
Malam pun tiba, Raka dan Dara sudah didandani begitu cantik bak Cinderella dan Pangeran. Di ruang resepsi juga sudah banyak sekali tamu undangan datang dari keluarga Raka maupun keluarga Dara.
Teman-teman Dara dikampus dan juga teman-teman Raka dan teman bisnis juga.
Acara puncak dimulai, Raka dan Dara masuk kedalam ruangan resepsi. Terdengar sorak ramai dari para tamu undangan melihat kecantikan dan ketampanan pengantin.
Semua tamu undangan menikmati hidangan, ada yang bergantian memberi selamat pada pengantin, ada juga yang ikut foto bersama dengan pengantin.
" Selamat ya untuk kalian berdua, ih tidak di sangka-sangka yah, semoga sakinnah mawwadah warrahmah yah" ucap Rani salah satu teman sekelas Dara.
" Aamiin, terimakasih ya Ran"
Dara dan Raka lalu ikut bersama teman-temannya di meja tamu. Teman-teman Raka begitu penasaran kenapa Raka bisa mendapatkan Dara si sexy kampus. Walaupun kini predikat itu sudah tidak pantas lagi untuk Dara.
Raka pun menceritakan pertama kali bertemu Dara dan menceritakan jalan hijrah Dara.
"Ra, Alhamdulillah Raka akhirnya dapetin jodoh yang terbaik, dari pada si Rosa itu" Ucap Melani.
" Eh jangan seperti itu"
"Ra, kamu tahu tidak, Rosa kan dipenjara"
Dara begitu terkejut, " Hah, di penjara?"
" Iya, kan gara-gara kasus narkoba Ra"
" Ya Allah"
Dara mengerti, mungkin Raka atau Mas Birru yang sudah melaporkan Rosa.
" Ih lagian gila ya itu si Rosa, lagi hamil juga malah pakai narkoba" Celetuk Lisa.
" Sudah-sudah jangan bicarakan Rosa lagi" Ucap Dara.
" Eh Ra, kamu cantik banget deh, asli cantik banget"
Dara tersenyum dan berterimakasih pada teman-temannya yang sudah memujinya.
__ADS_1
" Dara"
Seseorang memanggilnya dan berhambur memeluknya.
" Teteh"
" Selamat ya gelis" Aisyah mencumi wajah Dara karena gemas. Aisyah juga memuji kecantikan Dara.
" Semoga jadi keluarga yang selalu bahagia, kebaiakan-kebaikan selalu menyertai kalian berdua" sambung Aisyah.
" Aamiin,Terimakasih Teteh, eh teteh kesini dengan siapa?"
" Dengan A Rizki dan Abah" Aisyah menunjuk A rizki dan Abah yang sedang memberi selamat pada Raka.
" Semoga Teteh cepat menyusul"
" Aamiin"
"Eh....ayo... hidangannya pada dimakan" Dara mempersilahkan teman-temannya untuk makan.
Raka menghampiri Dara, mengajaknya untuk duduk kembali di kursi pelampinan.
Raka menggandeng Dara menuju kursi pelaminan.
" Sayang kamu pasti lelah"
" Lumayan A, bajunya berat"Ucap Dara sambil terkekeh.
" Sabar ya, nanti kalau tamu sudah longgar kita balik ke kamar saja"
" Pengantin baru mah maunya cepat-cepet ke kamar aja" Celetuk Rizki.
Dara dan Raka tidak menyadari keberadaan Rizki karena sibuk mengobrol.
Dara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Ah Abang, nanti juga abang akan seperti itu" Ledek Dara.
__ADS_1
" Iya, kan kalau sudah menikah bebas ngapain aja" Raka juga ikut meledek Bang Rizki.
" Ah... ya ya suka-suka kalian deh"
Dara dan Raka tertawa.
" Minggu depan Abang akan melamar Aisyah, kalian harus datang"
Dara membelalakkan matanya, " Serius Bang"
" Iya lah serius, masa lamaran bohongan, memangnya ada yang seperti itu"
" Alhamdulillah" Dara begitu senang, Dara langsung memeluk Raka.
" Heh kalian berdua ini, benar-benar ya menyiksaku" Rizki langsung turun, lalu kembali duduk bersama Abah dan Aisyah.
Raka dan Dara tertawa lagi melihat tingkah Bang Rizki.
" A..."
" Hemm"
" A, Sejak kapan Rosa dipenjara?"
Raka terkejut karena tiba-tiba Dara mengetahuinya.
" Sejak kamu bebas, Mas Birru mencari pelakunya karena tidak ingin Rosa terus berbuat nekad karena itu perbuatan kriminal Ra, dan kamu harus mengerti itu"
" Tapi kasihan bayinya A"
" Tapi Rosa sendiri tidak kasihan pada dirinya sendiri dan bayinya juga"
" Tapi A..."
" Sudah ya sayang, jangan bahas dia lagi, kita sedang berbahagia saat ini"
Dara menuruti perkataan suaminya.
__ADS_1
Tamu yang berdatangan semakin banyak. Mereka berdua sudah memulai sesi pemotretan dengan keluarga dan teman-teman yang hadir.