
Jam istirahat selesai, Raka berpamitan kepada Bu Nadia dan Dara, sebelum benar-benar keluar dari ruangan Raka memberi kode tangan pada Dara.
Jari jempol dan telunjuknya membentuk telfon.
" Nanti malam di angkat yah"
" Sudah A, Cepat pulang sana, nanti terlambat masuk kantor"
"Assalamualaikum" Raka melambaikan tangannya.
"Waalaikumsallam" Dara tersenyum bahagia.
Raka keluar ruangan, ia berjalan sambil menari seperti anak-anak yang tengah di Landa bahagia, Raka tidak menyangka akan merasakan kebahagiaan seperti ini lagi.
Dara menutup pintunya lalu menghampiri ibunya, Bu Nadia begitu senang melihat ekspresi Dara yang berbunga-bunga setelah mengantarkan Raka.
"Kamu sepertinya juga menyukai Pak Raka Ra" Ucap ibu sambil tersenyum ke arah Dara.
" Ah ibu, memangnya kelihatan ya Bu"
"Kamu itu anak ibu, ibu juga pernah muda"
"Menurut ibu Raka seperti apa Bu"
Bu Nadia tersenyum, lalu menggenggam tangan Dara " Pak Raka itu di perusahaan terkenal tegas tapi sangat baik, Pak Raka juga terkenal rajin beribadah, kamu tidak salah jika menyukainya"
Dara lalu berdiri dan memeluk ibunya, Dara tidak ingin kebahagiaan ini cepat berlalu, Dara ingin cinta nya bisa terwujud.
☘️☘️☘️
Malam hari nya Rizki sudah datang ke pesantren, ia melihat begitu banyak mobil yang terparkir di area pesantren, rupa nya Abah memang tidak main-main ingin menjodohkan Aisyah dengan salah satu anak dari sahabat Abah.
Raka yang tidak bersemangat berjalan masuk ke rumah Abah yang masih di area pesantren. Abah senang karena Rizki datang, membantunya menemui calon keluarga baru.
__ADS_1
Semua keluarga sudah berkumpul, kini saatnya Aisyah masuk ke dalam ruang keluarga, melihat Rizki juga ada disana Aisyah langsung melempar senyum manisnya pada Rizki, tapi Rizki malah menunduk. Aisyah bingung dengan sikap Rizki yang tidak biasanya.
Acara pun di mulai, Aisyah belum menyadari jika dirinya akan dijodohkan, disana bahkan ada ustad Zaki dan juga orangtua ustad Zaki.
Hingga akhirnya dari pihak orangtua Zaki mulai berbicara dan mengutarakan niat baiknya.
Ustad Zaki juga tidak menyadari jika dirinya akan di jodohkan dengan Aisyah, ustad Zaki masih tetap tenang.
"Kami dari keluarga Zaki, ingin melamar Aisyah sebagai calon istri Zaki" Ucap perwakilan keluarga ustad Zaki.
Sontak Aisyah dan Ustad Zaki begitu terkejut mendengar lamaran itu. Zaki langsung menghampiri Aby dan Uminya.
"Maaf Aby, Umi, kenapa tidak dibicarakan dulu dengan Zaki"
"Kenapa memangnya, bukankah kalian sudah saling mengenal, Umi juga suka dengan Aisyah, cantik Solehah lagi" Ucap Ummi tersenyum kepada Zaki.
Aisyah merasa bingung dengan keadaan ini, disisi lain hatinya untuk bang Rizki, disisi lain ia tidak ingin mempermalukan Abah. Aisyah akhirnya berdoa dalam hatinya, apapun yang akan Allah gariskan kedepannya Aisyah akan menerima dengan lapang dada.
Aisyah tertunduk, jika tidak banyak orang disini, Aisyah ingin sekali menangis, tapi Aisyah menahannya sekuat mungkin agar air matanya tidak menetes.
"Bagaimana dari keluarga Aisyah, Apakah bersedia menjadi bagian dari keluarga kami"
"Tidak...Zaki tidak bersedia Mi, Aby" Zaki menunduk.
"Apa-apaan kamu Zaki" Aby menatap Zaki dengan tajam.
Rizki dan Aisyah seketika langsung bernafas lega dan saling menatap satu sama lain, lalu melihat ke arah Zaki.
"Zaki tidak mencintai Aisyah" Jawab Zaki dengan jujur.
"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu Zaki" Ucap Umi memberi pengertian pada Zaki.
"Tapi Zaki mencintai wanita lain"
__ADS_1
Semua yang ada di ruang keluarga terkejut dengan pengakuan Zaki.
"Siapa?"
Ustad Zaki terdiam.
" Siapa?" Umi mendesak Zaki agar menyebutkan wanita yang sudah membuatnya menolak Aisyah.
" Dara...Sahabat Aisyah"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
[ Magrib Say, lanjut besok lagi yah]