
Adit melihat kekasihnya tersenyum senyum jadi geli sendiri.kalau bukan di tempat umum sudah habis di lahap bibir kekasih nya yang menggoda itu.
" kamu ngapain?? Pasti lagi ngebayangin hal gila bareng sahabat-sahabat mu yang sengklek ya?" Kata adit seakan tahu apa yang dia pikirkan.
" temanku juga kan salah satunya adik mu juga,tega banget bilang sengklek pada adik sendiri" gerutu daveena sambil membenarkan posisi duduknya sambil melihat penyanyi yang bernyanyi di depan sana.
Adit menghela napas jengah," nanti lusa anna balik,kamu bakalan ketemu sama dia" kata adit yang tengah membuka ponselnya.
Demi apapun daveena langsung menegakkan badannya,sambil teriak " what??! Aslinya dia bakalan pulang??" Daveena hampor melonjak karena girang.
Adit yang kaget lihat ekspresi daveena yang kegirangan hanya geleng geleng kepala saja.untung kafe sedang rame dan sedang live music.kalau tidak mungkin para pengunjung kafe akan menghampiri mereka.
"Hmm"
" bukan kamu yang nyuruhnya kan?? Bukan karena aku kangen ama dia lalu kamu nyuruh anna pulangkan dit?? " cerocos daveena merasa tidak enak kalau ternyata begitu kenyataannya.
" enggak"
" truss ngapain?? Apa kangen ama kamu?? Ahh..rasanya tidak mungkin dehh.masa karena kangen ama kakaknya bela-belain pulang ke sini.itu sangat tidak mungkin. kalau kangen ama aku dan dina baru aku percaya."
__ADS_1
Daveena dengan sangat entengnya bilang begitu,tanpa melihat ekspresi adit yang hanya melongo.sedangkan daveena yang masih saja nyerocos.ahh daveena sangat nyablak emang.
" ehm ! " adit mendehem.
Reflek daveena berhenti,lalu dia menawarkan air minum pada adit.
" ah mending aku hubungi aja anna..." gumam daveena sambil membuka ponsel nya,dan setelah itu dia larut dengan ponselnya tanpa memperdulikan adit di hadapannya.
Adit mendesah kasar.pacarnya kalau sudah mainin ponsel apalagi chattingan sama gengnya,sudah pasti susah di ganggu.
Lima belas menit berlalu,dia merasa di cuekin.akhirnya adit menegur daveena.
Daveena mengangguk dengan mata masih memperhatikan ponselnya.dia meraih tasnya yang dia taruh diatas meja tanpa melihat.
Praanng !!
Daveena kaget .lalu memandang ke bawah.begitupun adit dia terkejut kebetulan pas musik berhenti jadi terdengar jelas suara benda jatuh membuat sebagian pengunjung kafe melihat ke arah mereka.
" ahhh" pekik daveena sambil mundur kebelakang.
__ADS_1
Adit refleks menghampiri kekasihnya,memastikan bahwa benda tersebut tidak mengenai kaki pacarnya.
" ehm..maaf ada yang saya bisa bantu?" Kata pelayan kafe tersebut yang tahu tahu sudah berdiri di samping adit.
"Ehh..i-iya...ini...maaf sa-..." daveena menjawab terbata bata.dia kaget bercampur gugup,tiba tiba terjadi insiden yang sungguh di luar ekspetasi nya.
Adit yang berdiri di samping daveena menjelaskan bahwa hanya gelas jatuh saja karena tersenggol tangan dan itu tidak di sengaja.adit meminta maaf sekaligus akan bertanggung jawab membayar kerugian atas ulah pacarnya.
Setelah semuanya di jelaskan adit maupun daveena lekas pergi dari situ tidak lupa memberi uang tip pada pelayan kafe tersebut karena telah bersedia membantu nya.
"Makanya..fokus.jangan maiinin ponsel terus" kata adit begitu sudah di mobil dalam perjalanan menuju pulang ke rumah daveena.
Daveena hanya diam saja,dia mengakui dirinya bersalah.bukan karena apa.dia sudah melupakan adit yang sedari tadi verada di depan nya dan malahan asyik berchatting ria dengan anna dan dina.
Adit melirik sebentar ke arah kekasihnya yang tidak menjawab ucapan dia.
" sudah ga usah di pikirin "
Sambil membelai rambut daveena,dia mengira bahwa daveena masih syok dengan kejadian tadi.
__ADS_1