Perfect Show Window

Perfect Show Window
BAB 26


__ADS_3

Luna awalnya malas menemui Bryan. Namun takdir ternyata tak membiarkannya begitu saja.


Tepat saat hatinya semakin bimbang untuk memutuskan, kedua kakeknya mengungkapkan rencana pernikahan.


Dengan dalih jamuan makan untuk menjalin silaturahmi, kedua kakek itu mengumpulkan seluruh keluarga dan mengungkap rencana pernikahan.


"Awalnya kakek berencana untuk mengikat kalian dalam pertunangan!" Max mengungkapkan pikirannya, "Tapi kakek pikir-pikir lagi, kalian lebih baik langsung menikah saja!"


"Benar!" sahut Irwan, "Lebih baik kalian langsung menikah!!"


"Kalian kan sudah saling menyukai satu sama lain!" ujar Max, "Untuk apa pakai ditunda-tunda segala?!"


Mendengar hal itu, seluruh anggota keluarga terkejut. Tak menyangka dengan ucapan kedua orang tua itu.


"Apa?! Ini terlalu cepat pa!" Darian orang pertama yang bereaksi. Ia memprotes pada Irwan. "Biarkan mereka saling mengenal terlebih dulu!"


"Saling mengenal bagaimana lagi?!" keluh Irwan. "Sudah berbulan-bulan mereka menjalin hubungan! Perlu apa lagi?!"


"Tapi pa, Luna masih sangat muda!" Darian masih tidak menyerah, "Ini terlalu cepat baginya!!"


"Muda bagaimana?!" Irwan kesal, "Teman-temannya kan sudah banyak yang menikah!!"


"Bagaimana kalau langsung kita tanyakan pada mereka?!" Max menengahi, "Mereka yang akan menjalani ini, jadi lebih baik mereka yang memutuskannya sendiri!"


"Benar!" Irwan setuju. Ia yakin kedua anak muda yang tengah dimabuk asmara itu akan mengungkapkan kesediaan mereka.


Namun berbanding terbalik dengan apa yang mereka pikirkan, Luna mengatakan hal yang berbeda.


Tak seperti Bryan yang mengatakan dengan mantap, ia ingin menikahi Luna. Luna sendiri terlihat ragu-ragu.


"Itu harus dipikirkan matang-matang dulu, kek!" ujar Luna.


Max dan Irwan terkejut. Tidak menyangka dengan jawaban Luna itu


'Apa yang terjadi?!' pikir mereka.


Melihat jawaban Luna, Bryan merasa terpukul.


"Bisa kita bicara berdua?!" tanya Bryan kemudian. Mengacu pada Luna, ia menatap Luna dengan sendu.


Tak bisa menolak karena Bryan mengungkapkannya di depan kedua keluarga yang tengah berkumpul, Luna akhirnya hanya bisa mengangguk.


Luna dan Bryan akhirnya menyingkir dari ruang makan. Mereka menjauh, hingga tak ada yang bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Dengar... aku tahu aku salah, tapi hal itu... aku melakukannya tidak dengan sengaja! Bahkan aku tak ingat apapun! Sungguh!" ucap Bryan. Ia memohon, memelas pada Luna. Ia benar-benar tak mengingat apapun tentang malam itu. Ia benar-benar merasa seperti sedang tidur, lalu saat terbangun sudah seperti itu.

__ADS_1


Luna terdiam, ia menatap Bryan yang memelas di depannya.


"Jadi apa kalian b*rc*NT*?!" tanya Luna. Ia ingin mempertegas ini. Meskipun ia sudah menduganya sebelumnya.


Menghela nafas dalam, Bryan mengangguk. Ia merasa sangat bersalah, bahkan ia tak berani menatap ekspresi Luna saat ini.


Melihat Bryan mengangguk mengiyakan pernyataannya, hati Luna mencelos. Meski sudah mengiranya, namun saat Bryan mengakuinya. Rasanya sungguh sangat berbeda. Seperti seember air dingin, tumpah menimpa kepalanya. Ia merasa kepala dan tubuhnya kebas!!


Luna tertawa getir.


Sepertinya ia kena karma sekarang. Sebelumnya ia ingin mempermainkan kakeknya dengan hubungan show window, namun ternyata dirinya-lah yang dipermainkan dari hubungan tersebut.


"Baiklah..." ucap Luna, ia sudah memutuskan, "Sebelumnya, kita berniat untuk melakukan show window!"


"Mari kita lanjutkan itu!" pungkas Luna.


Selama beberapa waktu, Luna telah memikirkannya. Ia mantap tak ingin melanjutkan hubungannya dengan Bryan.


Entah Bryan melakukannya secara sadar atau tidak, sekali ia menyentuh perempuan lain. Itu artinya ia telah menghianati Luna.


Namun meski begitu, Luna tak bisa serta merta mengungkap bahwa dirinya dan Bryan putus.


Bagaimanapun ia memikirkannya, melanjutkan kesepakatan mereka di awal adalah hal yang paling efisien dan menguntungkan.


Bryan kaget, tidak mengerti dengan perkataan Luna. "Apa maksudmu?!"


"Mari kita lanjutkan kesepakatan kita di awal!" ujar Luna, "Ayo kita lakukan show window!"


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?!" Bryan bingung. Kalau kembali ke awal, bagaimana dengan hubungan mereka?!


"Hubungan kita berakhir!" ujar Luna.


"Berakhir?!" Bryan kaget, "Tidak! Kamu tak bisa mengakhirinya secara sepihak seperti ini, Luna!!!"


Luna tertawa sumbang, "Mengakhiri hubungan secara sepihak tak boleh?! Tapi t*dur dengan wanita lain boleh?!"


"Aku sudah bilang, aku tidak sengaja melakukannya!!" dalih Bryan.


"Lalu, jika aku yang melakukannya. Apa kau akan menerimanya begitu saja?!" pekik Luna.


Bryan terdiam, ia menatap Luna dengan sendu.


"Jika kau mau melanjutkan ini seperti diawal, ayo kita lakukan!" ucap Luna, "Jika tidak, katakan saja! Aku akan mengungkapkan semuanya pada orangtua dan kakekku!!"


"Sebesar apapun obsesi kakekku pada perjodohan ini, aku yakin ia tetap tak akan membiarkan cucunya menikahi seorang pria yang dengan mudahnya tidur dengan perempuan lain!!!" pungkas Luna.

__ADS_1


****


Malam itu, Bryan tak bisa tidur!!


Ia frustasi dengan pernyataan Luna itu.


'Hubunganku dengan Luna berakhir?!' batinnya.


Ia tak pernah menyangka bahwa hubungannya akan berakhir seperti ini!! Sebelumnya, ia yakin. Dirinya dan Luna akhirnya akan menikah. Menjalin rumah tangga yang bahagia. Hidup bersama sampai maut memisahkan.


Tak ada perpisahan dalam rencananya!!!


Namun kenapa, belum lewat enam bulan mereka bersama. Namun seketika, hubungan yang dulunya harmonis menjadi retak dan berakhir.


Bukannya Bryan baru kali ini patah hati, ia sering patah hati karena putus dari kekasihnya. Namun entah kenapa ini terasa paling sakit untuknya.


Mungkin karena ia sangat mencintai Luna, atau mungkin karena ia telah menyakiti Luna. Tapi yang pasti, ini adalah kali pertamanya merasa sesakit ini saat putus dengan kekasihnya.


Bryan merasa sangat frustasi!! Ia ingin memperbaiki kesalahannya, tapi ternyata ia sudah tak memiliki kesempatan!!


'Tidak!! Masih ada kesempatan!!' batin Bryan.


Jika mereka menikah, ia akan memiliki kesempatan untuk dekat dengan Luna. Perasaan cinta diantara mereka akan kembali tumbuh setelah tinggal satu atap!!


Bukannya sebelumnya, Luna juga tidak menyukainya?! Namun perlahan-lahan akhirnya jatuh hati?!


'Ya! Benar!!' batin Bryan.


Bryan kemudian memutuskan akan mengikuti rencana Luna untuk kembali melakukan show window!!


Hubungan mereka awalnya hanyalah show window, tapi kemudian berubah jadi saling mencintai seperti ini. Sekarang hanya memulai kembali dari awal. Bryan yakin, akhirnya Luna akan jatuh cinta kembali padanya.


Namun berbeda jauh dari yang Bryan pikirkan, hubungan mereka tak akan pernah kembali seperti sebelumnya karena Winda tak akan pernah membiarkannya terjadi.


Winda yang mengira, hubungan keduanya retak. Tak mendengar kabar keretakan hubungan keduanya sama sekali.


Sementara itu, ia malah jadi menjauh dengan Bryan.


Setelah kejadian waktu itu, Bryan lebih menjaga jarak darinya. Bahkan cenderung bersikap dingin padanya. Memang benar, Bryan mengirimkan uang padanya untuk kebutuhan hidupnya. Namun hanya itu yang Bryan lakukan. Selebihnya, bahkan pria itu enggan berbicara padanya.


Kopi yang dibuatnya, makan siang yang ia bawakan, semuanya ditolak mentah-mentah oleh Bryan. Bryan tak lagi bersikap ramah, malah cenderung acuh tak acuh.


Namun melihat Bryan baik-baik saja. Sepertinya, hubungan mereka tak mengalami masalah!!


Memikirkan hal itu, Winda merasa amat geram!!! Ia kemudian memikirkan cara terbaik untuk membuat Bryan menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2