Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 63


__ADS_3

Pintu ruangan di ketuk, Dara segera membukanya, ternyata Ayahnya, Ayah Dara membawa beberapa makanan untuk Dara juga Bu Nadia.


" Ra, Ayo makan bareng ayah"


" Aku tidak di ajak Mas?" Ledek Bu Nadia.


Dara tersenyum, ia sangat berharap ibu dan ayahnya bisa rujuk kembali.


Pak Leon lalu membawakan makanan kesukaan Bu Nadia.


" Ini makanlah, makan dengan cepat, takut ketahuan dokter " Ucap Pak Leon sambil terkekeh.


" Makasih ya Mas, kamu masih ingat dengan makanan kesukaan ku"


" Ya ingat, kita sudah bersama 25 tahun, tidak semudah itu melupakan"


" Berarti Ayah jika tidak melupakan cinta Ibu Dong" Ledek Dara.


" Sudah Ayo makan" Pak Leon mengalihkan pembicaraan.


Mereka makan malam bersama, Bu Nadia sudah mulai bisa makan sendiri, namun masih harus makan sambil duduk di ranjang.


Selesai makan Dara segera membersihkan semua bekas makanan ibunya juga ayahnya.


Tidak berapa lama kemudian rombongan keluarga Pak Rafi Datang menjengung Bu Nadia, Bu Nadia dan Pak Leon begitu senang di jenguk oleh keluarga Pak Rafi.


Rengganis, Budhe dan Dara duduk di sebelah Bu Nadia. Rengganis berkenalan dengan bu nadia, sementara budhe dan Bu Nadia memang sudah saling kenal hanya jarang bertemu saja karena bu Nadia sibuk bekerja.


" Mbak, kenapa membawa banyak sekali makanan" Dara merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa sayang"


Raka, Mas Birru, Pak Harjo, Pak Leon juga Pak Rafi duduk di sofa, mereka membicarakan keadaan Bu Nadia.


Setelah sudah beberapa menit mengobrol akhirnya Pak Rafi dan Pak Harjo mengutarakan niatnya untuk melamar Dara.


Dara dan kedua orangtuanya begitu terkejut, begitu juga dengan Raka, Raka terkejut bahagia, sebenarnya Raka juga ingin sekali secepatnya melamar Dara, tapi mendengar jawaban Dara kemarin membuat dirinya mengulur waktu untuk melamar Dara.


" Bagaimana Nak Dara, Apakah bersedia menjadi pendamping anak saya, " tanya Pak Harjo.


Dara menunduk, Dara juga begitu terkejut dengan lamaran dadakan ini.


" Dara ingin hatam Al-Qur'an dulu Pakde, Dara sudah memberitahu Raka sebelumnya"

__ADS_1


Mendengar jawaban Dara yang kurang memuaskan Rengganis langsung bertindak.


" Kamu boleh setelah ini kembali ke pasantren, Mbak dan keluarga Mbak hanya ingin mengikatmu terlebih dahulu, kalian boleh menikah setelah Dara hatam, Dara mbak tahu kamu mencintai Raka, Mbak juga tahu kamu pernah kecewa, tapi itu semua sudah takdir, itu semua sudah jalan dari Allah, ambil saja hikmah dan pembelajarannya, Raka anak baik, Mbak ingin Raka menikah dengan wanita yang di cintainya, Pakailah gelang ini sebagai simbol bahwa Dara sudah dihitbah Raka" Rengganis membuka kotak perhiasan yang ia bawa.


Raka begitu terharu dengan sikap Kakaknya itu, apalagi sampai menyiapkan perhiasan untuk mengikat Dara, Mbak Rengganis benar- benar bisa menjadi kakak juga sebagai pengganti ibunya yang telah tiada.


Dara menatap Rengganis, lalu mengangguk,


" Baiklah mbak, bismillahirrahmanirrahim, Dara menerima"


Rengganis begitu bahagia, semua serentak mengucapkan hamdalah.


Tanpa membuang waktu, Rengganis langsung memegang pergelangan tangan Dara dan Memakaikan gelang itu di pergelangan Dara.


" Alhamdulillah sudah terikat, jadi tidak akan lepas lagi calon adik ipar mbak yang cantik"


Semua yang ada didalam ruangan tertawa bahagia, Bu Nadia dan Pak Leon juga sangat bahagia.


" Maafkan kami Pak Leon, ini hanya lamaran sementara karena Bu Nadia sedang sakit, Nanti setelah Dara hatam Qur'an kami akan datang ke rumah pak Leon untuk mengadakan Lamaran resminya, ini juga untuk mengantisipasi takutnya Dara lebih dahulu di hitbah laki-laki lain" Ucap Pak Harjo.


" Iya, tidak apa-apa Pak, melihat putri saya dan putra bapak saling mencintai, itu sudah cukup membuat saya bahagia"


Raka tersenyum bahagia, Raka tidak menyangka akhirnya ia dan Dara memiliki ikatan.


[ Thor, lo bikin kaget aja deh ]


[ Habis lo senyum terus, garing ntar ntu gigi]


[ Makasih ya emak-emak kece yang udah doain Dara Raka bersatu,😘😘☺️]


[Lo ga makasih ma gue?]


[makasih juga author kece, cantik bagaikan bidadari]


[Aih, suami gue aja ga pernah ngatain gue kaya bidadari Ka, gue kan jd terhura😁]


[Bidadari turun dari truk pasir thor]


[ Asem...lempar panci, wajan, sodet, sendok garpu]


[Ampun......]


[ Cepatan lanjut aktingnya]

__ADS_1


[ Ashiapp😁]


Raka menghampiri Dara " Terimakasih Ya Ra, Aku akan menunggumu"


"Terimakasih juga untuk kejutannya" Dara menatap Raka malu-malu.


Malam ini malam yang begitu membahagiakan untuk Raka dan Dara, begitu juga untuk keluarga Raka dan Keluarga Dara.


Rengganis juga sangat lega, akhirnya Adiknya bisa memperoleh kebahagiaannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Sudah 2 epsiode hari ini, sengaja mamak ngebut, mau nonton Drakor ih🤭🤭 buat hiburan sama cuci mata😁]


Jangan lupa, like komen dan vote.


Salam Sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2