Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 76


__ADS_3

Sore harinya semua persiapan sudah siap. Semua berkumpul di ruang tengah yang begitu luas. Dara begitu cantik menggunakan kebaya warna peach di balut dengan jilbab warna peach juga hasil kreasi Rengganis dan Aisyah.


Raka menggunakan kemeja warna Peach juga yang sudah satu set dengan kebaya yang Dara gunakan.


Acara di mulai dengan bacaan basmallah terlebih dahulu, lalu Bapak Raka mulai mengutarakan niatnya untuk melamar Dara.


"Maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini, yakni mengkhitbah (meminang/melamar) putri bapak yang bernama Andara Sasmita untuk ananda kami yang bernama Arjuna Raka Kusuma.


Mudah-mudahan Bapak berkenan untuk merestui dan meridho’i niat anak saya, dengan menerima lamaran ini." Pak Harjo mengutarakan niatnya dengan setulus hati.


Keluarga Dara yang diwakilkan oleh Abah kyai langsung menjawab lamaran Raka.


" Terimakasih untuk niat baiknya dari keluarga Raka, InsyaAllah lamaranya kami terima. Kepada Raka dalam mempersunting putri dari keluarga kami yaitu Dara, Abah akan menyampaikan pesan Allah Subhanahu Wa ta'ala yang terdapat di Surat An Nissa ayat 34 yang artinya :


"Kaum laki - laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka ( laki - laki ) atas sebagian yang lain dan karena mereka ( kaki - laki ) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka ".


Oleh karena itu kami selaku orang tua, hanya bisa berpesan jagalah tata krama, ahklak islami dalam pergaulan kalian berdua selama lamaran ini hingga bersanding di pelaminan, karena selama ini kalian berdua belum menjadi mahram.


Semua serempak mengucapkan Alhamdulillah. Kali ini Raka yang akan mengungkapkan isi hatinya dihadapan Dara.


Raka berdiri bersebrangan dengan Dara, Raka mengutarakan isi hatinya.


"Apakah kamu percaya dengan apa yang selama ini aku percayai.


Bahwa nanti, suatu hari aku pasti akan Menemukanmu.


Sesuatu yang hari ini hanya berupa harapan yang aku selipkan pada tiap catatan dan aku panjatkan pada tiap permohonan.


Dan pada hari itu semua akan menjadi nyata, pada hari saat aku Menemukanmu.


Percayakah kamu?


Meskipun jarak dan waktu masih memisahkan kita, namun selalunya aku terus berharap,“Tetaplah menjadi baik yaaa."


Karena kau adalah separuh agamaku.


Bahagiaku yang Sederhana, Bisa membayangkanmu tengah tersenyum, seolah menunjukan kau tak sedang resah karena suatu masalah.


Jangan pernah lelah mengajukan permohonan pada Allah, karena laki-laki ini pun tak pernah lelah meng-amin-kan apa yang selama ini Kau mohonkan.


Aku ingin menjadi pemimpin yang baik untukmu dan anak-anak kita

__ADS_1


Aku ingin menjadi seorang lelaki yang bertanggung jawab akan kebutuhan istri dan anak-anakku. Aku ingin menjadi lelaki yang mampu menjaga dan melindungi keluargaku


Aku ingin selalu melihat tawa bahagia, yang memancar dari kedua matamu dan itulah yang akan selalu aku usahakan


Yaa.. Begitulah keinginan dan harapanku atas dirimu. Andara Sasmita, maukah kau menikah denganku?"


Mata Dara terlihat berkaca-kaca, Dara merasapi setiap kata yang keluar dari mulut Raka, semuanya terasa indah.


Dara hanya merespon dengan anggukan karena begitu terharu.


" Ya A, Dara Mau"


Raka tak bisa membendung lagi air matanya, Air mata Raka akhirnya luruh juga, Ia begitu sangat bahagia, Raka juga teringat akan ibunya. Andai saja ibunya masih ada, sudah pasti ibunya akan merasakan kebahagiaan yang sama.


Rengganis juga ikut terharu, semua keluarga menitikan air mata, Bu Nadia dan Pak Leon yang tidak menyangka bahwa Dara akhirnya akan menjadi istri sebentar lagi.


Rengganis menyematkan cincin lamaran di jari manis Dara. Setelah itu keluarga Raka dan Dara menentukan tanggal pernikahan.


Mereka ingin lusa Dara dan Raka sudah sah menjadi suami istri, karena keluarga mereka berdua tidak ingin terjadi apa-apa dengan Raka dan Dara.


Raka dan Dara pun menyetujuinya, Raka sangat senang karena sebentar lagi dirinya akan mendapat gelar suami, suami dari wanita yang dicintainya.


Mereka lalu makan bersama-sama, Rizki menghampiri Raka yang sedang meminta Dara untuk mengambilkan nasi dan lauk pauk.


" Iri bilang Pak Dosen" Ledek Raka.


Rizki mengerucutkan bibirnya, " Nanti aku akan menyusul"


" Kapan?" tanya Dara.


" Nunggu hilal muncul kali Neng" celetuk Aisyah.


" Doain Abang atuh" ujar Rizki sambil melirik Aisyah.


"Di doain biar tidak takut teh" Ledek Dara.


" Abang tidak takut"


" Mana coba"


" Okeh, Abang akan buktikan"

__ADS_1


Dara sengaja memancing Bang Rizki agar Bang Rizki cepat bertindak karena teh Aisyah selama ini sudah menunggunya sangat lama dengan begitu sabar.


.


.


.


..


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yeee ga jadi tamat😁😁, bagaimana perasaannya???


Jangan lupa like komen dan vote yah.

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2