
Malam harinya semua keluarga membuat api unggun di depan villa. Laki-laki menyiapkan api unggunnya sedangkan perempuan menyiapkan jagung yang harus d kupas terlebih dahulu.
Setelah siap mereka semua membakar jagung nya bersama sambil menghangatkan tubuh karena di Ciwidey udaranya sangat dingin.
Raka menangkupkan jaket di tubuh Dara,
" Lusa kita menikah, Aa tidak mau kalau kamu sakit Ra, dingin sekali, kalau sudah jadi suami istri sih tidak masalah tidak memakai jaket juga" Ledek Raka.
Rizki yang memang ada di sebelah Dara memutar kedua bola matanya.
" Raka kamu ini, untung saja kakakmu segera melamarkan Dara untukmu, kalau tidak pasti sudah main sosor saja tuh,"ucap Rizki.
Raka langsung meremas mulut Rizki, "Sembarangan, aku tidak begitu Bang"
Rizki tertawa terbahak-bahak, " Sabar Ka, lusa kok"
" Iya iya"
Dara tersenyum, " Ya sudah sekarang giliran kamu bang"
" Iya nih, aku takut si Zaki itu mengubah fikirannya." Rizki membolak-balikan jagungnya yang sedang dibakar.
" Hah, maksudnya?" Dara mengernyitkan dahinya.
Rizki akhirnya bercerita, waktu Ibu Dara masuk rumah sakit sebenarnya keluarga Ustad Zaki melamar Aisyah, namun Ustad Zaki menolak karena ternyata Ustad Zaki menyukai Dara.
Dara terkejut, " Tidak mungkin, kita tidak akur di pesantren"
" Ya itu penyebab dia menyukaimu, karena sering bertengkar, jadi kangen tidak bertengkar denganmu" celetuk Raka.
" Ih A, kamu ini,"
" Nanti kalau sudah menikah ngaji sama Aa saja, kita cari ilmu agama bersama yah, kalau mau ke pesantren ya bareng sama Aa"
Dara mengangguk mengiyakan permintaan Raka.
Rizki melihat Abah sedang asyik makan jagung di kursi taman, Rizki pamit pada Dara, Raka juga Aisyah, Rizki ingin berbicara penting dengan Abah.
__ADS_1
Raka tertawa lalu melirik Aisyah " Doakan Arjunamu Sya, dia sedang berjuang tuh"
"Maksudnya?" Aisyah masih tidak mengerti dengan perkataan Raka.
" Bang Rizki berniat melamarmu"
Wajah Aisyah langsung bersemu merah, untung saja tertutupi oleh gelapnya malam.
Rizki langsung duduk di sebelah Abah.
" Abah ..."
" Hemm"
" Bah, Rizki mau bicara serius nih"
" Apa?" Abah berhenti mengunyah jagung lalu menatap Rizki.
" Bah, Rizki juga ingin menikah seperti Raka, Rizki janji kalau sudah menikah, Rizki akan lebih rajin lagi bekerja dan menggantikan posisi ayah"
Abah mengangguk, " Memangnya sudah punya calon?"
" Ya besok bawa saja calonnya ke pesantren." Abah melanjutkan memakan jagungnya.
" Calonnya sudah singgah di pesantren begitu lama Bah"
Abah melirik Rizki, " Maksudmu?"
" Rizki menyukai Aisyah, dan kita saling menyukai" Rizki tertunduk malu.
Abah langsung memukul punggung Rizki.
" Aw, Abah jangan marah, kita hanya saling menyukai, kita tidak pacaran Abah" Rizki mencoba menjelaskan pada Abah.
"Kenapa tidak bilang dari awal?" Mata Abah melotot.
Raka yang melihat seketika tertawa lagi,
__ADS_1
" Lihatlah itu Bang Rizki, perjuangannya sangatlah berat"
Aisyah hendak menghampiri Abah, tapi di cegah oleh Raka.
" Biarkan saja, laki-laki harus kuat Sya"
Rizki takut menatap Abah, Abah lalu mengelus punggung Rizki. Rizki langsung menengadahkan kepalanya.
" Bah"
"Kamu kenapa tidak bilang dari awal, jadi Abah tidak perlu susah payah mencarikan jodoh untuk Aisyah jika memang kamu suka dengan Aisyah"
Mata Rizki langsung berbinar, " Maksud Abah? Abah mengizinkan Rizki melamar Aisyah"
Abah tersenyum lalu mengangguk, " Tapi ingat janjimu"
Rizki langsung memeluk Abah dan berteriak Alhamdulillah.
Raka dari jauh langsung bertepuk tangan.
" Sepertinya Rizki berhasil meyakinkan Abah," Celetuk Raka.
Aisyah tersenyum, " Iya sepertinya"
Dara lalu memeluk Aisyah." Semoga Teteh mendapatkan kebahagiaan bersama Abang, kalian sangat pantas bahagia"
" Aamiin"
Rizki langsung berlari ke arah Raka, Aisyah juga Dara.
" Yes... berhasil" teriaknya.
" Cie, sepertinya akan ada yang menyusul A" Ledek Dara.
" Iya Dong, biar aku tidak di godain Raka terus" ucap Rizki.
" InsyaAllah setelah pernikahan Raka dan Dara, Abang akan melamarmu Sya"
__ADS_1
Aisyah langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasa haru, bahagia bercampur menjadi satu, Dara langsung memeluk bahu Aisyah sambil tersenyum, Dara juga sangat senang bila melihat Aisyah dan Bang Rizki bahagia.