Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Terkuaknya mega dan fery


__ADS_3

***


" APAA!!! " pekik bagas sambil menggebrak meja di depannya.


Adit hanya menyenderkan kepala di sofa ruang tamu milik bagas.dia sudah menyangka kalau reaksi bagas bakal begitu.


" gila tuh si fery ! Gue ga habis pikir.ga bosennya dia cari ulah " kata bagas sambil ikut menyenderkan badannya ke sofa.


" gue kira dia udah tobat waktu dia di beri bogem mentah sama pacarnya mega " lirih bagas pelan sambil memijit pangkal hidungnya.


Adit mendongakan kepala.


" maksud lo?? " tanya adit pada bagas.


" hmm..itu waktu kita pulang dari berkemah,besoknya si mega ribut sama pacarnya " kata bagas dengan santainya menjawab

__ADS_1


" trus apa hubungannya dengan fery yang di kasih bogem sama pacarnya si mega?? "


" ya iya pasti di bogem mentah-mentah laaaah..secara pas pacarnya mau make si mega ada banyak bekas ****** di tubuh si mega.cowok mana yang ga naik pitam lihat pacarnya kayak macan tutul, dan lebih parahnya lagi pacarnya nyelidikin itu ulah siapa,dan ketahuanlah si fery biang keroknya.yaah dapet hadiah lah dia ..." kata bagas menjelaskan panjang lebar.


Adit hanya bengong saja,percaya tidak percaya .karena mega tuh salah satu temannya juga.malah mereka tahu pacar mega saat ini.


Walaupun adit tahu kalau mega sama fery kelakuannya sebelas dua belas.dan terdengar kasak kusuk bahwa mega salah satu cewek yang pergaulannya bebas,namun adit tetap menghargai privasinya walaupun mega berusaha mengejar-ngejar nya.


" kok bisa?? Berarti yang..." adit hanya menduga dan belum selesai dia bicara keburu di potong oleh bagas


Adit berpikir,apa mungkin pertengkaran dia dengan daveena waktu di tempat kemping karena daveena mengetahui kelakuan mega dan dia menyangka bahwa dirinya adalah pasangan yang bersama mega.pantesan daveena uring-uringan pas ngelihat dia sama mega pulang dari desa.


" trus si mega nya gimana?? " tanya adit penasaran dengan kelanjutan cerita bagas.


" yaah si mega biasa aja,di putusin sama cowoknya dia kalem aja.malahan sekarang dia udah punya gandengan lagi,om om yang berdasi.katanya nyari yang mapan biar dompetnya tebel" jawab bagas sambil terkekeh.

__ADS_1


Adit hanya menggeleng-geleng kepala saja.sama sekali tidak menyangka kalau pergaulan teman mereka sampai sejauh ini.apakah ini karena memang pengaruh jaman atau apa?? Àhh yang jelas iman mereka yang kurang.karena sebagus apapun suatu rumah kalau pondasinya tidak kokoh pasti akan ambruk juga.begitu juga manusia kalau imannya kurang maka akan mudah terpengaruh hal-hal yang merugikan diri sendiri.


Setelah mengobrol dan berdiskusi dengan bagas akhirnya adit pamit pulang karena sudah menjelang malam,sedangkan dia berpikiran akan mampir dulu ke rumah daveena.dan menyelesaikan kesalah pahaman mereka.


***


" ouoooo aku rindu...katakan padanya david rinduuuu...ooooh bulaaaan nyanyikanlaah ....katakaaan padanyaaa daviid rinduuu..." suara serak serak bajrednya adams sukses membuat mereka yang kumpul disana tergelak.


" gue sih yess aja! " kata beni


" kalau gue no ! " david


" lu apa ?? Yes or no ?? " kata adams pada daveena yang dari tadi bengong aja.


"Hah gue??! Ehh yes aja ! " kata daveena asal.

__ADS_1


__ADS_2