
Rengganis terlebih dahulu meminta izin pada Pakde dan Budhe membeli gelang untuk mengikat Dara terlebih dahulu, Rengganis juga memberi tahu Bapak, Pakde dan Budhe tentang rencana nya dan tentang kebenaran bahwa Dara dan Raka sebenarnya saling mencintai.
Pakde sempat terkejut namun Budhe berusaha menjelaskan yang sebenarnya, Budhe juga sudah mencurigai mereka berdua saling menyayangi. Pakde merasa bersalah dengan Raka, tapi Rengganis menepis rasa bersalah itu, bahwa semuanya sudah takdir, semua yang ada sudah terjadi itu adalah takdir Allah, garis takdir hidup Raka.
Bukan jodoh Rosa juga tentu itu bagian dari Takdir juga, dengan adanya permasalahan ini justru Rengganis merasa Dara dan Raka menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Mereka berdua berusaha terus memperbaiki diri, Rengganis menilai sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya.
Rengganis dan Mas Birru turun Dari mobil, membeli gelang untuk mengikat Dara sementara, karena lamaran resmi nya akan di laksanakan saat Ibu Dara sudah sembuh, Rengganis hanya mengantisipasi takut ada yang melamar Dara lebih dulu, Rengganis tidak ingin adiknya sedih lagi.
" Bantu aku memilihkan ya Mas" Ucap Rengganis.
" Kenapa tidak mengajak Raka sayang?"
" Ah, adikku itu lelet"
Mas birru tertawa " Aku juga gemas dengan Raka, ah jadi teringat dulu aku melamarmu lewat vidio call pakai tutup botol" Mas Birru tambah tergelak.
Rengganis melirik Mas Birru " Untung saja ganteng soleh" Ledek Rengganis.
" Yang penting kan saat sudah menikah sayang, tanggung jawab Mas, kesetiaan Mas, bukankah itu lebih berharga dari emas permata dan kawan-kawan nya"
Rengganis tersenyum, " Iya sayang, benar sekali Mas"
" Maaf ya sayang dulu Mas melamarmu sangat tidak romantis, Mas takut kalau ada yang mendahului, kan tahu sendiri istri mas dulu laris manis,hihi"
" Ih memangnya Ganis gorengan, yang laris manis"
" Ya memang nyatanya laris manis"
Rengganis tersenyum, Mereka berjalan sambil mencari toko perhiasan, setelah mereka menemukannya Rengganis langsung memilihkan gelang untuk Dara.
Untuk masalah makanan yang di bawa untuk menjenguk Rengganis berinisiatif untuk membeli lewat online saja, Delevery Order, karena takut kelamaan meninggalkan Asyifa.
Setelah mendapatkan gelangnya Rengganis dan Albirruni segera pulang ke rumah bersama keluarganya.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Di rumah sakit saat menjaga ibunya, Dara menelfon Ayahnya agar datang malam ini karena Pakde Rafi ingin berbicara penting dengan Pak Leon, Pak Leon menyanggupinya.
" Ada apa memangnya Ra?" Bu Nadia di buat penasaran ketika Pak Rafi menyuruh Ayah Dara untuk ke rumah sakit malam ini.
" Dara juga kurang tahu Bu, Tadi di wisuda Raka, Pakdenya Raka hanya berpesan seperti itu, mereka nanti ingin menjenguk ibu"
" Ra, Ibu sudah ingin pulang"
" Iya, Dokter bilang kan besok Bu, besok Dara akan antar Ibu pulang"
" Dara tinggal bareng Ibu yah"
" Dara masih harus ke pesantren Bu, Dara harus hatam Qur'an terlebih dahulu"
" Baiklah" Bu Nadia mengusap kepala putrinya.
***
" Ibu kenapa?"
" Ibu bahagia bisa melihatmu seperti ini Ra, walaupun ibu tidak bisa mendidikmu dengan baik, tapi Allah begitu menyayangimu hingga menjadikanmu manusia yang lebih baik, tidak seperti ibumu ini"
" Ibu jangan bicara seperti itu Bu, ayo bu kita jemput hidayah sama-sama"
" Menjemput?"
Dara mengangguk " HIDAYAH jika diibaratkan sebagai cahaya, maka hati adalah ruangan. Cahaya tak akan bisa masuk ke dalam ruangan jika jendelanya tertutup. Agar cahaya masuk, maka jendela musti dibuka. Pada manusia, jendela itu berupa pikiran. Agar hidayah dapat masuk ke dalam hati, maka bukalah pikiran kita. Cari tahu kebenaran melalui berpikir dengan petunjuk yang benar. Petunjuk yang benar itu Alquran, yang telah jauh hari Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman atau panduan dalam menjalankan kehidupan di dunia. Agar selamat dan tidak tersesat hingga ajal menjemput atau dunia ini berakhir. Jadi hidayah itu tak datang sendiri, melainkan dijemput" Dara berusaha menjelaskan pada Bu Nadia dengan bahasa yang mudah di fahami.
" Bantu ibu Ra"
Dara mengangguk " InsyaAllah bu"
__ADS_1
Bu Nadia menggenggam erat Tangan Dara, Bu Nadia berharap agar suatu saat dirinya menjadi manusia yang lebih baik lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Readers : Thor...kangen iklanmu😁😁
Author : Wani piro 😁😁
Jangan lupa like komen dan vote, diam-diam aku suka banget lhoo bacain komentar kalian semua🤭🤭
Salam sayang,
__ADS_1
Santypuji