
Dara langsung pulang ke rumah sakit setelah dari kantor Raka, hatinya masih berdebar karena Dara baru saja mengetahui kebenarannya. Hati Dara terasa berbunga-bunga.
Sesampainya di Rumah sakit ternyata sudah ada Bang Rizki di dalam, Dara langsung menghampiri Bang Rizki.
"Bang, kok tahu Ibu Dara ada disini?"
"Aisyah yang memberi tahu Abang, tadi pagi Abang ke pesantren, ternyata kamu tidak ada"
"Tumben Abang ke pesantren pagi-pagi?"
"Ada masalah Ra"
Dara mengernyitkan keningnya, Dara mengajak bang Rizki duduk di sofa.
"Ada masalah apa?"
"Ternyata Abah mau menjodohkan Aisyah dengan salah satu anak kyai, Abang bingung Ra, Abah menelfon Abang untuk menyiapkan segala keperluan hitbah itu"
"Ya Allah" Dara melihat raut wajah bang Rizki yang berubah sendu.
"Bagaimana Ra ini?"
"Lebih baik Abang denga Aisyah saling jujur saja ke Abah,"
" Tapi pihak laki-laki sudah akan datang besok" Bang Rizki memijat keningnya, Dara bisa melihat bang Rizki yang sedang di Landa galau.
"Kamu habis dari mana? bukannya tadi pagi tidak masuk kuliah?"
"Ih Abang tahu saja, bukannya tadi pagi katanya Abang ke pesantren, kok bisa tahu Dara tidak kuliah?"
"Ya dari pesantren Abang ke kampus lah, Abang tetap harus profesional"
"Walaupun sedang rapuh ya?" Ledek Dara.
Bang Rizki langsung melirik tajam ke arah Dara, Dara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Serem ih"
"Heh, tadi belum di jawab"
"Dari kantor Raka bang"
Mata Rizki seketika langsung melotot, "memangnya ada perlu apa kesana?"
Dara lalu menceritakan tentang Rosa hingga sampai akhirnya dia menemui Raka.
Rizki tertawa terbahak-bahak mendengar Dara bercerita tentang Raka dan Rosa.
"Abang kenapa tertawa?"
__ADS_1
"Lucu saja"
"Apanya yang lucu"
"Ya itu, kamu masih sebegitunya mencintai Raka"
" Bukan seperti itu bang, aku hanya kasihan"
"Ah jujur saja sih"
"ih" Dara memukul lengan Rizki.
"Raka sangat mencintai kamu lhoo Ra"
"Tahu dari mana?"
"Waktu dia gagal menikah, dia langsung ke Abang mencarimu"
"Hah, jadi abang sudah tahu?"
Rizki mengangguk, Dara memukuli lengan Rizki lagi, " Abang jahat, kenapa tidak memberitahu Dara"
"Aw...sakit Dek"
" Ya kan Abang ingin kamu belajar yang bener di pesantren, biarlah kalian saling memantaskan diri"
"Sudah mukulnya"
" Maaf bang" Ucap Dara sambil tersenyum.
" Hadeh, sekarang giliran Abang yang sedang bernasib sepertimu"
" Ya berdoa saja, semoga gagal juga seperti Dara dan Raka"
"Aamiin" Rizki segera mengamini.
Dara tertawa riang sambil terus menguatkan abangnya.
☘️☘️☘️
Dipesantren Aisyah dan Zaki sedang makan siang bersama dengan guru-guru yang lain juga di gazebo milik Abah.
Zaki tampak murung, Zaki merasa kehilangan Dara, padahal baru sehari semalam Dara meninggalkan pesantren.
" Ustad Zaki, kenapa terlihat lesu seperti itu, apa sedang sakit" Teguran dari ustad Rahman membuat Zaki menghentikan makannya.
" Tidak Tadz, hanya sedang kurang nafsu makan"
Biasanya saat makan begini yang paling berisik Dara, Dara selalu menggangu Zaki dengan menuangkan sambal begitu banyak di piring Zaki, nanti Zaki akan membalasnya dengan meletakan timun di piring Dara, Zaki tahu Dara tidak suka timun, seperti biasa penengah pertengkaran mereka berdua adalah Aisyah.
__ADS_1
Selesai makan Aisyah segera merapikan gazebo dan bekas makanannya ke dapur, Zaki ikut membantu Aisyah.
"Ais...Dara kapan kembali?"
Aisyah tersenyum " Wah...wah, ustad sepertinya Rindu dengan Dara yah"
" Eh tidak, aku hanya menanyakan saja, Rasanya sepi sekali tidak ada gadis rese itu"
"Ah bilang saja kalau Rindu"
"Tidak Aisyah"
Abah melihat dari jauh keakraban Aisyah dan Zaki, Abah merasa perjodohan di antara Zaki dan Aisyah adalah hal tepat. Abah sudah membicarakan tentang perjodohan mereka lewat telfon semalam, dan orang tua Zaki juga menyetujui, siapa yang tidak ingin berbesan dengan keluarga Abah, keluarga terpandang dan terhormat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Aku lupa ngasih tau, visual Zaki, Aisyah dan Rizki ada di episode visual, sok mangga atuh di lihat]
[ kira-kira apa yang akan terjadi antara Dara, Zaki, Aisyah dan Rizki]
Jangan lupa, like komen vote.
salam sayang,
Santypuji
__ADS_1