Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Lebih cepat lebih baik


__ADS_3

" ya elu harus pelan pelan menjelaskannya,gue yakin boNyok lu pasti ngerti..yah walaupun ada marah tapi kan wajar.mereka pasti kecewa ke elu,mau gimana pun juga mereka orang tua lu,dan lu masih di tanggung ama mereka.dan lu kan harus minta maaf dan pergi ke keluarga gea" kata bagas menasehati.memang bagas orangnya bijaksana dan dewasa dalam menyingkapi setiap masalah,dan selalu setiap adit ataupun fery punya masalah pasti larinya ke bagas.


" tapi-.." kata fery tenggorokannya terasa kering untuk menyelesaikan ucapannya.


" ga ada tapi-tapian,lebih cepat lebih baik ,ya kan??" Kata bagas sambil melirik adit yang dari tadi hanya diam saja melamun.


Bagas yakin kalau adit juga punya masalah,mungkin dengan pacarnya.namun dia tidak bertanya pada adit.takut di kira ikut campur lagian adit juga kayaknya belum mau cerita masalahnya.


Setelah urusan di rumah fery selesai,adit pamit untuk pulang. Adit merasa lega setidaknya urusan fery sudah di bantuin oleh bagas dan dia bisa fokus


dengan masalahnya.


Dalam perjalanan pulang sebenarnya adit tidak fokus menyetir pikirannya tertuju pada daveena.dia mau meminta maaf saja susah,apalagi ngajak ngobrol tapi kalau di biarkan bisa bisa fatal hubungannya.akhirnya adit putar stir,yang awalnya mau balik kerumahnya,akhirnya malah pergi menuju ke rumah daveena.

__ADS_1


Tak berapa lama,adit sampai di rumah daveena,langsung turun dari mobilnya dan memanggil satpam rumah tersebut.


Dan satpam pun bilang kalau daveena belum pulang dari kampus.dan di rumah tidak ada siapa-siapa hanya bi sumi saja.pak satpam menawarkan apa adit mau nungguin atau pulang.


" ga usah pak,mau langsung pulang aja" kata adit dengan lemas.


Pak satpam menganggukan kepalanya ,sambil kemudian menutup kembali pintu gerbang nya.


Apa mungkin daveena masih di kampus?? Kata adit dalam batinnya.mau di telpon tapi niat adit di urungkan kembali.akhirnya dia balik kerumahnya saja dengan kecewa dan hati penuh tanda tanya.


Setelah mengambil beberapa buku lalu dia membayarnya di kasir lalu keluar dari toko buku tersebut dan kemudian menunggu taksi lewat.


***

__ADS_1


" ben,lu mau datang ke pestanya juan?? Besok malam dia ngadain pesta bujang,dan gue pengen deh dateng" kata adams


" hmmm ya juga,bagaimanapun dia teman kita,tapi beneran deeh gue setuju buat dateng ke acaranya.ajak adit dan yang lainnya .sekarang coba lu telpon dia" jawab beny sambil menyesap kopi di gelas yang hampir dingin.


Adams lalu mencoba menghubungi adit,namun tidak ada jawaban.


" ga di angkat angkat telponnya" sambil mencoba sekali lagi menelpon adit,namun masih saja tidak diangkat.


" kemana tuh anak,masa jam segini dah tidur??,apa mungkin lagi sama daveena??" Tanya beny sambil melirik adams.adam hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Sementara di sana adit yang baru sampai ke rumahnya langsung masuk ke kamar,tanpa melihat ponselnya karena dari tadi ponselnya di dalam tas.


Adit melempar tas ke aras kasur lalu dia pergi ke kamar mandi.di bawah kucuran shower adit mandi melepas penat dan lelah yang mendera,berharap dengan mengalirnya air bisa membuang semua masalah yang ada di dirinya ikut terbuang seiring air yang mengalir dari ujung kepala sampai mata kakinya.

__ADS_1


Cukup lama adit berada di bawah guyuran air shower dengan air dingin yang bisa menyejukan hati dan pikirannya,begitu pemikiran adit.hingga terdengar ponselnya berdering.


Adit mematikan showernya,sambil menajamkan pendengarannya.benar ! Suara ponselnya yang berdering.bertanya-tanya siapa malam- malam yang ngehubunginya,apa daveena?? Tapi seperti nya bukan ! Batin adit.


__ADS_2