Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Tragedi bakso


__ADS_3

Senja di sebelah barat membiaskan warna merah kejinggaan.seorang gadis dengan rambut panjangnya yang di gerai terlihat sibuk membereskan meja.terlihat setumpuk berkas di mejanya masih menggunung.sesekali melihat jam tangannya lalu kembali sibuk menumpuk berkas di tangannya dengan di rapihkan di atas meja kerjanya.kerjaan besok,gumamnya.setelah dirasa cukup rapi lalu dia beralih kearah tas,hendak memasukan barang-barang nya.


Ting !


[ aku menunggu di mobil ]


Sebuah pesan masuk di ponsel nya,membuat orang yang sedang sibuk membereskan peralatannya mendongakan kepalanya sebentar.


Terlihat senyum di wajah manisnya yang membuat semua orang terpana.setelah merapihkan pakaiannya daveena berdiri hendak pulang,sambil berlalu dia menyapa rekan kerjanya.


" aku duluan ya mbak..." sapa daveena begitu melewati meja rekan kerjanya.


Dengan langkah sedikit berlari daveena pergi meninggalkan kantor tempat dia bekerja.baru 3 bulan setelah lulus kuliah daveena mencoba melamar pekerjaan dan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan yang besar yang terletak di ibukota.dan mau tidak mau daveena pun harus berpisah dengan keluarganya,walaupun sempat dilarang oleh keluarganya.namun,demi cita-cita dan keinginannya yang ingin mandiri maka mau tidak mau keluarga melepas kepergian daveena.toh jarak antara kota nya dengan ibukota tidak terlalu jauh.


"Lama??!" Sapa daveena dengan nafas sedikit terengah-engah begitu sampai di depan pria yang tengah berdiri bersandar di depan sebuah mobil berwarna biru metalik.


seulas senyum tersungging di bibir sang pria yang memakai jas dengan warna hitam lengkap dengan dasi nya.memakai kacamata hitam dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku celana panjangnya membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana dengan sosok pria yang tinggi dan gagah.yah kevin yang sejak dari jaman kuliah ganteng hingga sekarang terlihat makin gagah.dengan dada bidangnya dan tingginya yang jangkung seakan terlihat dewasa apalagi sekarang dia menjabat menjadi seorang direktur utama di perusahaan milik ayahnya.wanita mana yang tidak mau dengan sosok kevin yang tampan dan juga mapan.


" baru aja..yaah sekitar dua puluh menitan" jawab kevin sambil membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan daveena masuk.


"Apa?? Selama itukah??! Kenapa datangnya awal,jadi nunggu lama kan.aku jadi ga enak kan."sontak daveena terkejut dengar jawaban dari mulut kevin yang menjawab dengan entengnya.

__ADS_1


" hei..ga salah apa?? Ini udah jam berapa??" Tanya nya kevin pada daveena sambil membuka kacamata nya,dengan tidak menyadari bahwa bukan dia yang sengaja datang awal namun karena memang itu sudah jam nya keluar kantor bahkan lebih sejam pula ! .


" coba lihat jam tangan mu..sekarang sudah jam berapa nona?" Kevin menambahkan embel-embel 'nona' di ujung kalimatnya.karena bukan kali ini saja daveena pulang kantor telat.bahkan sudah kevin peringatkan kalau dia harus ingat waktu,dan juga jaga kondisi.namun selalu saja beralasan sibuk lah,kerjaan ga bisa di tinggal lah,numpuk lah.susah di bilangin karena sifatnya yang memang keras kepala.


Setelah menjatuhkan pantatnya di kursi mobil,dia mulai melihat ke jam tangannya,dan sudah bisa di tebak pasti dengan ciri khas nyengirnya sambil memperlihatkan gigi gingsulnya ke arah kevin dia memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di depan muka nya.membuat kevin semakin gemas dibuatnya.


"Maaf...ternyata jam di ruanganku mati kayaknya,tadi perasaan pas aku lihat masih jam setengah lima " dengan tampang tak berdosa daveena dia berkata pelan sedangkan kevin hanya menggeleng kepala dengan pelan.


" pasang sealbeat mu ! " kata kevin mengingatkan sebelum mobilnya berjalan.daveena buru buru memasang sealbelt di sebelahnya ,dia tahu kalau kevin sedang kesal dan itu lagi lagi ulahnya yang selalu melupakan waktu.padahal dia sendiri yang pengen buru buru berangkat,sudah rindu dengan kedua orang tuanya.


Yah sore ini rencana daveena ingin mengunjungi orang tuanya di Bandung dengan naik kereta api namun ,lagi lagi rencananya gagal karena seperti biasa kevin tidak membiarkan nya pergi sendirian.


Kevin memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah resto bergambar ayam.sengaja karena selain mau beribadah dulu dia juga mau mengajak daveena makan dulu,dia tahu pacarnya ini pasti belum makan.


" mau solat dulu,sekalian makan.aku lapar " jawab kevin sambil membuka sealbelt dan mengambil ponselnya di sebelah nya.kevin melirik kearah daveena yang masih terdiam,seperti enggan beranjak.


"Kenapa?? Ga mau turun?? " Sambil mengerutkan keningnya,kevin kembali duduk sambil menatap kearah daveena.


" aku ga mau makan di sini!" Tolaknya sambil melipat kedua tangannya di dada nya.


" kenapa? Emang mau makan apa ? " Tanya kevin menatap lekat manik mata indah itu yang selama ini membuatnya tergila-gila.

__ADS_1


" aku mau makan bakso,kayaknya seger banget kalau makan itu saat ini.." kata daveena penuh harap.


" bakso?? Jam segini?? Apa ga salah? Harusnya-" kevin terkejut,merasa aneh dengan permintaan kekasihnya.namun belum selesai dia bertanya keburu daveena memotong ucapannya.


" ayo buruan dong...keburu habis waktu magrib nya " ucap daveena sambil mengguncang-guncangkan tangan kevin.


" udah lama ga makan bakso apalagi sekarang kepalaku sedang pusing,seger kayaknya makan bakso,panas-panas pake sambel waahh kayaknya segeeer " tambah daveena setengah merajuk pada pacarnya.


makan malam kok bakso? .apalagi kalau nanti ditambah dengan saus dan sambal,ah jelas itu makan malam yang enggak sehat geleng kevin pelan.dia ingat waktu daveena ngajak makan bakso di pinggir jalan yang katanya itu langganan dia,dan basonya enak sekali.awalnya kevin enggak mau,namun karena daveena yang meminta tak apalah dia mengalah walaupun dia merasa kurang nyaman dengan tempat tersebut,seumur-umur baru kali ini seorang kevin adalbaro anak seorang pengusaha textile mau makan di pinggir jalan,rame,berdesakan belum lagi udara kotor yang terbawa oleh angin masuk ke makannya,ahh membayangkannya saja sudah merasa mual.


Walaupun sempat menolak dengan alasan tempatnya kurang higienis namun bukan daveena yang mau mengalah apalagi menyangkut dengan kesukaannya,sudah HARGA MATI buat dia.


Maka dengan sangat terpaksa kevin akhirnya menuruti kemauan daveena.


Duduk diantara penuhnya pembeli yang mayoritas cewek dan ibu ibu,membuat kevin jadi pusat perhatian.


tak ayal selagi menunggu pesanannya datang dia sempet di godain para ibu ibu yang sedang menyantap makanan pavorit sejuta cewek.


ada yang mencubitnya,minta di poto lah,bahkan sempet ada seorang ibu yang minta di cium oleh nya,dengan alasan ngidam ! daveena tergelak melihat kevin di serbu oleh ibu ibu tersebut. sedangkan kevin hanya mendengus kesal.


berbeda ketika para cewek muda memperhatikan kevin,bahkan dengan terang-terangan menyenggol kevin supaya apa?? entahlah..namun bukannya kevin merasa senang,malah dia merasa tersiksa.

__ADS_1


karena setiap kevin mendapat lirikan dari cewek maka satu cubitan dengan mulus mendarat di perut kevin.


Namun,penderitaannya belum berakhir sampai di situ.begitu bakso mereka datang,daveena menyambutnya dengan suka cita,seperti mendapatkan hadiah besar.bahkan tidak bisa di pungkiri bakso tersebut terlihat sangat lezat dengan aroma yang hmmm wangi.


__ADS_2