
Sepanjang perjalanan pulang, Luna hanya diam termangu. Tak berbicara sepatah katapun. Sedangkan Brian dan Arion, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Meski ada begitu banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Bryan, namun Bryan menelannya mentah-mentah.
Sehingga hanya kesunyian yang menyelimuti mereka selama berada di dalam mobil.
Hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Bagaskara. Semua pertanyaan mereka akhirnya terjawab.
Segera setelah Felicia dan yang lainnya melihat kenampakan Luna. Mereka yang kaget, langsung bertanya pada Bryan, apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Ada apa Bryan?! Kenapa Luna ini?!" tanya Felicia. Ia begitu terkejut melihat putrinya gemetar ketakutan.
"Seseorang berusaha menculik Luna tadi, Tante!" ujar Bryan, "Untung ada Arion yang menolongnya!"
"Menculik Luna?!" Adrian kaget, "Siapa orangnya, Rion?!"
Arion menggeleng, "Saya belum pernah melihatnya, bang! Sepertinya dia juga tamu di pesta itu, dia mengenakan jas lengkap seperti yang lainnya! Perawakannya tinggi jangkung, sepertinya Luna juga mengenalnya!"
"Dia mengaku sebagai pacar Luna tadi!" sambung Arion.
Mendengar penuturan Arion, Adrian langsung terbayang satu nama. Ia langsung meraih ponselnya dan mencari foto seseorang yang masih tersimpan rapi di galerinya.
"Apa ini orangnya?!" tanya Adrian sembari menyodorkan foto seorang pria.
Arion pun mengangguk saat melihat foto pria tersebut. Meski terlihat lebih muda, fitur wajahnya sama persis
"Ha.. B*j*Ng*n S*Al*n!!" umpat Adrian.
"Siapa dia bang?!" tanya Bryan penasaran.
"Dia b*j*Ng*n yang terobsesi pada Luna!!" ucap Adrian kesal, "Bagaimana dia bisa tahu Luna ada disana?!"
"Apa dia membuntuti Luna lagi?!" keluh Adrian dongkol. Adiknya baru saja kembali ke indonesia. Bahkan teman-teman terdekatnya belum tahu Luna kembali. Bagaimana si br*ngs*k itu bisa tahu, Luna menghadiri pesta pernikahan disana?!
"Saya rasa tidak, bang!" sahut Arion, "Pesta pernikahan itu dijaga ketat, tidak ada yang bisa masuk tanpa surat undangan!"
"Berarti dia memang salah satu tamu undangan!" gumam Bryan.
"Ini gawat!! Dia tidak akan melepaskan Luna jika tahu Luna telah kembali!! Luna mungkin akan sulit hidup normal, jika b*j*Ng*n G*la itu mengganggunya lagi!" geram Adrian.
"Tenang dulu, Ian" ujar Darian kemudian, "Kita selidiki itu nanti! Yang terpenting sekarang kondisi Luna!"
__ADS_1
****
Luna benar-benar linglung, ia bahkan tidak tahu bagaimana ia bisa pulang.
Ia benar-benar merasa takut, pria yang bernama Vicky itu adalah pantangan terbesar bagi Luna.
Selama ini, setelah menjalani waktu yang menyenangkan di Paris, Luna sudah lupa dengan masa-masa mengerikan itu.
Ia tenggelam dalam obsesinya menggapai mimpi setiap hari. Hingga tidak ingat ada hal mengerikan semacam ini yang menanti.
"Bodoh!!" gumam Luna. "Kenapa aku bisa melupakan alasan terbesarku tinggal di Paris?!"
Saat Luna tercenung dalam pikirannya sendiri, Felicia masuk ke dalam kamarnya. Dengan membawa susu cokelat hangat, ia berusaha menenangkan putrinya.
"Bagaimana keadaanmu sayang?!" tanya Felicia.
Luna menggeleng, "Aku rasa, aku akan kembali ke Paris, ma!"
Mendengar kata-kata Luna, Felicia tidak kaget lagi. Ia sudah menduganya, putrinya pasti tidak akan sanggup tinggal lebih lama lagi disini.
"Tenang sayang!" ujar Felicia, "Papa dan kakak kamu sudah melaporkannya ke polisi!! Dia pasti akan segera ditangkap!"
"Oh, iya.. ada seseorang yang menolongku, ma!" ujar Luna yang mulai mengingat kejadian itu.
"Aku bahkan lupa mengucapkan terimakasih padanya! Aku juga tidak tahu siapa namanya!"
"Dia Arion, sayang!"sahut Felicia, "Sepupu Bryan!"
"Arion?!" Luna tidak mengingat apapun. Bahkan wajah pria itu pun tak diingatnya. Ia sangat terguncang hanya dengan melihat Vicky.
"Tangannya terluka, sepertinya ia memukul Vicky dengan kuat!" sahut Felicia.
"Dia terluka?!" Luna kaget. Ia tidak ingat apa saja yang terjadi.
"Datanglah ke rumah sakit tempatnya bekerja, dan ucapkan terimakasih padanya!" ucap Felicia, "Dia anak yang baik!"
Sebenarnya, Felicia hendak menghubungkan Luna dengan Arion. Anak itu sangat baik dan sopan. Ia juga terlihat sangat bisa diandalkan. Berbeda dengan Bryan yang hanya mewarisi seluruh kekayaan kakeknya, Arion dan ayahnya merintis semuanya dari awal.
Arion sangat luar biasa bahkan di usianya yang masih muda. Sehingga sebagai seorang ibu yang normal, Felicia berharap putrinya bisa memiliki suami sebaik Arion kelak. Namun apa daya, sekarang Luna tengah dijodohkan dengan Bryan.
__ADS_1
"Kembalikan juga jasnya itu!" Felicia menunjuk ke arah jas pria yang ia gantung di dinding. "Mama kira itu miliknya!"
"Ah..." samar-samar Luna teringat saat pria itu membuka jasnya dan menyampirkannya padanya.
'Tunggulah di mobilku, aku akan memanggil Bryan untukmu!' suara bariton yang merdu itu menggema di telinga Luna.
"Ah iya.. itu memang miliknya!" ucap Luna kemudian.
****
Arion sedikit kesulitan saat berusaha mengobati tangan kanannya. Ia tak menyangka telah membuat tangan kanannya terluka, hanya karena memukul seseorang.
'Apa dia baik-baik saja?!' batin Arion. Ia mengacu pada Luna. Gadis itu tengah terpukul tapi dia malah memukul seseorang sekeji itu. Arion merasa tidak enak.
Namun Arion merasa sangat murka, hingga tak bisa mengendalikan dirinya. Ia begitu marah pada pria itu! Berani-beraninya pria itu menyakiti Luna.
Arion tidak pernah menyangka bahwa masa lalu Luna begitu kelam. Selama ini ia pikir Luna hidup dengan baik, mengingat gadis itu selalu tersenyum dengan cerah.
Ya, Arion mengenal Luna. Meskipun itu secara sepihak. Gadis itu adalah pelipur lara baginya.
Arion mengenal Luna pertama kali di Paris. Saat itu Arion tengah mengunjungi kekasihnya yang menetap sementara disana. Kekasih Arion adalah seorang model, yang tengah menjalani pemotretan di Paris.
Namun saat ia datang menemui pacarnya, ia malah mendapati pacarnya berselingkuh dengan pria lain.
Hari itu adalah hari terburuk bagi Arion. Ia telah merencanakan liburan sebulan penuh dengan kekasihnya, di sela-sela kesibukan kuliahnya. Tapi di hari pertama ia malah mendapati hal yang membuatnya putus asa.
Arion ingin pulang saat itu juga. Tapi ada masalah lainnya. Ia kehilangan seluruh barang-barang berharganya disana. Namun untungnya, seorang gadis membantunya. Dan akhirnya kembali menemukan barang-barangnya.
Awalnya, Arion tidak menyangka akan bertemu gadis itu lagi. Tapi ternyata gadis itu bekerja tidak jauh dari tempat Arion menginap. Sehingga setiap hari, ia melihat atau berpapasan dengan gadis itu. Namun sepertinya, gadis itu lupa padanya. Sehingga mereka tak pernah bertegur sapa.
Arion tidak tahu entah sejak kapan, hatinya tertuju pada gadis itu. Gadis yang ceria dan penuh dengan canda tawa. Ia bersinar bahkan diantara kerumunan banyak orang. Arion menyukainya begitu saja.
Namun, meski Arion sangat penasaran terhadapnya. Arion kembali pulang ke Indonesia tanpa berkenalan dengannya. Arion adalah orang yang sangat pemalu, ia terlalu kaku untuk bisa berbaur dengan orang-orang.
Arion telah melupakan gadis itu, sampai ia bertemu kembali dengannya di pesta pernikahan sepupunya yang gagal.
Arion sangat terkejut saat melihat gadis itu, datang ke dalam ruangan keluarga mempelai dengan mengendap-endap. Ia kemudian mengetahui bahwa gadis itu adalah adik Adrian.
Senang bukan kepalang, Arion ingin dekat dengan Luna. Tapi ternyata takdir berkata lain, Luna malah dijodohkan dengan Bryan.
__ADS_1