
Pak Rafi masuk ke dalam kamar rawat inap Rosa, Pak Rafi tersenyum melihat Raka sedang menyuapi Rosa, Pak Rafi memberi tahu bahwa Ayah Rosa sudah siuman tapi kondisinya tidak terlalu baik.
Sedangkan ibu tirinya juga sudah sadar tapi belum terlihat baik juga.
Ayah Rosa meminta agar pak Rafi memanggilkan Rosa juga Raka kedalam ruangannya.
Raka meminta suster mengambilkan kursi roda, Raka menggendong Rosa menuju kursi Rosa, Rosa merasa begitu bahagia karena Raka mau menggendongnya.
Setelah berada di kursi roda, Raka mendorong kursi roda nya menuju ruang rawat inap ayahnya.
Sampai disana Rosa langsung mencium tangan ayahnya, terlihat ayahnya tidak baik-baik saja, begitu juga di sebelah ayahnya ada ibu tirinya yang kepalanya sudah terperban, tangan juga kakinya.
Ayah Rosa memegang erat tangan Rosa dan Raka, " Menikahlah selagi ayah masih hidup, ayah merasa sudah tidak kuat lagi, impian ayah adalah bisa menikahkan mu, melepasmu dengan laki-laki yang bisa menjagamu" Suara ayah Rosa terdengar tersengal-sengal.
Raka terkejut mendengar permintaan ayah Rosa, Raka terdiam lalu melepaskan tangannya.
" Om mohon, menikahlah dengan Rosa, om sudah tidak kuat lagi" Ayah Rosa terus memohon pada Raka.
"Jangan bicara seperti itu Om, kematian adalah takdir Allah, jangan mendahului takdirnya"
"Tidak Raka, setidaknya Om sudah tenang, nanti ataupun sekarang sama saja kalian akan tetap menikah bukan?"
Raka menunduk, Pakde menghampiri Raka " Iya benar, besok, lusa ataupun hari ini sama saja Raka, Ayah Rosa hanya sedang mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi, Pakde akan jemput ayahmu
" Aku telfon Mbak Rengganis dulu"
Raka berjalan keluar, ia menuju mushola untuk melaksanakan sholat istikharah, Hasilnya tetap sama, Raka merasa tidak ada keyaninan dalam dirinya untuk menikah dengan Rosa, tapi keadaan begitu genting.
Raka menelfon Rengganis, Rengganis langsung mengangkat telfonnya, Raka memberi tahu bahwa keluarga Rosa mengalami kecelakaan, sedangkan ayah Rosa mendesak Raka untuk menikahinya karena takut terjadi sesuatu pada ayah Rosa sebelum menikahkan anaknya.
Mbak Rengganis meminta Raka untuk mengikhlaskan semua takdir yang menimpanya, jika harus takdirnya menikahi Rosa dengan cara seperti ini, harus menerima dan mengikhlaskan.
Mbak Rengganis juga akan datang esok, tidak masalah jika mereka menikah secara Agama terlebih dahulu.
Selesai menelfon Raka kembali berjalan dengan langkah gontai menuju ruang rawat inap ayah Rosa.
Rosa tersenyum pada Raka, Raka duduk di tepi ranjang, " Om Raka bersedia"
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan begitu terharu mendengar pernyataan Raka.
Ayah Rosa juga langsung tersenyum
" Terimakasih Raka, Kalian menikah secara agama terlebih dahulu saja"
Pak Harjo dan Pakde serta budhe merasa senang karena menurut mereka Raka sudah memutuskan keputusan yang tepat.
Raka dan Rosa mengangguk, Rosa tidak menyangka jika Raka menyetujui pernikahan ini, Budhe dan Pakde segera menyiapkan semuanya, Pakde mencari ustad yang bisa menikahkan Raka dan Dara. Sedangkan budhe membeli gamis untuk Rosa dan kemeja untuk Raka.
Selama proses persiapan itu Raka memilih duduk di pojok ruangan sambil melantunkan ayat suci Al-Qur'an, Raka merasa hati nya begitu rapuh dan Raka butuh ketenangan dan kemantapan hati.
Tak terasa 1 jam mereka semua mempersiapkan semuanya, bahkan Rosa sudah siap dengan gamis putihnya serta jilbab putih, ustad juga sudah datang bersama pakde.
Budhe menyuruh Raka untuk ganti baju kemeja putih yang budhe belikan, Raka ke kamar mandi mengganti bajunya.
Ketika semuanya siap tinggal menunggu Raka, suster masuk ke dalam ruangan, Dokter meminta salah satu anggota keluarga dari ayah Rosa untuk menuju ruangan dokter untuk melihat hasil pemeriksaan ketiga pasien.
Pakde mewakili keluarga Rosa menemui dokter, Pakde duduk di depan dokter, Dokter terlebih dahulu memperlihatkan hasil pemerikasaan ayah Rosa.
Terakhir dokter memberi tahu keadaan Rosa, Dokter tersenyum sumringah, Dokter memberi tahu keadaan Rosa tidak terlalu serius, dan yang terpenting janin dalam kandungan Rosa juga baik-baik saja.
Pakde begitu terkejut mendengar dokter mengatakan kata janin.
"Janin apa dok?"
"Bayi Pak, Rosa sedang hamil 7 Minggu, untung saja kandungannya kuat"
Pakde begitu terkejut, perkenalan Rosa dan Raka baru berjalan 1 bulan, jadi tidak mungkin jika Raka yang melakukannya.
Pakde langsung lari dari ruangan dokter tanpa permisi menuju ruangan Ayah Rosa dirawat, terlihat disana semuanya sudah siap, hanya tinggal menunggu pakde.
"Stop, jangan lanjutkan"
Semua melihat ke arah pakde dengan penuh tanya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
☘️☘️Ciat...Ciat...penisirin ya,like,komen vote dulu dong☘️☘️
Salam sayang,
Santypuji
__ADS_1