
" belum lagi nanti mega lahiran,trus biaya bayi dan mega harus gue yang nanggung...heh ! Pusing gue....ini mah sama aja dengan punya bini dua ya gas??" Ucap fery menambahkan sambil melihat kearah bagas karena dari tadi hanya diam saja.
Fery mengikut sikut bagas dengan lengannya sambil menaikan dagunya.meminta jawaban karena dari tadi hanya dia saja yang bicara lebih jelasnya mengoceh.
Dengan pandangan jengah,bagas pun menjawab
" ya udah tinggal lu nikahin aja dan lu punya bini dua,punya bayi dua,dua duanya ada di rumah lu.biar rame rumah lu ! " ketus bagas merasa kesal karena ulah sahabatnya sedangkan fery yang mendengar bagas bicara begitu langsung menggeplak pundaknya.
" ngaco lu...!! Itu bukannya solusi ,yang ada gue di gantung ama nyokap dan tika." Sungut fery.
Bagas tidak kalah nyolot " lagian lu juga berlagak sok miskin,padahal bonyok lu kaya ! Mampu hidupin lo tujuh turunan bahkan tujuh tanjakan,puas lo !!! "
Fery hanya garuk-garuk kepala dengar sahabatnya sudah mulai emosi.
" udah sekarang lo coba telponin daveena.minta no keluarga adit.siapa tau ada kabar dari adit.dah seminggu dia ngilang.gue jadi kepikiran yang enggak-enggak"
***
Keluarga adit dari surabaya dan kota lain sudah datang.mereka khawatir dengan kabar menghilangnya adit.apalagi sudah dua minggu tidak ada kabar sedikitpun.
" mah udah,sebaiknya kita lapor polisi saja,biar kasus ini ditangani langsung sama mereka" kata kakaknya adit sambil mengelus punggung mamahnya yang masih menangis.
" kemana adikmu pergi huhu...huuu....dia sebentar lagi wisuda " kata tante amel,mamahnya adit sambil tidak henti dia menangis.
" iya mah,tenang dulu mamah.itu ayah sedang menghubungi polisi,siapa tahu cepat ketemu kak adit nya " sambung anna.
Daveena,bagas dan fery hanya saling pandang,mereka sungguh tidak tahu harus berbuat apa.
Selang tiga puluh menit datanglah pihak berwajib yang berjumlah tiga orang.
Mereka mulai mencari informasi bagaimana ciri ciri dan melihat poto adit yang di berikan oleh keluarga.
" nona daveena,terakhir kamu bilang ketemu dulu kan?? Itu gimana ceritanya?? Boleh jelaskan ??" Kata pak polisi menanyai daverna karena orang tua adit yang tidak tinggal disini maka yang di introgasi adalah orang-orang dekat adit.
Daveena yang sedang menunduk segera menjawab.
__ADS_1
" iya pak,sebelumnya kami sempet nginep -"
" aapaaa???!...ngineep ...." teriak tante amel kaget.
Daveena yang belum selesai bicara terpaksa terdiam mendengar suara tante amel,daveena kaget tentu yang lain juga sama,bahkan sekarang semua mata memandang ke arah daveena.
Daveena yang merasa terpojok tersenyum kaku,dia berpikir pasti mereka mengira yang enggak-enggsk.
" dev,elu beneran ...sama adit??" Tanya fery yang langsung di sambut dengan pukulan di pahanya.
"Awww !" Jerit fery kesakitan.
" enggak ...bu-bukan begitu....bukan seperti ya-yang ...kalian pikirkan .." jawab daveena terbata-bata sambil mengibaskan kedua tangannya.
" emang kamu tahu apa yang kita pikirkan??" Tanya kakak adit yang bernama maya sambil menatap daveena.
di tatap sedemikian rupa oleh kakaknya adit,daveena merasa gugup. " mak- mak..maksud saya-..."
" sudah-sudah kalian jangan memotong pembicaraan dulu,dengarkan penjelasan nak daveena dulu,jangan main serobot aja.ayo nak,lanjutkan lagi " kata om jhon menengahi.
Sebelum melanjutkan daveena menarik nafas dulu,antara lega dan sesak bercampur menjadi satu.
Ooohhh...mereka secara bersamaan menjawab dan tentu saja membuat om jhon murka.sekaligus malu terhadap para polisi yang hanya geleng-geleng kepala.mereka susah di bilangin,sambil melototkan mata nya om jhon berdehem.dan spontan mereka diam sambil menutup mulutnya.
Daveena melanjutkan lagi.
"Paginya setelah kami sarapan,adit izin pamit.tapi saya ga tahu mau kemana.pikir saya karena sudah pagi dia mau pulang walaupun di luar hujan belum reda,karena semalaman hujan bahkan hingga malam lagi pun hujan masih belum reda,itulah terakhir saya lihat adit.malamnya saya coba hubungi dia ponselnya tidak aktif,bahkan pagi nya pun biasanya dia jemput saya ke kampus ini tidak,bahkan hari itu pun dia tidak kuliah sampai hari ini " kata daveena dengan berlinangan air mata.
"Dan itu kira-kira jam berapa saudara adit pergi ?"
" kira-kira jam sembilannan pak.."
"Ooh berarti benar adit menepati janjinya !" Kata bagas menambahkan.
Sontak membuat semua orang termasuk pak polisi menatap bagas.
__ADS_1
Bagas menutup mulutnya,dia keceplosan.
"Maaf dengan nak siapa?? Dan apa hubungan anda dengan saudara adit??" Tanya pak polisi sambil berbalik menatap bagas.
Bagas lantas membenahi posisi duduknya biar kelihatan sopan.
" saya bagas pak,temen kuliah dan mainnya adit "
" lantas apa yang anda ketahui tentang saudara adit,apa sebelumnya ada interaksi atau bertemu sebelym saudara adit dinyatakan hilang??" Tanya pak polisi pada bagas.
"iya pak ,saya menghubungi adit lewat ponselnya.janjian di kafe xxx sekitar jam sembilan dan dia menyanggupinya.tetapi sampai jam sebelas siang saya tunggu dia tapi ga dateng-dateng pak,akhirnya saya memutuskan untuk nyamperin dia ke rumahnya,karena saya hubungi dia tidak aktif ponselnya.ya sudah pikir saya pasti dia sedang tiduran secara hari itu memang sedang hujan.pas saya kesini ternyata adit tidak ada di rumah,yang ada hanya si bibi yang sedang memasak karena pas saya nyampai kesini saya lihat sudah hampur jam dua belas siang.saya nyariin asit namun kata si bibi dari semalem dia ga pulang dan bilangnya nginep di rumah daveena awalnya saya tidak percaya karena saya melihat si bibi memasak tahu tepung kesukaan adit,saya pikir adit sembunyi dan sedang ngepeank saya.namun melihat ekspresi si bibi dan melihat kamarnya adit yang rapi saya juga berpikir emang beneran adit tidak ada di rumah, saya putuskan untuk pulang saja "
Polisi manggut-manggut saja,setelah itu dia memanggil si bibi dan menanyai apa benar yang di ucapkan bagas tadi,dan rupanya kesaksian bagas di benarkan oleh si bibi.
Daveena menimpali
" berarti adit pergi karena janjian sama kamu,kak???" Tanya daveena dan dianggukan oleh bagas.
Setelah mengintrogasi semua dan dirasa sudah cukup,maka para polisi yang berjumlah tiga orang undur pamit,mereka akan segera mengolah informasi dan data yang mereka dapatkan untuk segera memulai pencarian.
" boleh boleh saja memasang poster dan pengumuman hanya,berhati-hatilah apabila ada yang mencoba menghubungi keluarga dengan alasan mau mengasih infoemasi dan minta uang tolong konfirmasi kita dahulu.takutnya mereka mau menipu" ujar pak polisi sebelum pamit.
Setelah polisi pergi giliran daveena,fery dan bagas izin pamit.
" nanti gue kabarin lo dev,lo berdoa aja semoga kakak gue bisa ditemukan " kata anna sambil berpelukan.
" lo janji harus kabarin gue setiap ada informasi dari adit ya" kata daveena pada anna yang hanya di jawab dengan anggukan.
Daveena,bagas dan fery menyalami orang tua adit srbelum pergi.
Tiga hari kemudian keluarga adit di minta oleh polisi untuk datang ke kantor polisi.dan daveena pun ikut karena ingin mengetahui apakah adit diketemukan atau belum.
" siang pak jhon,maaf sudah mengganggu aktifitas anda." Kata pak polisi pada ayahnya adit.
" iya siang juga pak..gimana apa ada kabar dari anak saya??" Kata om jhon terlihat cemas.tampak pula tante amel,kak maya dan suaminya,dan juga anna .semua menunggu jawaban penjelasan dari pak polisi.
__ADS_1
" silahkan semuanya duduk dahulu " kata pak polisi mempersilahkan duduk sambil menunjukan kursi di hadapannya.
Setelah semuanya duduk pak polisi membuka map yang mungkin berisi dokumen atau arsip.semua menunggu dengan tegang tanpa kecuali daveena.dengan degup jantung yang bertalu talu,dia berharap sesuatu yang baik yang akan dia dengar.