
"Kamu sepupunya Arion, kan?!" tanya Moana. Dia ingat benar wajah pria di depannya. Pria itu sering mengunjungi Arion sebelumnya, meminta Arion membantunya membuat tugas.
"Benar!" ujar Bryan senang. Baguslah Moana masih mengingatnya!!
"Ada apa?! Kenapa kamu bisa ada disini?!" tanya Moana. Samar-samar ia tahu bahwa pria itu pasti memerlukan bantuannya, sehingga dengan sengaja mencarinya hingga ke agensinya.
"Ya.. itu..." Bryan awalnya sangat senang, akhirnya bertemu dengan Moana. Namun sekarang ia bingung mau mengatakan apa.
"Hey!! Apa?!" tanya Moana tidak sabar.
"Itu ... apa kamu masih berpacaran dengan Arion?!" tanya Bryan kemudian. Ia bingung mau mengungkapkan maksudnya pada Moana. Ia ingin Moana menemui Arion walau hanya sejenak. Dan membuat Luna salah paham pada Arion.
"Ouhh.. sayang sekali kami sudah putus sejak lama!" ucap Moana, "Dia tiba-tiba saja mengirim pesan mengatakan putus lalu menghilang! Benar-benar orang br*ngs*k!!"
Moana merasa sangat kesal mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Meski Arion bukanlah pria yang luar biasa, bukan pria paling tampan dan juga sangat kaya, namun Arion adalah satu-satunya pria yang memberikan kasih sayang dan perhatian paling tulus pada Moana.
Moana dan Arion bertemu untuk pertama kali saat menjadi maba, di salah satu universitas kedokteran.
Ya, awalnya Moana ingin menjadi dokter!! Namun keisengannya menjadi model beberapa olshop, membawanya menjadi model profesional.
Moana yang memang kesulitan untuk belajar, selalu menjadi peringkat terakhir di kelas. Sementara Arion kebalikannya, ia selalu menjadi yang pertama di kelas.
Itulah kenapa Moana berusaha mendekati Arion yang dingin dan canggung itu.
Tak ada perasaan apapun yang dimiliki Moana pada Arion. Terutama karena penampilan Arion jauh dari tipe kesukaan Moana, yang manly dan tampan. Namun demi nilai-nilai yang bagus, Moana berusaha mendekati Arion.
Hingga akhirnya Moana berhasil menaklukkan Arion dan menjadikannya kekasihnya.
Walau hanya memanfaatkan Arion untuk mengerjakan tugas-tugasnya, namun Moana yang lama-lama mendapatkan cinta, kasih sayang, dan perhatian dari Arion merasa luluh juga.
Sepanjang hidupnya, Moana tak pernah mendapatkan cinta yang begitu tulus seperti yang Arion berikan padanya.
Ayah dan Ibu Moana bercerai saat Moana masih berusia delapan tahunan. Ibunya menikah saat usianya menginjak sepuluh tahun..Moana yang merupakan penghalang dalam pernikahan bahagia ibunya, langsung dilempar pada sang ayah. Tanpa bertanya pada Moana, ibunya langsung meninggalkan Moana di rumah ayahnya.
Hidup dengan pria yang lebih suka bekerja ketimbang di rumah, Moana selalu sendirian. Hanya ditemani 'nanny' yang menjaganya dengan setengah hati. Moana akhirnya tak bisa mencintai orang dengan sepenuh hati.
Di usianya yang menginjak empat belas tahun, ayahnya menikah dengan janda. Tanpa memiliki anak, janda itu awalnya mencintai Moana seperti anaknya sendiri. Namun segera setelah memiliki anaknya sendiri, wanita itu mengabaikan Moana.
Sepanjang hidup hanya bertemu dengan orang-orang yang tak pernah benar-benar mencintainya, bertemu dengan Arion adalah anugerah terbesar bagi Moana.
__ADS_1
Tapi sayangnya, Moana yang larut dalam gemerlap dunia permodelan. Bertemu dan tergoda dengan pria-pria tampan.
Memang benar, Moana menyukai cinta dan perhatian Arion. Namun tak sebanyak pria tampan bertubuh atletis yang selalu menggodanya dengan kenik matan. Apalagi, meski Moana berselingkuh, Arion tak pernah mengetahuinya. Dan tetap memberinya cinta.
Mabuk dalam euforia memiliki banyak pria dalam genggamannya. Membuat Moana terlena.
Ia yang mendapat kebahagiaan dari teman-teman prianya dan mendapat cinta dari Arion. Membuatnya merasa berada di atas awang-awang. Hingga ia tak tahu bahwa Arion telah mengetahui perangainya.
Arion yang mengetahui perseling kuhan Moana, akhirnya memutuskan hubungan dengan Moana begitu saja. Tanpa menemui Moana dan melalui sebuah pesan singkat.
Moana awalnya merasa terhina. Ia jengkel karena lagi-lagi dicampakkan bahkan oleh seorang Arion yang bukan siapa-siapa.
Awalnya Moana ingin meminta penjelasan pada Arion. Namun kemudian ia mengurungkan niatnya. Egonya membuatnya yakin bahwa ia akan hidup lebih baik tanpa Arion. Ia juga bisa menemukan pria yang bisa mencintainya melebihi Arion.
Moana juga percaya, di satu tempat, Arion sendiri masih mengharap cintanya dan menyesal karena telah mencampakkannya.
"Oh begitu... aku pikir kalian masih berkencan!" ujar Bryan terlihat kecewa.
"Kenapa?!" Moana mengernyit bingung. Apa hubungannya dirinya dan Arion masih berkencan dengan Bryan?!
"Kekasihku... Arion merebut kekasihku!" ujar Bryan kemudian.
****
"Hari ini kamu mau kemana lagi, sayang?!" tanya Arion, menatap istrinya dengan lembut.
Setelah menghabiskan waktu di cafe yang penuh kenangan itu, kini mereka berdua tengah berjalan-jalan santai sembari menikmati suasana hiruk pikuk jalanan Paris.
"Mas mau kemana?!" alih-alih menjawab, Luna balik bertanya. "Aku akan pergi ke tempat yang aman mau!"
"Aku mau menemanimu saja, sayang!" sahut Arion sembari meraih tangan istrinya. Kemudian menautkan jari jemarinya diantara jemari istrinya. "Istriku hari ini adalah ratunya!"
Luna terkekeh. "Mas akhir-akhir ini jadi gombal banget ya! Padahal dulu dingin-dingin, canggung begitu!"
"Itu kan karena kamu!" ucap Arion, "Karena kamu, aku jadi gombal gini!" seru Arion.
Arion tak pernah merasa sebahagia ini!! Ia benar-benar seperti sedang terbang di langit ke tujuh.
Kemana pun jika Luna menghendaki, maka ia akan mengikutinya. Mau ke museum Louvre, atau menara Eiffel, bahkan ke sungai Seine pun Arion akan jalani. Ia akan mengikuti kemana pun istrinya itu ingin pergi.
__ADS_1
Namun kata-kata Luna berikutnya, membuat Arion tercengang.
"Aku tak ingin kemana-mana mas!" ujar Luna kemudian.
"Kenapa?!" tanya Arion cemas, "Kamu kesakitan?! Masih sakit karena semalam?!"
Luna mengulum senyum, "Bukan begitu..."
"Lalu kenapa?! Apa ada yang membuat kamu tidak nyaman? Apa kamu lelah?! Kamu capek?!" tanya Arion lagi.
Luna menggeleng pelan, ia kembali mengulas senyum mendengar ocehan suaminya.
Menarik tangan Arion pelan, Luna mendekatkan tubuhnya pada Arion. Kemudian berbisik perlahan.
Mendengar kata-kaya Luna, mata Arion membelalak. Ia kaget, tapi sekaligus senang. Panas menjalar melalui telinganya, menuju ke seluruh wajahnya.
Ia kemudian menge cup pipi istrinya, kemudian memeluknya dengan mesra di jalanan.
"Ayo kita kembali ke hotel sekarang!" bisik Arion tidak sabar.
****
"Arion merebut kekasihmu?! Mustahil!" seru Moana. Ia tahu bagaimana Arion, apalagi merebut kekasih orang lain. Menarik perhatian gadis lain pun, Arion tidak mampu. Arion adalah pria yang dingin dan canggung.
Jika bukan karena kegigihan dan pesona Moana. Mana mungkin Arion akan berpacaran dengan seorang wanita.
"Aku serius!" ujar Bryan. Ia mereguk capuccino dengan pelan. Kini mereka telah memasuki gedung agensi Moana, dan tengah menikmati kopi di kantinnya.
"Kekasihku ternyata pernah bertemu dengan Arion di Paris beberapa tahun yang lalu. Mereka sepertinya saling jatuh cinta saat itu, tapi karena suatu alasan mereka tak bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain!"
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka! Aku dan kekasihku sudah hampir menikah, tapi Arion merebutnya dari tanganku!" sambung Bryan. Ia mengarang cerita sesukanya.
Ia tahu, Moana yang memiliki ego tinggi tak akan suka jika diprovokasi. Sehingga ia mencoba mengarang cerita dan memprovokasi Moana.
"Tunggu... Arion pernah pergi ke Paris?!Kapan itu?!" tanya Moana.
"Beberapa tahun yang lalu!" ucap Bryan, "Dia pergi untuk memberimu kejutan. Tapi sepertinya ia bertemu dengan kekasihku, dan jatuh cinta padanya! Sehingga memutuskanmu!!"
Mendengar ucapan Bryan, Moana merasa geram. Ia benar-benar marah!!!Bagaimana bisa, Arion yang seperti itu mencampakkannya begitu saja demi gadis lain!! Tidak bisa dibiarkan.
__ADS_1