Perfect Show Window

Perfect Show Window
BAB 47


__ADS_3

Berpikir keras, mencari cara untuk menghindari ma lam pertama. Bryan yang tengah bermeditasi di dalam bilik toilet, merasa terganggu dengan suara berisik di luar.


"Gua gak nyangka si Winda malah berhasil dapat tuan muda konglomerat!" suara berat seorang pria muda terdengar.


Dheg!!


Mendengar nama Winda disebutkan, Bryan kaget seketika. Bryan yakin, Winda yang dimaksud adalah Arawinda. Penasaran, ia kemudian mendengarkan pembicaraan orang-orang yang ada di luar.


"Iya, gue juga kaget pas dapet undangannya. Gue kesini cuma buat memastikan! Tapi ternyata benar!" sahut suara lainnya.


"Hebat bener dia ya!"


"Habis ngejerat om-om tua bangka kaya raya, sekarang ngejerat cowok tampan yang tajir!"


"Ha.. ha.. ha.. ha..." suara gelak tawa berbarengan.


Bryan mengernyit bingung, apa maksudnya itu???


"Kasihan banget suaminya, apa dia gak tau ya istrinya itu p******!!!" koar suara lainnya.


"Kayaknya suaminya gak suka main sosmed! Makanya gak tau skandal Winda yang kayak gitu"


'Skandal?! Winda punya skandal?!' Bryan mengernyit bingung. Buru-buru ia mengambil gawainya dan menggulirkan tangannya, mengecek sosmed.


Ia mengetik nama wanita yang sejak beberapa jam lalu telah resmi menjadi istrinya.


'Arawinda Belvina Dana'


Dengan hati yang berdebar, ia menunggu berita yang akan muncul di layar gawainya. Bryan kemudian dikejutkan dengan hasil pencarian terkait dengan nama Winda.


'Winda pelakor'


'Winda perebut suami orang'


'Arawinda simpanan om-om'


'Arawinda doyan om-om'


Tangan Bryan gemetar saat ia membuka setiap artikel yang menunjukkan semua skandal yang terkait dengan Winda.


'Bagaimana bisa aku tidak tahu ini?!!' sesal Bryan di dalam hatinya.


Ia pernah melihat berita ini! Namun saat itu, ia tidak peduli dan hanya menganggapnya sebagai angin lalu.

__ADS_1


'Toh tidak ada hubungannya denganku!' batin Bryan saat itu.


Ia tidak tahu bahwa sekarang ia begitu berkaitan dengan wanita dalam berita tersebut.


Bryan sendiri tidak curiga saat mendengar penuturan Winda yang konon pernah dile cehkan oleh bosnya di tempat kerja. Ia percaya begitu saja, karena Winda adalah teman Luna.


Tak tahunya, ternyata Winda adalah musang berbulu domba. Bukannya korban, wanita itu kemungkinan besar adalah pelakunya. Mengingat apa yang terjadi pada dirinya, kemungkinan besar pria tua itu juga dijebak oleh Winda.


'Si*l!!' batin Bryan jengkel. Ternyata selama ini, dirinya telah ditipu mentah-mentah oleh Winda. Bryan merasa bodoh karena pernah bersimpati pada Winda.


****


Memutar tubuhnya di cermin, Winda kagum pada dirinya sendiri, yang tengah mengenakan lingerie merah darah. Yang membuat warna kulit kuning langsatnya terlihat lebih bersinar.


Meski ia tak secantik Luna, namun Winda yakin bisa membuat Bryan bertekuk lutut di bawah kakinya setelah malam ini. Mengingat, Bryan sudah membuka hati untuknya.


Akhir-akhir ini sikap Bryan jauh berubah. Sama seperti sebelum 'insiden itu' terjadi, Bryan kembali ramah dan juga perhatian terhadapnya.


'Benar!! Aku yakin bisa membuat Bryan jatuh cinta!' batin Winda, 'Lagipula, Luna juga sudah menikah!'


Memoles sedikit lipstik di bibirnya, Winda telah siap menjalani ritual malam pertama dengan Bryan.


Namun alih-alih langsung datang ke kamar pengantinnya, Bryan kini tengah bersenang-senang bersama teman-temannya.


"Lu kenapa sih, nikah tapi kayak frustasi gitu!!" celetuk Tirta, sahabatnya yang lain.


"Nikah kan belum tentu bahagia broo~!!" ucap Bryan parau. Bryan sudah setengah mabuk. Ia tak tahu apa yang ia ucapkan.


Damien menggeleng pelan, meminta Tirta untuk tak mempedulikannya.


"Pindahkan semua minumannya!" titah Damien pada Tirta. Tirta langsung menyingkirkan minuman yang tersaji di atas meja dengan cepat.


Ia tahu ada yang tidak beres dengan pernikahan sahabatnya itu.


Belum ada sebulan lewat, sejak Bryan memberikan undangan untuk dirinya dengan penuh senyum. Namun bukannya Bryan, tapi Arion yang menikah dengan gadis itu.


Awalnya, Damien berpikir wanita yang hendak menikahi Bryan kemungkinan telah memiliki hubungan dengan Arion, sehingga pada akhirnya Arionlah yang menikahi wanita itu.


Namun mendapati kenyataan bahwa Bryanlah yang sekarang menikahi gadis lain, sepertinya yang memiliki hubungan lain disini adalah Bryan.


"Ada apa sih broo!?" celetuk Tirta lagi. Ia tak tahan melihat sahabatnya depresi seperti ini.


"Si b*ngs*t Arawinda itu!" keluhnya, "Dia menjebakku! Aku jadi tidak bisa menikahi Lunaku!"

__ADS_1


"Arion b**Ng**k!! Dia malah merebut Luna dariku!!" sentaknya lantang, "Padahal Luna dan aku saling cinta!!"


"Kenapa kami jadi seperti ini.. hik!" lirih Bryan. "Harusnya istriku itu Luna, bro~ Luna~!!"


Tirta dan Damien saling pandang. Samar-samar mereka memahami garis besarnya.


"Kenapa lu bilang istri lu menjebak lu?!" tanya Damien lagi. Ia prihatin juga dengan sahabatnya ini.


Bryan ini termasuk pria yang baik. Meski terkadang suka gonta ganti pacar. Tapi dia jarang 'jajan' di luar. Berbeda dengan Damien dan Tirta yang merupakan buaya. Yang 'makan' apa saja yang bisa 'dimakan'.


"Gue gak inget bro! Gak inget kayak gimana malam itu, tapi dia bilang..dia bilang gue.. hik.." Bryan berbicara ngawur. Maklum dia lagi mabuk, "Dia bilang gue udah merenggut kesu ciannya! Padahal ternyata dia udah gak su ci!! hahaha... gue dikibulin!"


Damien dan Tirta saling berpandangan. Sepertinya teman mereka ini memang telah dijebak.


"Oke.. gue yakin lu memang dijebak! Nanti kita bantu lu! Tapi sekarang lu berhenti dulu minumnya!" suruh Damien.


"Gue cinta..cinta banget sama Luna.."Bryan meratap sambil menangis. "Cinta banget sama dia.. seharusnya Luna istri gue sekarang... hiks.. hiks.."


Bryan yang mabuk, memperlihatkan semua rasa sakitnya di hadapan kedua teman-temannya. Padahal sebelumnya ia bertekad untuk tidak mengungkapkan patah hatinya ini pada siapapun. Ia gengsi mengakui hatinya yang masih menjadi milik Luna.


Bryan tak pernah seyakin ini pada perempuan. Biasanya jika ia menjalin hubungan dengan perempuan, ia tak pernah berpikir untuk menikahinya. Ia hanya menjalani semuanya begitu saja. Namun dengan Luna, ia memikirkan masa depan.


Menikah, memiliki anak...ia memikirkan hal itu hanya dengan Luna.


"Gue cinta dia.. tapi dia milik Arion sekarang!!" gumam Bryan lagi.


Damien mendengus pelan, menepuk punggung sahabatnya dengan perlahan.


"Sudah! Sudah!" ucap Damien, "Nanti juga lu ketemu sama wanita yang lebih baik dari si Luna-Luna itu!"


"Iya bener! Cewek kan bukan dia doang, Bri!!" imbuh Tirta.


Ditemani oleh dua orang sahabatnya, Bryan menghabiskan malam pertamanya di meja para tamu resepsi pernikahannya. Mengabaikan Winda yang terus menunggu Bryan di kamar pengantin mereka.


"Kemana mas Bryan?? Kok sudah jam segini masih belum datang?!" keluh Winda. "Apa dia masih bersama teman-temannya?!"


Winda tak ingin mengganggu waktu Bryan bersama dengan teman-temannya. Sehingga ia kembali ke kamar pengantinnya lebih awal.


Ia berpikir untuk membiarkan Bryan menghabiskan waktu bersama teman-temannya di hari bahagianya. Namun ini sudah sangat keterlaluan. Waktu telah menunjukkan pukul tiga dini hari. Dan suaminya masih belum kembali!!


"Apa memang harus sebegininya?!" geram Winda. Ia ingin menjemput suaminya kesana. Namun ia malas harus mengganti lingerie-nya.


Akhirnya Winda memutuskan untuk menunggu Bryan sembari berbaring-baring di ranjang. Tapi ranjang yang terasa empuk dan nyaman membuat Winda merasa mengantuk. Hingga akhirnya ia tertidur dengan lelap.

__ADS_1


Winda bahkan tidak menyadari saat dua orang masuk ke dalam kamar tersebut, sembari memapah tubuh suaminya yang tidak berdaya karena mabuk.


__ADS_2