Perfect Show Window

Perfect Show Window
BAB 55


__ADS_3

Kembali ke hotel dengan hati yang puas, Bryan tak menyadari bahwa akan ada yang merusak harinya ketika sampai di dalam kamar.


Mendadak Bryan terkesiap, saat lampu di dalam kamarnya berubah temaram. Di dekat ranjang, ia melihat sebuah meja kecil yang dihias sedemikian rupa bak makan malam romantis.


Seorang wanita dengan Linge rie merah, berdiri membelakangi meja. Menatap ke arah jendela yang terbuka.


"Winda?!" seraya mengernyit, Bryan berujar. "Win..?!"


Berbalik, wanita itu menyunggingkan senyum lalu berkata. "Sayang!!"


Seketika nuansa romantis yang tadi tercipta sirna begitu saja. Bryan menghela nafas panjang, berjalan ke arah tombol lampu untuk menyalakan lampu.


Byarr!!!


Lampu menyala, suasana romantis yang telah disiapkan oleh Winda dengan susah payah, menguap. Membuat Winda jengkel luar biasa!!


"Mas!!!" pekik Winda kesal.


"Huh?!" Malas Bryan menanggapi. Sembari duduk di tepian ranjang dan melepaskan sepatunya. Bryan menatap pada Winda yang berpenampilan se ksi.


"Kok lampunya dinyalain sih?!" geram Winda. "Susah payah aku bikin suasana romantis kayak gini buat kamu! Kok malah kamu hancurin sih!!"


"Gak perlu.." sahut Bryan sekenanya. Mau suasana romantis atau pakaian se ksi, kalau orangnya Winda. Tetap saja Bryan akan merasa muak.


"Gak perlu gimana?!" geram Winda, "Kita kan belum malam pertamaan!!"


"Sudahlah .. besok-besok lah!" ujar Bryan. Ia bangkit dari ranjang kemudian melangkah ke toilet. Ia berniat untuk mandi.


Namun Winda secepat kilat menerjang ke arahnya dan memeluknya dari belakang.


"Mas.." bisik Winda mesra, "Ayo, kita buat hari ini menjadi hari yang spesial.Kita buat hari ini jadi malam pertama kita yang indah!"


Gigih Winda berusaha menggoda Bryan. Ia ingin membuat Bryan lengah dan mencuri uang di rekening suaminya itu.


"Sudahlah.. nanti-nanti saja!" ujar Bryan, "Aku capek mau tidur!!"


Bryan melepaskan dekapan Winda kemudian melangkah menuju toilet dengan cepat.


Winda geram di buatnya!! Bagaimana bisa Bryan kembali begitu dingin padanya. Padahal selama beberapa hari belakangan ini, Bryan selalu bersikap baik padanya.


"Ada apa sih?! Kenapa dia berubah seperti ini lagi?!" gumam Winda jengkel.

__ADS_1


****


Selama beberapa hari, tidak ada yang terjadi. Semuanya berjalan baik. Hubungan Luna dan Arion semakin manis, bahkan bisa dibilang sangat bergelora untuk pasangan yang menikah dengan terpaksa.


Sedangkan Bryan dan Winda, walaupun mereka jauh dari kata mesra. Tidak ada masalah yang terjadi diantara mereka. Namun Winda terutama, telah menghentikan siasatnya untuk berbuat hal-hal aneh.


Setelah rencananya untuk menguras dompet suaminya berakhir gagal. Ia akhirnya menyerah dan hanya menikmati waktunya di Paris.


Kapan lagi ia bisa pergi ke Paris seperti ini kan?? Ketimbang menghabiskannya dengan merasa kesal dan jengkel, lebih baik menikmati Paris dengan nyaman. Begitu pikirnya.


Tapi kedamaian dan kenyamanan yang mereka rasakan seketika sirna saat Moana muncul di antara Luna dan Arion.


"Arion?! Itu Arion?!" bisik Moana pada Bryan yang ada di sebelahnya. Ia begitu terkejut melihat penampilan Arion di depannya.


Pria yang dulu begitu culun dan urakan. Bagaimana bisa bertransformasi menjadi pria yang sangat tampan dan atletis!? Seperti idamannya!!?


Bryan mengangguk. Ia sengaja mengajak Moana bertemu di sebuah cafe kecil, dimana Arion dan Luna sering menghabiskan waktu berdua. "Dia memang Arion! Aku tidak berbohong!"


"Bagaimana Arion bisa berubah begini?!" tanya Moana.


"Aku tidak begitu ingat.. tapi setelah kembali dari Paris saat itu, ia mulai merubah penampilannya seperti ini!" ujar Bryan. Bryan tidak ingat tepatnya, kapan Arion mulai berubah. Karena mereka jarang bertemu, setelah Arion melanjutkan pendidikan di Jerman.


Namun yang pasti. Itu setelah ayah Arion, mengeluh pada Bryan mengenai Arion yang hampir kabur ke Paris.


"Apa maksudmu... dia berubah demi gadis itu?!" Mendengar kata-kata Bryan Yang seolah menyiratkan, Arion begitu mencintai wanita itu. Moana merasa kesal. "Tidak mungkin!"


Moana tak bisa melihat gadis yang tengah bersama dengan Arion, karena membelakangi dirinya. Tapi Moana yakin bahwa gadis itu tak sebanding dengannya.


"Aku rasa begitu, dia sangat tergila-gila pada kekasihku!" ucap Bryan. Sejak tadi ia menahan amarah, setiap kali Arion berlaku manis pada Luna.


'B**ngs**!!' umpat Bryan di dalam hati. Ia marah sekali!!


"Benarkah?!!" Moana mencibir. "Coba lihat, apa dia akan tetap seperti itu jika aku muncul di depannya!"


Moana bangkit dari kursinya. Melangkahkan kakinya dan menghampiri pasangan yang tengah dimabuk asmara itu.


"Arion!?" seru Moana setelah berdiri di depan Arion.


Arion yang sedang menatap istrinya dengan lembut, kaget dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Matanya terbelalak saat melihat sosok Moana di depannya.


Luna yang melihat ekspresi aneh suaminya pun, ikut mengalihkan pandangannya ke asal suara.

__ADS_1


Tak kalah terkejutnya, Luna mendelik ke arah Moana.


"Apa yang kamu lakukan disini?!"tanya Arion kemudian.


"Heh.. aku kebetulan sedang makan disini!" dalih Moana. "Kamu sedang apa?!"


"Aku sedang makan bersama istriku!" Menggenggam erat jari-jemari istrinya. Arion kemudian berkata. "Perkenalkan, dia istriku! Kaluna Levronka!"


Menatap Luna, Moana hendak menilai wanita yang menjadi istri Arion. Namun ia tercenung karena sepertinya ia mengenal wanita itu.


Wajah cantik yang kecil, dengan bibir merah merona yang penuh dan se ksi. Matanya yang bak kucing itu tengah menatap Moana dengan terkejut.


"Kau!" sentak Luna.


"Siapa ya?!" gumam Moana. Ia yakin mengenal wanita ini. Tapi siapa?! Moana lupa dimana pernah melihatnya.


"Kau wanita yang berselingkuh dengan Carlton!" ujar Luna kemudian.


"Ah! Kau kekasih Carlton?!" Moana menatap Luna dari atas ke bawah. Ia kemudian mengingat siapa gadis yang tengah duduk di hadapannya itu. Tidak salah lagi, wanita di depannya adalah kekasih Carlton. Rekan kerjanya yang sempat menjadi teman ran jangnya.


Beberapa tahun lalu, Moana terlibat project bersama dengan seorang model asal Paris. Mereka menikmati waktu bersama yang panas saat itu, tapi seorang wanita yang merupakan kekasih partnernya. Ternyata memergoki mereka.


Tak menjawab, Luna hanya menatap Moana dengan geram.


"Siapa dia mas?!" tanya Luna pada Arion.


"Wanita yang kuceritakan padamu!" sahut Arion. "Sayang, apa kamu mengenalnya?!"


"Ha..." Luna tersenyum miring. Samar-samar Luna memahaminya sekarang. Sepertinya takdir sungguh-sungguh mempermainkan mereka.


Mantan kekasih suaminya, adalah selingkuhan dari mantan kekasihnya.


'Apa ini lelucon?!' batin Luna di dalam hatinya.


"Dia wanita yang telah berselingkuh dengan mantan pacarku!" ucap Luna menegaskan. "Yang aku katakan padamu!"


Arion terkesiap! Bayangan saat ia melihat Moana dan pria asing bergumul di sofa, kembali menghantamnya.


Jadi pria itu, kekasih Luna!? Apa Luna juga melihat hal menyakitkan seperti itu sebelumnya?!


Tiba-tiba hati Arion perih. Ia marah pada Moana dan pria itu.

__ADS_1


"Kami tidak berselingkuh! Kami hanya menikmati waktu bersama!" Moana membela diri.


"Hubungan kami tidak melibatkan hati, tidak bisa disebut berselingkuh!" sambung Moana.


__ADS_2