
" gue udah putus ama cowok gue..." kata mega acuh
" ooh..sama gue juga baru putus seminggu yang lalu .." kata feri sambil duduk lebih mendekat ke arah mega.
Mega bukannya protes atau bergeser malah diam saja, apalagi ketika tangan feri memegang tangan mega, dia tidak menolak apalagi marah.
" ga..gue boleh me-..aah " kata feri tidak di teruskan kata kata nya.
" apa fer??? Lo mau meluk gue??? " tanya mega lagi.
" aaahh...ehh..emm...bo-boleh kah ???" Tanya feri terbata bata.
Mega bukannya menjawab, malah menyendarkan kepalanya di pundak feri, sontak saja feri terkejut.
Benar kata orang-orang kalau mega cewek gampangan,buktinya ! batin feri.
Feri tidak menunggu lama lagi, di lingkarkan nya tangannya ke pinggang mega dan semakin merapatkan duduknya dengan mega.
Bibir feri tersungging, bisa merasakan pelukan hangat mega. Tangan feri yang tadinya hanpya diam memeluknya kini telah mulai tidak bisa diam, dia menyusupkan tangannya ke dalam pakaian atas mega.mega menggelinjang , bukannya marah malah mengeluarkan suara yang aneh.
Feri semakin semangat, diraba nya apa yang bisa dia raba.mega semakin merapatkan duduknya di samping feri.dia merasa nyaman atas pelukan feri,dia sejenak melupakan perasaan nya terhadap adit.
***
" beneran ??? " kata dina antusias
" masa bohongan?? ! " kata daffa sambil menggenggam tangan dina.
Deg deg deg !! Jantung dina berdegup kencang.apa bener apa yang di ucapkan kak daffa barusan??? Kalau bener aaahhh seneng nya gue ...,gumam dina.
__ADS_1
hening seketika.
dafa menatap dina, sorot matanya yang teduh menghujam dalam jauh ke lubuk hati dina.
Baru dina sadari kalau mata dafa berwarna biru, dengan hidung mancung dan alis yang tebal menambah ketampanannya.
" hey...jangan bengong " kata dafa membuyarkan lamunan nya.
"gue tau, gue tampan .." kata dafa sok ke pedean.
" apaan siih...pede ! " kata dina sambil melempar pandangannya.
" gimana jawabannya??? ...ga apa- apa pikirkan aja dulu ..gue siap nungguin " kata dafa dengan suara lirih.
deg !
" ya udah ..ini udah malam, sekarang kita balik ke tenda aja ya " ajak dafa sambil menganggukan kepala dan mengulurkan tangannya ke dina.
dina menerima uluran tangan dafa, lalu dia berdiri.
" kak..! " kata dina begitu dafa berjalan .
dafa menoleh ke belakang.dia melihat dina diam mematung.
" iya " jawab dafa sambil membalikan badannya.
" apa benar yang tadi kakak ucapkan??? " kata dina sambil menunduk .
dafa terdiam,lalu dia berjalan mendekati dina.di raihnya kedua tangan dina.
__ADS_1
" harus dengan apa lagi kakak nyatakan cinta nya??? apa harus teriak-teriak bilang kalau saya cinta kamu?? " kata dafa balik bertanya.
" kalau kamu ragu, dan belum siap menjawabnya.ga apa-apa..saya siap menunggunya.sampai kamu yakin dengan perasaan mu " kata dafa menambahkan.
" kak..i-ya saya ne- ri-ma " kata dina nyaris tak terdengar.
" apa ??! " kata dafa terkejut.
dina masih menunduk, masa sih ga denger, orang gue ngomongnya keras, batin dina.
" coba ulangi ??? " kata dafa meyakinkan pendengaran nya.
kata dafa sambil memandang dina.
" ih kak dafa ....masa ga denger..." kata dina sambil melintir- lintir bajunya.
" ya enggak...masa bohong " goda dafa.
dina menatap wajah dafa, lalu menunduk lagi.dia malu kalau harus bertatapan sama dafa.
" kalau ngomong tuh sambil lihat muka nya.jangan nunduk " kata dafa sambil mengangkat dagu dina.
sontak saja dina dina merasa panas dingin.
" ayo mau ngomong apa ???" kata dafa kemudian.
" i-iya saya ne-rima ka-k " kata dina.
" nerima apa?? " kata dafa pura pura tidak mengerti.
__ADS_1