Perfect Show Window

Perfect Show Window
BAB 62


__ADS_3

"Apa?!! Menjebak Luna?!" Bryan terkesiap mendengar gagasan Moana. "Bagaimana cara menjebak Luna?!!"


"Bertemulah dengan Luna di suatu tempat. Beri dia obat ini! Dan bawa dia masuk kedalam sebuah kamar!!" ujar Moana sembari menyerahkan obat perang sang yag telah ia siapkan.


"Bagaimana aku bisa melakukannya?! Luna bahkan tak mau bertemu deganku!!" keluh Bryan. Sejak menikahi Arion, Luna melebarkan jarak diantara mereka. Apalagi bertemu berdua, berbicara berdua saja Luna tak mau.


Luna bersikap ramah, tapi tidak memberi celah untuk munculnya sebuah kesalah pahaman. Luna sepertinya sangat berhati-hati dengan kelakuannya, agar tidak menyakiti hati suaminya.


"Kau ada alasan yang bagus kan?! Bicara saja mengenai kebusukan sahabatnya itu!!" usul Moana.


Mata Bryan membola, ia merasa itu ide yang bagus!!


Untuk alasan lainnya, mungkin Luna akan menolaknya mentah-mentah. Tapi untuk sahabatnya, Luna pasti tak akan menolak.


"Buat terlihat seperti kalian sedang bermesraan! Bahkan jika kalian benar-benar melakukannya, itu akan sangat bagus!" ujar Moana. "Nanti aku akan datang bersama dengan Arion dan menggerebek kalian!!"


"Arion pasti akan sangat marah!! Mereka pasti akan langsung berpisah!" Moana yakin Arion akan melakukan hal yang sama, seperti saat Arion menemukan Moana dan Carlton dahulu.


Bryan mengangguk. Dengan obat itu, Luna mungkin tak akan sadarkan diri dan begitu ingin melakukannya degan Bryan. Sehingga tak sulit untuk hanya sekadar bermesraan. Tapi bagaimana jika Luna tak mau makan ataupun minum?!!


"Tapi bagaimana jika dia tak mau makan dan minum?!" tanya Bryan kemudian.


Moana terdiam. Ia tercenung, memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


Sebuah ide pun muncul di benaknya!!


"Kau katakan saja bahwa kau menyimpan bukti bahwa Arion bersekongkol dengan Winda di kamar!!" ucap Moana.


"Tapi aku tidak memiliki bukti semacam itu!" sergah Bryan. Ia dan teman-temannya sudah berusaha semaksimal mungkin mencari bukti-bukti keterlibatan Arion dengan tindakan yag Winda lakukan.


Tapi Bryan tak menemukan apapun!! Winda melakukannya sendiri. Tanpa bantuan orang lain.


"Kau tak perlu menunjukkannya padanya!! Kau hanya perlu membawa Luna masuk ke dalam kamar. Lalu menahannya selama mungkin!" ungkap Moana, "Tepat saat pintu terbuka. Pura-puralah sedang bermesraan dengannya!"


"Apa ini akan berhasil?!" Bryan merasa ragu. Arion sangat mencintai Luna, hal kecil semacam ini mungkin tak akan berarti. Apalagi merusak hubungan keduanya, bahkan menggoyahkan mereka saja tidak bisa.


"Kau tidak tahu, semakin besar sebuah perasaan. Semakin banyak kecurigaan!!" ucap Moana, "Apalagi Arion pernah dikhianati sebelumnya. Aku yakin Arion masih menyimpan rasa trauma di hatinya!!"


Seperti ucapan Moana, Arion memang menyimpan perasaan trauma yang dalam setelah dikhianati oleh Moana sebelumnya.

__ADS_1


Bahkan sekarang, karena perasaannya pada Luna yang lebih besar, Arion merasa semakin takut akan kehilangan. Hingga ia menjadi semakin curiga akan semua hal yang menyangkut istrinya.


Ia percaya pada Luna, tapi ia tak percaya akan dirinya!! Ia takut membuat Luna kecewa dan bosan terhadap sikapnya yang dingin dan kaku.


"Tidak!! Istriku tak sama seperti dirimu, Moana!" Arion menolak perkataan Moana. Ia tidak percaya bahwa istrinya dan Bryan kembali bersama.


Meski Bryan katanya hanya dijebak dan akan segera bercerai dari Winda, tapi Luna tak akan semudah itu kembali pada Bryan.


'Setelah apa yang kami lalui bersama, tidak mungkin Luna akan mencampakkanku begitu saja!!' batin Arion.


"Kau tidak percaya?!" Moana menantang Arion, "Ayo ikut aku! Aku akan tunjukkan padamu kalau aku benar! Aku melihat Luna bertemu dengan Bryan di sebuah hotel!"


Dheg!!


Mendengar ucapan Moana, hati Arion mencelos.


'Luna bertemu dengan Bryan di hotel?!' batinnya sendu. 'Tidak! Tidak!'


"Sudahlah!! Aku tidak percaya padamu!" Arion menolak ajakan Moana.


"Kenapa kau tidak mau ikut!? Kau tak percaya dengan istrimu ya?! Kau takut menemukannya disana dengan Bryan kan?!" pancing Moana.


"Kalau begitu, ayo kita pergi kesana!! Dan buktikan kalau aku salah!" Moana kembali memprovokasi Arion.


'Ayolah! Ayolah! Gigit umpannya!' batin Moana gemas. Arion adalah orang yang sulit.


Moana bahkan harus menunggu sekitar dua jam-an sebelum bisa bertemu dengan Arion. Saking sibuknya pria itu. Bahkan setelah berhasil bertemu, Arion sama sekali tak menggubris kata-kata Moana. Sampai Moana menyebut Luna.


"Ayo!!" sentak Arion geram. Ia akan membungkam mulut Moana nanti, jika terbukti berbohong!!


Namun Arion segera dihantam oleh kenyataan saat melihat Luna memang sedang bermesraan dengan Bryan di dalam sebuah kamar hotel.


"Mas?!" Luna terbelalak kaget saat melihat kehadiran Arion dan Moana.


"Luna?!" Arion juga kaget.


Sejenak mereka hanya saling menatap. Di hati Luna bergejolak beragam perasaan.


Setelah mengetahui kenyataan mengenai perbuatan Winda pada Bryan, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya mungkin terlibat dalam tindakan keji itu.

__ADS_1


Untuk membuktikan bahwa ucapan Bryan salah, Luna mengikuti Bryan menuju ke dalam kamar hotel yang konon adalah tempat Bryan menyimpan bukti-bukti keterlibatan Arion.


Namun belum sempat melihat bukti-bukti itu, Arion muncul bersama dengan Moana.


"Mas, apa benar kamu...?!" belum habis kata-kata Luna, Arion telah menyela.


"Setelah kamu mengetahui kebenarannya, kamu langsung kembali ke dalam dekapan Bryan?! Ha..." Arion tertawa sumbang, "Apa selama ini tak ada artinya, aku bagimu?! Setelah apa yang kita lalui bersama! Apa aku bukan apa-apa?!"


"Mas, ini tidak seperti yang kamu duga! Aku datang kesini karena..."


Arion kembali memotong ucapan istrinya. "Tidak seperti yang aku duga?! Kalian berpelukan tadi! Dia! Dia menci Ummu!!"


Saat Arion masuk ke dalam ruangan, ia melihat Bryan dan Luna saling berciuman.


Luna sendiri kaget! Ia bingung, tiba-tiba saja Bryan yang awalnya mencari-cari sesuatu di meja. Seketika menyerangnya dengan ciuman begitu pintu terbuka.


"Tidak seperti itu, mas!!" ucap Luna. Ia ingin menanyakan terkait keterlibatan Arion dengan Winda. Tapi Luna ingin menyelesaikan salah paham ini terlebih dahulu.


"Ini hanya salah paham!" ujar Luna lagi.


Namun hati Arion yang sakit melihat kemesraan Luna dan Bryan tak tertahankan lagi.


Bayangan saat Bryan berci uman dengan Luna, berputar di dalam benaknya. Hingga membuat Arion merasa pusing dan pening.


"Jika kau memang lebih mencintainya daripada aku, aku tidak akan pernah memaksamu bersama denganku. Luna.." ujar Arion dengan bibir bergetar. Buliran bening meleleh di pipinya.


Tak ingin menunjukkan rasa sakitnya di depan Bryan dan Moana. Arion segera berbalik dan pergi!!!


****


Menghadiri persidangannya sendirian tanpa kehadiran suami yang telah menggugatnya. Winda tak merasakan sedikitpun rasa sedih ataupun getir. Seperti apa yang sering ia lihat di TV.


Hanya ada sedikit penyesalan di hatinya karena tak bisa 'mencuri' lebih banyak uang dari suaminya.


Meski Winda tak ingin bercerai begitu saja, dan berniat untuk mendapatkan lebih banyak harta. Tapi ancaman tersirat Bryan melalui kuasa hukumnya, telah membuat Winda berubah pikiran.


Ancaman Bryan untuk melaporkan Kejahatan Dalia, merupakan senjata pamungkas yang membuat Winda tak bisa berkutik.


"Di persidangan selanjutnya, saya harap anda juga bisa bekerjasama dengan baik!" ungkap kuasa hukum Bryan. "Anda adalah orang yang cerdas, pasti bisa berpikir dengan bijak!"

__ADS_1


"Tak ada untungnya menjadi musuh client kami!" imbuh kuasa hukum Bryan melontarkan ancaman tersirat pada Winda di akhir persidangan.


__ADS_2