Nanti perutmu sakit Ra, itu kan pedas sekali"


Rosa dan Rizki hanya saling pandang melihat perhatian Raka pada Dara, juga Dara pada Raka.


"Pak Rizki kok bisa kenal Dara, Dara pinter juga nyari abang-abang gede" Tanya Rosa.


"Bang Iki memang Abang gue Ros, dari gue masih kecil sampai sekarang"


"Aku dulu tetangga Dara, kita sering bermain bersama, kalian tahu dulu itu dia sangat nakal, suka meminta bantuan ku mengambil mangga milik tetangga, tapi lihat sekarang, sudah sangat anggun" Rizki mengusap kepala Dara.


"Ehmmm...kalian cocok lhoo, kenapa tidak jadi sepasang kekasih saja"


Rizki tertawa " Kata Rosa kita cocok Dek, yuk ah kita pacaran saja"


Rizki sengaja mengatakan itu di depan Raka, Rizki ingin mengetahui reaksi Raka.


" Dara sedang proses hijrah" Ucap Raka sambil menatap Rizki.


"Ya sudah, kita langsung nikah saja yuk Dek" Rizki terkekeh.


"Ih bang Iki ini bercandanya suka kebablasan" Dara mengerucutkan bibirnya.


Rizki tertawa terbahak-bahak melihat Dara manyun.


Selesai makan mereka bersiap-siap untuk pulang.


"Ra, langsung pulang, nanti sore kita belajar ngaji" Ucap Raka memperingatkan Dara.


"Aku mau mengajaknya ke taman bunga Begonia" Rizki menatap Raka.


"Tapi dia harus mengaji nanti sore"


"Sore kan, nanti sore kita sudah pulang"


Rizki menarik lengan Dara, Raka menatap mereka dengan pandangan tidak suka, terlihat jelas Raka begitu cemburu dengan kehadiran Rizki di sisi Dara.


"Ka...antar aku pulang yah" Rosa berusaha mencuri perhatian pada Raka.


"Aku sedang buru-buru ke kantor, tadi kan kamu membawa mobil, kenapa harus aku antarkan"


"Ya aku ingin pulang bersamamu ka, biar kita lebih akrab"


"Tidak, maaf rosa aku buru-buru" Raka langsung meninggalkan Rosa menuju parkiran, Raka segera menaiki mobilnya lalu meninggalkan restoran.


Rosa begitu geram dengan sikap Raka, Rosa menghentak-hentakan kakinya di lantai.


" Awas saja, kamu pasti akan bertekuk lutut di depanku Ka, lihat saja nanti" Gumam Rosa sambil berjalan ke arah mobilnya.


Rosa juga segera bergegas meninggalkan restauran.


☘️☘️☘️


Dara dan Rizki akhirnya sampai di Taman bunga Begonia. Dara turun dari mobilnya begitu juga dengan Rizki.


Dara melihat taman Begonia begitu indah,


Keistimewaan Taman Bunga Begonia bukan hanya dari keberadaan bunga dan tanaman yang ada, melainkan juga dari tatanan taman yang menarik. Warna-warni taman bunga juga dilengkapi dengan berbagai bentukan. Bahkan banyak pengunjung yang datang ke sini hanya untuk mengabadikan keindahan tamannya.

__ADS_1


"Sudah pernah kesini Ra?"


"Belum pernah"


"Sudah 1 tahun di Bandung, belum pernah kesini?"


"Yang Dara datangi club' bang, bukan taman seperti ini"


"Kamu ini, nakalnya tidak berubah ya"


"Yah di club' tempat melupakan masalah Bang"


Dara dan Rizki berjalan-jalan di taman sambil menikmati pemandangan indah yang begitu memanjakan mata.


"Keluarkan keluh kesahmu disini Ra" Rizki mengajak Dara duduk di bangku taman.


"Bang...apa Dara di takdirnya tidak mendapatkan cinta?" 🥺🥺 Mata Dara mulai berkaca-kaca.


"Jangan bicara seperti itu Ra"


"Bahkan orang tua Dara sendiri tidak mencintai Dara, mereka lebih mencintai diri mereka sendiri, pekerjaan mereka sendiri, dan saat ini, saat Dara mulai nyaman dengan Raka, Raka pun tidak memilih Dara sebagai wanita yang di cintainya" 😭😭 Tangis Dara akhirnya pecah.


"Hiks...hiks..hiks Dara sekarang sudah mencoba berubah menjadi lebih baik, tapi kenapa nasib Dara masih belum berubah"


"Sssttttt... " Rizki menempelkan jari telunjuknya di bibir Dara, Rizki ikut merasakan kesedihan Dara, Rizki sangat tahu kehidupan Dara dari sejak Dara kecil, Dara sering kali tinggal di rumah seorang diri, orang tuanya terlalu sibuk dengan diri mereka masing-masing.


"Jangan pernah menyalahkan takdir Allah, karena Ia selalu punya cara untuk menolong kita, meskipun kita tak paham jalan takdirNya. Kita dengan segala keterbatasan dan kebodohan sering mengira Allah memberi ujian untuk mempersulit, menghinakan, dan menyusahkan kita, padahal bisa jadi ujian tersebut justru penyelamat hidup kita." Ucap Rizki mencoba menenangkan Dara.


Dara menyeka air matanya " Astagfirullah" Dara memegangi Dada nya, mengatur nafasnya.


"Yakinlah bahwa setiap takdir Allah untuk kita selalu baik, apapun bentuk takdir itu. Takdir yang baik, tentu baik untuk kita. Takdir yang nampak tidak menguntungkan buat kita, ternyata ada kebaikan yang Allah ’paksakan’ untuk kita yang tidak kita sadari saat itu. Yakinlah bahwa Allah mengetahui yang terbaik untuk kita. Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita.


Dara menatap Rizki " Bang, Dara semakin kagum dengan Abang, Abang jadi dosen sekalian jadi motifator aja bang" Dara kembali tersenyum.


"Kalau Abang tidak pintar, mana bisa Abang lulus magister Ra"


"Dulu tuh Dara mengira abang kaya ga tertarik aja sama pendidikan, ngeband terus kan" Dara kembali mengingat tentang Rizki yang dulu sama nakalnya dengan Dara.


"Ya masa Abang belajar harus kasih pengumuman kalau Abang rajin belajar nih"


Dara tersenyum, ia merasa sedikit lega mendengarkan nasehat dari bang Rizki.


Mereka kembali berjalan-jalan menikmati indahnya taman Begonia.


☘️☘️☘️


Raka menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, ia masih merasakan kecemburuan yang begitu menyesakkan dadanya.


Raka sekarang menyadari jika dirinya benar-benar menyukai Dara.


Raka menggoyang-goyang kursinya, kepalanya ia senderkan, matanya menatap langit-langit ruangan kantornya.


Ra, apa aku harus kehilanganmu, kenapa disaat aku baru mengenal cinta, kenapa semua berjalan begitu rumit, Ra maafkan aku yang egois ini, aku tidak tahu harus bagaimana, aku bahkan takut menghadapi hari-hari kedepan. Apa aku akan sanggup tanpa mu Ra, Batin Raka.


Doni yang sedari tadi mengetuk pintu ruangan Raka tidak ada jawabannya juga akhirnya memberanikan diri masuk, Doni mengernyitkan Dahinya ketika melihat Raka sedang melamun bersandar di kursi kerjanya.


"Pak...Pak"


Seketika Raka mengentikan lamunannya ketika tersadar ada Doni di depannya.

__ADS_1


"Eh maaf Don" Raka segera membetulkan posisi duduknya.


"Kamu kenapa lagi?" Doni sahabat Raka akhirnya memberanikan diri menanyakan pada Raka dalam bahasa tidak formal.


"Aku sedang bimbang Don"


Raka menceritakan perihal hatinya lagi kepada Doni.


"Istikharah saja Ka"


Raka menatap Doni," Iya aku akan istikharah mulai sekarang, semoga Allah memberi jawaban atas kebimbangan ku"


Doni tersenyum " Semangat bos"


Doni lalu memberikan beberapa berkasnya untuk di tandatangani Raka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Maaf ya Mak baru up, ceritanya kemarin itu emak ngantuk tp susah tidur, jadi kepala pusing deh, eh iseng-iseng ngopi, habis ngopi maag kumat 😁😁 bandel emang emak Kya si Dara dulu😁 tau sendiri kan klo maag kumat, badan serasa ngilu semua, jd tadi siang tuh bobo syantik biar badannya enakan, maaf ya zayank ku semua pada menunggu]


[Jangan komen curhatan emak lebih menarik, emak lempar sendal jepit ntar😁😁]


[Jangan lupa like,komen dan vote]


Salam sayang,


Santypuji

__ADS_1


__ADS_2