Perfect Show Window

Perfect Show Window
BAB 64


__ADS_3

Luna menumpahkan seluruh keluh kesahnya pada sang suami. Termasuk apa yang terjadi padanya dan Bryan, hingga ucapan Bryan yang mengungkap bahwa Arion telah bersekongkol dengan Winda.


"Mas.. aku tak pernah ingin menuduhmu.. aku hanya ingin penegasan darimu!! Apapun yang terjadi, aku tetap mencintaimu!" ujar Luna sembari menahan tangis yang hendak pecah.


Melihat istrinya yang terus mengucapkan kata-kata cinta padanya. Arion merasa senang sekaligus kebingungan. Arion pikir, istrinya itu tak mencintainya. Tapi ternyata ia telah salah paham.


Melihat ketulusan sang istri, Arion menyadari bahwa ia selama ini hanya salah paham.


Ia kemudian berpikir, mungkin saja istrinya juga salah paham terhadapnya. Arion kemudian menceritakan semua keluh kesahnya.


Kekhawatiran dan kecemasannya terhadap perasaan Luna. Juga kata-kata Bryan yang membuatnya berpikir untuk menceraikan Luna.


"Aku tidak pernah berhubungan dengan Winda, tak pernah bersekongkol dengannya!" ucap Arion, "Apa kamu sudah melihat bukti yang katanya dimiliki oleh Bryan?!"


Luna menggeleng, "Saat mas datang, dia sedang mencarinya. Tapi anehnya tepat ketika mas masuk, dia tiba-tiba menciumku! Aku kaget mas!"


Arion tercenung. Sebelumnya ia tak menyadari ada yang aneh, karena perasaannya campur aduk setelah melihat Bryan dan Luna berciuman. Tapi sekarang setelah mereka saling berbicara dan Arion bisa berpikir jernih, barulah Arion menyadarinya.


Fakta bahwa Moana datang ke ruangannya dan mengajaknya untuk membuktikan kebersamaan Luna dan Bryan. Lalu Bryan yang tiba-tiba mencium Luna.


"Sepertinya ini rencana mereka!" ucap Arion menduga-duga. "Mereka menjebak kita!"


Arion merasa sangat bersalah. Ia tak menyadari hal ini sebelumnya dan malah larut dalam rasa sakit hatinya sendiri.


"Maaf Luna.. aku minta maaf!" ucap Arion, "Aku sama sekali tak ingin bercerai!"


"Aku mengatakan hal itu karena ucapan Bryan. Bryan datang menemuiku, dan berkata bahwa kamu tak mencintaiku. Kamu terpaksa mempertahankan pernikahan kita, karena kamu kasihan padaku!"


Luna menggeleng, "Aku sangat mencintaimu mas! Aku tak ingin bercerai!"


Arion tersenyum, menatap istrinya dengan sendu. Ia kemudian mengangguk, ia tak lagi buta oleh rasa sakitnya dan lebih memahami perasaan istrinya.


"Aku juga sangat mencintaimu!" ucap Arion. "Maaf aku tidak mendengar penjelasanmu sebelumnya!"


Arion memeluk istrinya dengan lembut. Mencium keningnya perlahan. Rasa sakit dan kecewa yang bersarang di hatinya langsung sirna. Ia lega kesalah pahaman diantara mereka menghilang. Hampir saja mereka berpisah dengan sia-sia.


"Aku juga minta maaf mas.. aku termakan kebohongan mas Bryan. Hingga menyakiti hatimu!" sesal Luna. Ia mengira kata-kata yang dilontarkan oleh Bryan adalah kebenaran, karena Bryan begitu yakin. Bahkan sesumbar mengucap memiliki bukti.


"Sayang... itu bukan kesalahanmu!!" bisik Arion kemudian."Yang terpenting sekarang, semua telah jelas!! Tak ada kesalah pahaman lagi diantara kita!!"

__ADS_1


Luna mengangguk setuju. Ia sudah mendengar penjelasan suaminya. Dan tak lagi menyimpan kekecewaan apapun terhadap suaminya.


"Ngomong-ngomong.. Selamat, sayang!" celetuk Arion.


"Huh?!" Luna kaget. Ia bingung kenapa suaminya tiba-tiba mengucap selamat padanya!?


"Selamat!! Kamu hamil, sayang!!" bisik Arion lagi, "Ada janin kecil di perutmu!"


Arion menyentuh perut istrinya dengan lembut. Lalu mengelusnya perlahan.


Luna membola. Ia kaget. Sejenak ia tercenung, bak sebuah patung.


"Kamu hamil!" ulang Arion lagi.


Senyum mengembang di bibir Luna. Ia memeluk suaminya dengan riang.


"Benarkah, mas?!" tanya Luna. Air mata bahagianya hendak tumpah.


Arion mengangguk, "Kamu hamil, sudah dua Minggu!"


****


"Kenapa Arion masih belum bertindak?!" gumam Bryan, "Apa dia tak memakan umpanku?!"


Seharusnya jika sesuai dengan prediksi dari Moana. Arion akan segera menceraikan Luna setelah mendengar ucapan Bryan. Tapi ini sudah seminggu lamanya, apalagi berita perceraian. Pisah ranjang pun mereka, tidak!!


"Kau sudah melakukannya dengan baik kan?!" tanya Moana. Merasa ragu dengan hasil kerja Bryan.


Jika Bryan melakukan perintahnya dengan baik, sudah bisa dipastikan kedua orang itu akan berpisah!! Tak diragukan lagi!


"Tentu saja!" sahut Bryan. Ia yakin telah memprovokasi Arion dengan baik, seperti apa yang dimaksud Moana. "Aku sudah melakukan sesuai perintahmu!!"


"Lalu kenapa tidak terjadi apapun?!" tanya Moana kebingungan.


Bryan mengedikkan bahunya, ia juga bingung.


"Aku akan mencari tahu keadaan mereka dulu!" ujar Bryan. Ia berniat untuk mencari tahu keadaan rumah tangga Arion dan Luna. Mungkin saja mereka sudah berpisah, hanya saja tak menunjukkannya di depan keluarga. Maklum, hubungan antara Luna dan Arion bukanlah hubungan biasa.


'Bagaimana caraku mencari tahu?!' batin Bryan. Ia menimbang di dalam hatinya, akan langsung bertamu ke kediaman Luna dan Arion atau mencari tahu lewat keluarganya?!

__ADS_1


Namun ternyata Bryan tak membutuhkan banyak usaha untuk melakukannya. Karena beberapa hari setelahnya, sebuah undangan datang dari Arion. Ditujukan untuk keluarga besar Bradley.


Tak tertulis acara apa yang akan diselenggarakan. Hanya sebuah undangan untuk hadir dan informasi mengenai dress code.


Bertepat di kediaman Luna dan Arion, pasangan pengantin baru itu mengadakan sebuah pesta kecil dan mengundang kedua keluarga besar mereka. Bahkan Luna dan Arion turut mengundang Moana.


Awalnya Moana tak mengerti, kenapa dia juga diundang dalam acara keluarga Arion dan Luna. Tapi setelah mendengar pernyataan pasangan suami istri itu, barulah Moana mengerti.


"Semuanya, saya dan Luna ingin menyampaikan sebuah kabar gembira!!"ujar Arion, menarik perhatian setiap orang yang hadir.


Seraya menggenggam tangan istrinya, Arion melanjutkan kata-katanya.


"Luna sedang mengandung!" Arion mengumumkan.


Kedua kakek tua yang sedang duduk bersebelahan itu kaget, ayah dan ibu Luna juga Adrian membola. Sementara itu, Ethan dan juga Nimas hanya bisa terbengong. Sedangkan Dominic yang telah mengetahuinya terlebih dulu, hanya bisa tersenyum senang.


"Selamat Arion, Luna!!" Ilham adalah orang pertama yang berseru.


"Terimakasih!! Terimakasih!! Kakek sangat senang!! Benar-benar senang!!" teriak Max. Tangis harunya pecah. Ia tak bisa menahan rasa bahagianya. Setelah bertahun-tahun melewati berbagai generasi. Akhirnya kedua keluarga resmi menjadi satu!!


Max kemudian merengkuh Arion dan juga Luna dengan riang.


Felicia juga menghampiri putrinya dengan bahagia.


"Selamat sayang!!" ucap Felicia, ia tidak menyangka akan menjadi nenek begitu cepat. Ia tak bisa menahan perasaan yang meluap-luap di dadanya. "Gadis kecil mama sekarang akan menjadi seorang ibu!"


Luna mengangguk pelan, kemudian memeluk ibunya yang tengah emosional.


"Selamat anak-anak!" ucap Darian, "Kalian memberikan kabar paling membahagiakan untuk kami!!"


Darian memeluk menantunya dengan hangat.


"Terimakasih pa!" sahut Arion membalas pelukan hangat mertuanya.


Sementara orang-orang bersuka cita dengan kabar yang diungkapkan oleh Arion. Bryan dan Moana swbaliknya. Mereka sangat terpukul.


Usaha yang mereka lakukan beberapa hari terakhir ini, tak membuahkan hasil. Bahkan sebuah peristiwa mengejutkan telah menghancurkan harapan mereka.


Bryan memang sangat menginginkan Luna kembali padanya. Tapi sekarang Luna telah hamil anak Arion. Ia tak setega itu untuk menghancurkan hati Luna yang tengah mengandung.

__ADS_1


Moana sendiri, yang tak kuat menahan rasa sakit hatinya memilih untuk kembali ke Paris. Ia memahami maksud Arion yang mengundangnya datang ke acara yang seharusnya hanya dihadiri oleh keluarganya.


Ini adalah cara halus dari Arion untuk memintanya Berhenti. Dan mengungkap bahwa ini adalah akhir dari kisah mereka.


__ADS_2