Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 58


__ADS_3

📞" Percayalah, selalu ada Doa untuk Dara di penghujung sujud terakhir"


Wajah Dara langsung bersemu merah, entahlah kata-kata itu terdengar lebih indah dari kata I love you yang biasa di lontarkan sang pujangga cinta.


📞" Gombal"


📞" Ih, Serius Ra, Oh ya besok ada seseorang yang akan menjenguk ibu"


📞" Siapa?"


📞"Ya lihat saja besok"


📞" Oke...oke"


📞" Ra, Lusa Aku wisuda, datang yah"


📞" Tapi aku kan harus menemani ibu"


📞" Di kantor kan ada teman Bu Nadia, nanti Aku suruh jenguk Bu Nadia"


📞"Idih Bos Mah bisa aja yah"


Raka tertawa 📞" Aku ingin di hari spesial ku ada kamu Ra"


📞" Iya iya"


📞" Ya sudah, tidur ya Ra, pasti kamu lelah"

__ADS_1


📞" Iya A, Ya sudah, Assalamualaikum"


📞"Waalaikumsallam"


Dara menutup panggilan telfonnya, ia lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Raka juga sama, selesai menelfon Dara ia merebahkan tubuhnya di kasur, Raka merasa senang karena di hari spesialnya nanti akan di hadiri orang-orang tercinta.


Dara teringat malam ini Aisyah akan di lamar seseorang, Dara segera menelfon Aisyah.


Sudah berkali-kali Dara mencoba menelfon Aisyah namun tak di angkat juga.


Dara akhirnya menelfon Bang Rizki, Tidak menunggu lama Bang Rizki mengangkat telfonnya, Dara menanyakan perihal lamaran Aisyah, namun bang Rizki hanya menjelaskan sedikit saja karena sedang mengendarai mobil.


Bang Rizki memberi tahu Dara jika laki-laki yang dijodohkan dengan Aisyah menolak perjodohan, karena sudah mencintai Wanita lain. Dara merasa lega atas masalah bang Rizki yang akhirnya terselesaikan juga.


Rizki merasa lega karena dara tidak menanyakan banyak hal tentang siapa yang di jodohkan dengan Aisyah. Karena Dara dan Aisyah hanya menelfon beberapa menit, Dara menutup panggilan telfonnya.


Dara bersiap-siap tidur karena ia merasa hari ini sangat melelahkan.


Di pesantren Zaki meminta izin pada Aisyah untuk berbicara sebentar terkait Dara.


" Ais, apa boleh aku meminta nomor ponsel Dara?"


Aisyah terdiam, nomor ponsel baginya adalah privasi, Aisyah tidak berani memberikannya pada Dara.


" Maaf Ustad, aku sangat menghargai privasi, aku tidak bisa memberikannya"


" Oke baiklah, nanti aku bisa meminta nya langsung saja"

__ADS_1


" Ustad, apa ustad sungguh-sungguh menyukai Dara?" Aisyah benar-benar dengan isi hati Zaki.


Zaki mengangguk " Sepertinya iya, aku merasa kehilangan saat Dara tidak ada disini, aku merindukannya saat tidak bertengkar dengannya, aku merasa kehilangan canda tawanya, kebrisikannya"


" Tapi Dara sudah mempunyai tambatan hati"


Ustad Zaki melangkah hendak pergi meninggalkan Aisyah " Tapi dia tidak sedang dalam hitbahan laki-laki lain, jadi masih ada kesempatan untuk laki-laki manapun untuk meminangnya" Ustad Zaki lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Aisyah seorang diri.


Aisyah menggelengkan kepalanya, Aisyah merasa Ustad Zaki benar-benar menginginkan Dara. Aisyah harus memberitahu Rizki agar Raka segera secepatnya bertindak sebelum Ustad Zaki tiba-tiba melamar Dara nanti.


Aisyah seketika menelfon Rizki yang saat itu baru saja sampai di rumahnya, Rizki sangat senang begitu melihat ponselnya tertera nama gadis pujaan hatinya menelfonnya. Rizki langsung mengangkatnya.


📞" Assalamualaikum, Ada apa Ais, kan baru bertemu tadi, sudah kangen ya" Rizki sengaja meledek Aisyah.


📞"Ih Aa, Kepedean sekali"


📞" Lalu?"


📞" Ini masalah Dara"


📞" Kenapa memangnya?"


📞" Aa harus secepatnya memberitahu siapa itu yang Dara suka, agar memberi kepastian pada Dara"


📞" Raka maksudnya"


📞" Iya"

__ADS_1


📞"Memangnya kenapa?"


Aisyah lalu memberitahu Rizki bahwa Ustad Zaki serius menyukai Dara dan akan berjuang untuk mendapatkan Dara. Rizki mengerti, Rizki akan berusaha membantu Raka dan Dara bersatu, begitu juga dengan Aisyah.


__ADS_2