
'Apa ini?!' batin Moana saat melihat makanan yang disediakan oleh Luna untuk Arion.
Semua yang ada di depan matanya. Tak salah lagi adalah makanan rumahan khas Indonesia. Yang penuh dengan bumbu-bumbu. Dan bau pedas yang menyengat.
Moana yakin, Arion tak menyukainya. Karena saat berkencan dengannya, Arion lebih sering menikmati makanan cepat saji.
Mereka jarang berkunjung ke restaurant yang menyediakan makanan lokal.
'Arion, mana suka!!' cibir Moana di dalam hati. 'Ternyata dia tak begitu mengenal Arion! Cih! Lagaknya saja seperti tahu segalanya!!'
Tapi berbanding terbalik dengan pikiran Moana, Arion terlihat sangat menyukainya. Bahkan makan dengan lahap.
Saling menyuapi satu sama lain, mereka menikmati waktu makan mereka dengan mesra.Seolah-olah Moana yang ada di hadapan mereka tak kasat mata.
Karena hanya membawa sepasang peralatan makan. Luna yang telah memberi alat makannya untuk Moana, terpaksa harus berbagi dengan suaminya.
Namun alih-alih merasa terganggu, Arion merasa sangat senang, karena bisa disuapi oleh istrinya. Dan bermanja-manja terus.
'Sepertinya ada hikmahnya, Moana minta makan!' batin Arion gembira.
Arion bukannya tak menyukai makanan khas Indonesia. Hanya saja saat berkencan dengan Moana, Moana jauh lebih dominan darinya. Arion yang tak suka berdebat, selalu mengalah pada Moana.
Walaupun Arion bosan dengan makanan cepat saji, ia mengikuti keinginan Moana yang selalu mengajaknya makan makanan cepat saji.
Berbeda dengan Luna.
Meski Arion sudah menyebutkan, akan memakan apapun yang dimasak oleh Luna untuknya. Tapi Luna selalu bertanya pada Arion, ingin makan apa hari ini?!!
"Nanti malam mas mau dibuatin apa?!" tanya Luna kemudian.
"Nasi goreng ,boleh?!" tanya Arion, ia suka setiap masakan yang buat oleh Luna. Terasa sangat enak.
"Mas kangen nasi goreng buatan kamu! Sudah lama tidak makan itu.."
Luna mengangguk, "Apa lagi?! Mas mau dibikin apa lagi?"
Arion menggeleng kemudian berbisik, "Kamu!"
__ADS_1
"Mas!!" Luna memekik saat mendengar ucapan suaminya. Ia merasa tidak enak juga, ada orang lain di depan mereka.
Moana yang melihatnya, merasa sangat geram. Ia mengurungkan niatnya untuk makan, membanting alat makan ke meja kemudian berkata dengan kesal.
"Aku kesini ingin meminta janjimu padaku, Rion!" ujar Moana. Menatap tajam pada Arion yang tengah menggenggam tangan istrinya dengan mesra.
Hati Moana panas!!
Betapa marahnya ia! Saat bersama dengan dirinya, penampilan Arion sangat buruk. Sehingga Moana terus mencari pria lain yang bisa memenuhi seleranya.
Namun sekarang, setelah mereka berpisah. Arion menjadi begitu tampan. Dengan jubah putih yang membalut tubuhnya, Arion penuh dengan pesona yang bahkan mampu membuat hati Moana berdebar-debar.
"Janji apa?!" Arion mengernyit bingung. Ia tidak ingat pernah berjanji.
"Kamu bilang, setelah aku menjadi model internasional. Kamu akan mengajakku liburan berdua kan?! Aku meminta janjimu itu!!" ujar Moana.
Arion tercenung, berusaha mengingat apa memang ia pernah berjanji seperti itu. Membelai lembut jemari Luna yang telah ia genggam, Arion kemudian berkata.
"Aku minta maaf, aku tak ingat pernah mengungkapkan janji semacam itu padamu!" ujar Arion. Ia tak ingat sama sekali pernah mengucapkan janji semacam itu.
"Apa?! Bagaimana bisa kau lupa?! Itu adalah janji yang kita buat saat aku pergi ke Paris pertama kali!" ujar Moana, "Kau menangis dan memelukku! Ingat?!"
Keluarga besarnya pun jauh darinya, karena sang kakek yang tidak suka terhadap dirinya. Bahkan teman-teman di kampusnya, tak begitu menyukai Arion yang berpenampilan aneh dan canggung.
Namun demi masa depan Moana yang lebih cerah, Arion merelakan kekasihnya itu pergi. Dan dengan senang hati, memberi semangat.
Ia ingat menangis dan memeluk Moana saat itu. Tapi sama sekali tak ingat apa yang ia katakan.
Itu sudah terlalu lama..
Dan lagi, perasaannya pada Moana mulai sirna setelah bertemu dengan Luna. Sehingga kenangannya akan masa lalu dengan Moana pun mulai menghilang.
"Aku benar-benar tidak ingat! Aku minta maaf!" sahut Arion lagi. "Tapi meskipun aku mengingatnya, aku tak bisa menepati janjiku itu padamu!!"
"Kenapa?! Apa maksudmu?!" Moana mendelik. "Aku datang kesini untuk itu!!"
"Aku telah memiliki istri sekarang!" sahut Arion, "Aku tak bisa berlibur denganmu!"
__ADS_1
"Janji adalah janji, Rion!" sentak Moana.
"Apa yang aku ucapkan saat itu, adalah untuk kekasihku!! Tapi saat ini kau bukan siapa-siapa bagiku!" sambung Arion, "Hubungan kita sudah berubah! Semua sudah berubah Moana!"
Mendengar ucapan Arion, Moana mendecih kesal.
Ia pikir kedatangannya kembali ke hadapan Arion, akan membuat Arion goyah. Ia pikir, Arion masih mencintainya.
Mengingat hubungan mereka putus bukan karena perasaan bosan. Melainkan perse lingkuhan.
"Aku tahu, kau begini bukan karena tidak mencintaiku!" ucap Moana, "Aku tahu kau bersikap dingin karena aku melakukan kesalahan itu!"
"Dengar...apa yang terjadi saat itu hanyalah semacam kecelakaan!" Moana berdalih, "Aku jauh darimu dan Carlton menggodaku!! Aku terlalu muda dan begitu labil! Aku tidak tahu bahwa itu salah dan menyakitimu seperti ini! Tapi yang pasti, pria yang aku cintai adalah dirimu, Rion!"
"Ayo kita mulai lagi dari awal! Aku janji akan menjadi wanita yang lebih baik lagi untukmu!" ucap Moana, "Aku tahu, kau juga masih memiliki cinta di hatimu untukku!"
Arion menghela nafas jengkel. Ia tahu ini akan sangat menyulitkan. Mengingat sikap keras kepala Moana.
Arion kemudian mengalihkan pandangan pada istrinya, yang dengan setia berada di sisinya. Luna tak berbicara sepatah katapun, seolah memberikan Arion waktu untuk menuntaskan masa lalunya.
"Aku rasa kau salah paham, Moana!" ujar Arion kemudian, "Bohong jika aku bilang, aku tak memiliki perasaan yang tertinggal padamu saat itu!"
"Tapi daripada disebut sebagai cinta!! Itu lebih kepada penyesalan!" ujar Arion. "Namun akhir-akhir ini perasaan menyesal karena telah bertemu dengan mu berubah!!"
Moana mengernyit, tak mengerti dengan ucapan Arion. "Berubah?! Berubah seperti apa?!"
"Aku bersyukur!" sahut Arion.
"Aku bersyukur karena bertemu denganmu! Aku bersyukur pergi ke Paris saat itu, aku bahkan bersyukur kau berselingkuh!!" sambung Arion. "Karena perbuatanmu itu, aku bisa bertemu dengan Luna. Jatuh cinta padanya dan sekarang menikah dengannya!"
Moana yang mendengarnya merasa jengkel luar biasa!! Ia merasa benar-benar terhina. Seakan-akan ia hanya seorang pemeran pembantu, yang membawa pemeran utama untuk bersatu!!
Sebaliknya, Luna yang mendengarnya. Merasa begitu terkejut.
"Mas?! Apa yang mas bilang?!" tanya Luna kaget.
"Benar kan?! Jika aku tidak melihat Moana bersama pria lain, mungkin kita tidak akan bertemu... dan aku tidak akan pernah merasa sebahagia ini!!" ujar Arion. Menatap istrinya lembut, "Aku sangat bahagia, sayang!! Aku benar-benar bersyukur!"
__ADS_1
"Mungkin sepertinya aku jahat, tapi aku bersyukur kau dan Bryan tidak bersama!"
Luna terkesiap, ia tak menyangka bahwa suaminya memiliki perasaan yang begitu dalam padanya.