
"Sayang... ayo kita pergi!" meraih tangan istrinya, Arion mengajak istrinya untuk pergi. Ia tahu benar sifat dan tingkah Moana jika sedang bersitegang dengan seseorang.
Dahulu, Arion tidak begitu mempermasalahkannya. Meski kata-kata Moana terkesan menyakitkan. Tapi Arion memahami bahwa itu adalah cara Moana, agar tidak gampang diremehkan.
Namun sekarang, wanita yang akan disakiti oleh Moana adalah cintanya. Tentu saja, Arion keberatan.
"Kamu tidak perlu mendengarnya, sayang..." bisik Arion pada istrinya.
Luna mendengus kesal, kata-kata Moana terngiang di benaknya. 'Tidak melibatkan hati jadi tidak bisa dibilang selingkuh?'
"Mas.. aku.." Luna hendak menolak. Ia ingin mengeluarkan unek-uneknya pada Moana. Tapi Arion merengkuhnya dan mengajaknya pergi.
"Semua sudah berlalu kan?! Sekarang hanya ada kita! Tidak usah mengungkit masa lalu lagi..." ucap Arion.
Mendengar ucapan Arion, Moana mendelik kesal. Ia tak menyangka Arion begitu melindungi gadis itu!!
"Heh... sekarang aku tahu, kenapa kau tiba-tiba memutuskan hubungan kita!! Apa dia yang memberitahumu tentang hubunganku dan Carlton?!" tanya Moana.
Arion yang hendak melangkah pergi bersama dengan Luna, seketika menghentikan langkahnya.
"Aku melihatnya langsung" sahut Arion.
Seraya menatap tajam pada Moana, Arion kembali berkata. "Itu hanya masa lalu, tidak ada gunanya kembali diungkit-ungkit!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Arion melangkah pergi. Tanpa berbalik dan mengatakan sepatah katapun lagi.
Moana tersentak sejenak. Ia kaget dengan pengakuan Arion.
'Apa?! Dia melihatnya langsung?!' batin Moana.
Setelah Carlton putus dengan wanita itu, Carlton tak mau lagi menemui Moana. Pria itu berniat kembali dan meminta maaf pada kekasihnya.
Namun ternyata, wanita itu tak ingin kembali pada Carlton. Sehingga Carlton sempat mabuk dan menemui Moana di apartemennya. Mereka menghabiskan hari yang menyenangkan saat itu untuk terakhir kalinya. Karena setelah itu Carlton pindah dan pekerjaan mereka berakhir.
'Apa Arion datang ke apartemenku hari itu?!' batin Moana. Ia ingat pernah memberitahu Arion mengenai tempat tinggalnya di Paris.
'Jadi karena itu kau memutuskan hubungan kita!?' batin Moana.
Moana pikir, Arion bosan padanya. Tapi ternyata tidak. Sepertinya Arion begitu terguncang saat itu. Hingga mengakhiri hubungan mereka lewat sebuah pesan singkat.
Bahkan saat Moana menghubunginya, Arion tak menjawabnya.
"Bagaimana?!" tanya Bryan menghampiri Moana.
__ADS_1
Setelah melihat Arion dan Luna pergi. Barulah Bryan berani menghampiri Moana. Ia tak mau Arion maupun Luna, mengetahui bahwa ia berkaitan dengan Moana.
"Aku rasa aku tertarik membantumu!" ujar Moana, senyum mengembang di bibirnya. "Ayo kita buat mereka berpisah!"
****
Di sepanjang perjalanan, Luna hanya diam. Hingga membuat Arion merasa sangat khawatir.
Ia tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Moana muncul di cafe itu. Padahal Moana jarang makan di tempat-tempat seperti itu.
Setalah menjadi seorang model internasional, Moana lebih suka makan di restaurant besar. Ia tak akan menjejakkan kakinya ke tempat-tempat biasa yang tak sesuai levelnya.
'Kenapa Moana bisa muncul di cafe, ya?!' batin Arion bingung.
"Apa mas sudah tahu kalau aku memiliki hubungan dengan Carlton!?" tanya Luna tiba-tiba. Entah kenapa ia memiliki pikiran, bahwa Arion mendekatinya hanya untuk balas dendam pada Moana dan Carlton.
Mendengar ucapan istrinya, Arion merasa terkejut.
"Tidak, sayang... aku baru tahu tadi!" ujar Arion.
"Sungguh?!"
Arion mengangguk, "Sungguh! Aku tidak tahu jika pria itu mantan kekasihmu!"
"Kenapa seperti ini?!" lirih Luna. Ia tak menyangka bahwa wanita yang telah merebut kekasihnya adalah mantan kekasih suaminya.
Ada rasa marah yang tak terkira di dasar hatinya. Ia kesal akan sesuatu yang tak ia tahu.
Bayangan hari itu, saat ia hendak menemui Carlton dan memberinya hadiah hari jadi mereka, kembali terulang.
Dirinya dan Carlton telah sepakat untuk makan malam bersama. Tapi hari itu, Luna ingin memberikan sebuah kejutan pada kekasihnya. Sehingga ia pulang kerja lebih awal dan menemui Carlton di sore hari.
Saat itulah, ia yang datang menemui Carlton di apartemennya, melihat Carlton sedang bersama perempuan lain.
Alih-alih pergi meninggalkan mereka. Luna menonton hingga keduanya menyelesaikan aksinya. Lalu dengan air mata yang berlinang, Luna memutuskan hubungannya dengan Carlton.
Carlton memohon padanya untuk kembali. Namun Luna dengan tegas menolaknya.
Bagi Luna, penghianatan itu bukan hanya berhubungan dengan hati. Bahkan kontak fisik atau hanya sebatas verbal juga penghianatan menurutnya.
"Sayang.." gumam Arion. Ia meraih jari jemari istrinya dan menggenggamnya erat. "Jangan ingat-ingat masa lalu lagi, oke?!"
"Sekarang hanya ada kita, aku dan kamu! Hal-hal yang telah terlewat, aku harap tak akan mengganggu hubungan kita sekarang!" ujar Arion.
__ADS_1
Luna mengangguk. Ia juga setuju dengan ucapan suaminya.
"Sayang... aku sangat mencintaimu!" ujar Arion. Mencium tangan istrinya.
Entah kenapa, Arion memiliki firasat buruk. Bahwa hal ini tidak akan berhenti hanya sampai disini. Ia takut, hal ini akan membuat hubungannya dan Luna hancur.
"Sayang, ingatlah bahwa aku hanya mencintaimu!" ucap Arion lagi.
Sementara itu, Winda sendiri tengah menikmati waktunya berjalan-jalan ke tempat-tempat eksotik yang hanya ada di Paris. Ia menghabiskan waktu yang nyaman. Tanpa mengetahui bahwa teman-teman Bryan tengah menyelidiki kehidupannya. Bahkan sempat menerobos masuk ke dalam kos-kosannya.
Saat Dalia pergi untuk bekerja di sebuah pabrik cokelat, orang-orang suruhan teman-teman Bryan menerobos masuk dan mencari petunjuk terkait kejadian yang menimpa Bryan malam itu.
Mereka menemukan obat-obatan aneh!! Membawanya dan menyelidikinya, hingga mereka berhasil mengetahui obat apa itu!!
Beberapa orang yang ditunjuk untuk menyelidiki asal-usul Winda pun menemukan sebuah fakta yang mampu membuat Winda tak berkutik.
Damien dan Tirta lalu menyampaikan apa yang telah mereka temukan pada sahabatnya.
"Lu bener, Bri! Istri lu itu bener-bener ular!!" sentak Tirta. Ia tak percaya bahwa ada wanita yang selicik Winda di dunia ini. "Di kosannya di temukan obat perang sang!"
"Makanan atau minuman lu pasti dikasih obat begituan, Bri!" sambung Tirta lagi, "Makanya lu gak sadar!"
Bryan mengangguk-angguk. Ia sudah menduganya sebelumnya. Ia yakin bahwa minumannya telah tercampur dengan obat-obatan. Kalau tidak, mana mungkin ia mabuk hanya dengan segelas minuman dan bisa melupakan semua hal yang terjadi begitu saja.
"Terus.. skandal yang lu tau itu, itu masih belum seberapa ketimbang kehidupan aslinya." Damien yang menyelidiki kehidupan Winda melaporkan semua hal yang ia temukan.
Tirta dan Bryan yang mendengarkan. Tak henti-hentinya merasa kaget dan mengumpat sepanjang mendengarkan ucapan Damien.
"Gila!! J*l*Ng banget!" umpat Tirta.
Ternyata bukan hanya satu orang yang dijerat oleh Winda. Bahkan dalam satu waktu, Winda berusaha menjerat beberapa pria sekaligus. Ada yang memang benar-benar terjerat secara sadar, dan ada yang seperti Bryan.
Bahkan yang lebih mengagetkannya, Winda pernah berhubungan dengan ayah dan anak pengusaha kaya. Keduanya sama-sama sudah menikah, tapi entah apa yang dilakukan Winda. Keduanya kemudian memiliki af fair yang sama dengan Winda.
"Gila!!" sentak Tirta kaget.
Bryan menggeleng marah.
"Tapi gak sampai disitu!" ucap Damien. "Ada satu hal lagi!"
"Apa?! Masih ada?!" Tirta membelalak. Ia penasaran, dosa apa lagi yang akan dijabarkan oleh sahabatnya itu?!
"Gua yakin ini bisa bantu lu nyingkirin dia selamanya!"
__ADS_1