Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 27


__ADS_3

Selesai makan malam Rengganis membawa Dara ke taman belakang bersama Raka, Rengganis begitu gemas dengan tingkah Raka dan Dara, sebelum semuanya terlambat, Rengganis ingin memastikan perasaan mereka berdua agar tidak ada yang salah faham di antara mereka.


"Ada Apa mbak" Tanya Raka yang begitu penasaran kenapa kakaknya membawa ke taman bersama Dara.


"Duduk sini" Rengganis mempersilahkan Dara dan Raka duduk.


"Kalian bisa menyembunyikan isi hati kalian di depan semua orang, tapi tidak di depanku" Ucap Rengganis sambil menatap Dara dan Raka bergantian.


"Maksud mbak Ganis apa?" Tanya Raka yang pura-pura tidak tahu.


"Raka, Dara kalian saling suka kan? jawab!!!"


Dara dan Raka sama-sama terdiam, mereka terdiam untuk beberapa menit.


"Raka, Dara, sebelum semuanya terlambat"


Raka dan Dara masih saja terdiam.


"Kalian ini"


"Tidak mbak, Dara dan Raka hanya berteman, Dara sama sekali bukan type Raka mbak, jadi Dara juga sadar diri" Ucap Dara berkaca-kaca sambil menatap Raka.


"Ra..."


"Dara juga sudah mempunyai pilihan Dara sendiri, jadi tidak perlu risaukan Dara mbak"


Rengganis masih ragu dengan jawaban Dara, namun Raka masih saja tetap diam, membuat Rengganis begitu geram.


"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, Dara pamit pulang Mbak"


Belum ada jawaban dari Rengganis dan Raka, Dara langsung berlari lewat halaman samping yang bisa tembus ke halaman depan.


Raka langsung mengejarnya.


"Ra..." Raka berusaha meraih tangan Dara, Namum selalu Dara tepis.


"Apa sih"


"Ra...kenapa kamu bicara seperti itu"


Dara menghentikan langkahnya " Terus gue harus apa, Lo laki-laki tapi tetap diem, terus gue harus bilang duluan kalau gue suka Lo, Ka...walaupun gue seperti ini tapi gue masih punya harga diri, gue ga mau bilang gue suka Lo, tapi ternyata lo ga suka gue, mau di taro di mana muka gue, gue ga mau kita canggung, gue mau kita seperti biasa"


Dara kembali berjalan keluar.


" Siapa bilang aku tidak menyukaimu"


Dara kembali menghentikan langkahnya, lalu berbalik melihat ke arah Raka " Lo sekarang bilang gini, kenapa tadi pas kakak Lo nanyain Lo diem aja, Lo takut, Lo laki-laki" Dara mengarahkan telunjuknya ke dada Raka.


"Sudahlah, semua sudah terjadi, lupakan saja perasaan masing-masing, gue ga mau kita canggung, anggap saja kejadian ini ga pernah ada" Sambung Dara.


Dara langsung berlari lalu masuk ke dalam mobilnya, sementara Raka masih terdiam di tempatnya, ia merasa bersalah dengan dirinya sendiri, tapi Raka juga mempunyai alasan tersendiri yang tidak bisa di ungkapkan di depan Dara.

__ADS_1


Dara memegangi Dadanya, rasanya remuk redam. Dara meneteskan air mata " Ya Allah, apa gue tidak berhak bahagia, apa gue tidak berhak di cintai 😭😭😭"


Dara segera menyalakan mesin mobilnya lalu kembali ke rumahnya.


Raka kembali lagi ke tempat mbak Rengganis duduk, Mbak Rengganis melihat ke arah Raka dengan sorot mata yang begitu tajam.


"Bagaimana? menyesal sekarang"


"Bukan seperti itu mbak?"


"Lalu seperti apa, jelaskan Raka"


Raka menjelaskan pada Rengganis, ia merasa berhutang Budi pada Pakdenya, ia tidak ingin mengecewakan Pakdenya dengan menolak perjodohan yang telah di rencakan Pakdenya, apalagi Pakdenya selama ini begitu baik padanya. Raka tidak enak hati dengan pakdenya, Raka juga belum tahu betul apakah Dara menyukai nya atau hanya sekedar kagum saja karena dirinya sudah menolong Dara.


"Raka...pakde orang baik, beliau tidak butuh di balas jasanya, kamu saja yang terlalu ketakutan dan berfikir macam-macam" Ucap Rengganis.


"Ya sudah lah mbak, semuanya sudah terlambat, Dara juga sudah tidak mengharapkan Raka lagi"


"Banyak- banyak lah berdoa"


Rengganis langsung masuk ke dalam rumah, Rengganis memberi tahu keluarganya bahwa Dara sudah pulang karena terburu-buru melwati pintu samping. Dara hanya menitip salam untuk mereka semua.


Raka masuk ke dalam, Pak Rafi memberi tahu Raka jika besok malam akan mengadakan makan malam dengan orang tua serta gadis yang akan di jodohkan dengan Raka. Raka hanya mengangguk, tanda mengerti, lalu Raka berpamitan ke kamarnya.


Pak Rafi dan Bu Ratna asyik bermain dengan Ayyubi, sementara Rengganis segera ke kamar untuk menidurkan Asyifa.


Mas Birru mengikuti Rengganis kekamar, Mas Birru melihat wajah istrinya itu tidak sedang baik-baik saja. Sampai kamar Rengganis langsung menidurkan Asyifa di kasur sambil memberinya Asi.


"Kamu kenapa sayang?"


"Memangnya Raka kenapa?"


"Raka itu, benar-benar tidak punya nyali sama sekali, kamu tahu mas, Dara dan Raka itu aku lihat mereka saling suka, tapi Raka malah memikirkan papah Rafi, aku tahu betul papah Rafi tidak akan memaksa, tapi Raka malah tetap tidak enak hati"


"Sayang...kamu percaya takdir jodoh kan?"


Rengganis mengangguk,


"Ingat kisah kita?"


Rengganis kembali mengangguk,


"Rengganis... Takdir jodoh sudah Allah tuliskan sebelum kita lahir, catatan jodoh yang tertulis di lauhmahfuz itu yang nanti akan jadi jodoh sebenar-benarnya, kadang kita melihat mereka yang lama menjalin hubungan tapi kandas, sedangkan yang baru kenal malah bisa sampai pelaminan, banyak yang sudah dekat lama tapi putus juga dengan alasan penghianatan lah, alasan tidak cocok lah, tidak di restui lah, segala macam alasan, jika kita mengimani takdir kita tidak perlu mencari banyak alasan atau mempersalahkan salah satu pihak, yang pasti semua itu pasti karena peran tangan Allah, Jika Raka nanti berjodoh dengan wanita lain, ya berarti memang itu sudah jodohnya, jika Raka memang jodoh Dara, Allah akan menggagalkan dengan caraNya, kamu tidak perlu memusingkannya lagi sayang" Albirruni membelai pelan kepala Rengganis.


[ Mas Birru kamu memang TOP BGT 😘😘]


[ Thor...ini kan kamu yang nulis naskahnya, aku cuma hafalin doang, ini isi hatimu ya Thor 😁😁]


[Sssttt...jangan bicara isi hati, sudah...sudah lanjutkan...😁😁]


Rengganis mencerna setiap kata yang Mas Birru ucapkan. Memang benar, jika kita mengimani takdir jodoh pasti semua akan sesuai kehendak Allah.

__ADS_1


Terlihat Asyifa sudah tertidur lelap, Rengganis lalu bangun, ia duduk sambil bergelayut manja di dada Mas Birru.


" Mas...Raka adikku satu-satunya, Ibu sudah tidak ada, jadi akulah yang akan menjadi pengganti ibu baginya, aku takut Raka tidak bahagia"


Mas Birru mengusap kepala Rengganis " Iya Mas tahu, kita doakan saja yang terbaik untuk Raka, Raka sudah dewasa, dia berhak untuk menentukan pilihannya sendiri sayang, kita hanya bisa mendoakannya saja"


Rengganis menatap Mas Birru lalu mengecup bibir mas Birru.


Cup...


"Makasih sayang kamu selalu bisa menenangkanku"


Rengganis berdiri hendak keluar kamar, tapi tangannya di tarik Mas Birru hingga Rengganis terjatuh di pangkuan mas Birru.


"Lajutkan ayo yang lebih seru"


"Ih...Ayubi masih belum tidur"


"Ya sudah cepat, ambil Ayubi, dan suruh cepat tidur juga"


"Iya...iya sayang" Rengganis mencubit kedua pipi Mas Birru lalu turun dari pangkuannya, Rengganis segera berjalan turun kebawah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Jangan lupa like komen dan vote yah sayangku semua, hari ini up 2 episode saja, aku mau nyetrika, kalau minta up lagi sini tukeran, bantuin aku nyetrika nanti aku yang nulis 😁😁😁]

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2