
" kayaknya emang iya si aldo suka ama daveena , tadi juga gue lihat dia bawain makanan ke daveena"
" loe kok tau?? Lo ngintiip ya??"
" enak aja ! Gue ga sengaja lihat tau "
" ooh gitu...?? Yaa biarin aja ..sama sama jomblo ini "
" lo ga tau gitu ?! Kan daveena udah ama wahyu ,masa sekarang deket ama si aldo.kan itu penghianatan namanya" protes anna .
" emang beneran gitu daveena ama wahyu?? Lo tau dari mana?? Apa cuma gosip aja?? "
" eeh i- itu gua ga tahu persisnya ,tapi setau gue wahyu suka ama daveena,dia nembak daveena kok.berarti jadian lah " jawab anna gugup.
Anna memang hanya menyimpulkan saja tanpa tahu yang sebenarnya terjadi.itulah yang membuat salah paham antara mereka.
Sebenarnya anna ingin tahu kebenaran apakah daveena benar-benar pacaran dengan wahyu, atau enggak.tapi karena rasa kesal dan marah, maka rasa itu dia simpan dan hanya mampu menyimpulkan sendiri.walaupun dia sendiri pun tidak yakin.
Dina menghela napas sambil menepuk bahu anna
" elu terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang mungkin saja bukan begitu kenyataannya."
" dan satu lagi. Mungkin saja daveena menolak wahyu.karena gue tahu siap daveena "
" maksud lo??" Tanya anna tidak mengerti
" daveena kan sahabat kita, dia pasti bilang kalau ada sesuatu dan akhir akhir ini dia biasa saja sikap nya,kalau pun dah jadian ama wahyu dia pasti cerita ga mungkin di umpetin"
Anna diam mendengar kata-kata dari dina, setiap ucapan yang keluar dari dina dia cerna.
__ADS_1
Karena hari sudah sore dan sekolah sudah pada sepi hanya tinggal beberapa guru saja maka dina mengajak anna pulang .
Mereka sengaja pulang sore karena kelompok dina kebagian take paling akhir dan mereka sempat mengadakan meeting dulu buat persiapan mereka.dan anna hanya menemani saja karena dia punya waktu senggang.
Lain hal nya dengan daveena, dia sendiri pulang bersama beny karena kebetulan dia ketemu di jalan sewaktu daveena menunggu di jemput david.
" dev, lo jadi kuliah di tempat tempat adit?"
" hooh...napa gitu??"
" nanya doang..lo galak aja bawaan nya...ngambil jurusan apa?"
" manajemen bisnis dong...masa ngambil jurusan kedokteran "
" lo yaaa ..., nyesel gue ngajak lo pulang bareng. Bikin asma gue kambuh " ujar benny sambil memegang dadanya sendiri.
Daveena tertawa melihat temannya kesal.
Benny tidak menjawab omongan daveena dia pokus mengendarai mobilnya.
Mereka setiap kali bertemu selalu saja beradu mulut tapi memang yah dari situ persahabatan antara mereka terjalin.
Mobil memasuki komplek asri tempat daveena tinggal.
" lo mau mampir ga?"
" enggak...gue mau ke rumah adams aja "
Daveena keluar dari mobil benny dan langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sedangkan benny, mobilnya sengaja di simpen di depan rumah daveena.dan dia nya sendiri langsung ke rumah sahabatnya adams.
***
Rasa lelah membuat mata daveena berat, di lihatnya jam di kamarnya baru menunjukan pukul tujuh kurang seperempat.
masih ada waktu sebentar buat rebahan sebelum makan malam, pikir daveena.sambil merebahkan badannya ke atas kasur.dan perlahan kantuk pun melanda,akhirnya daveena terlelap.
sementara di ruang makan, mamah amy di bantu bi sumi sedang mempersiapkan makanan untuk di santap bersama.
bi sumi sengaja memasak sayur sop, perkedel jagung, pepes ayam,sambal dan aneka lalapan karena emang opa suka dengan lalapan.
" bi, tolong panggil daveena dan david untuk makan malam ya " suruh mamah amy setelah semuanya siap.
bi sumi pergi ke atas hendak memanggil daveena dan david.sedangjan mamah amy memanggil suaminya, oma dan juga opa.
" non, di panggil nyonya ke bawah untuk makan"
hening
tidak ada jawaban
" non..." bi sumi mengetuk pintunya sambil membuka sedikit.
oalaaahhh ternyata non daveena tidur ya, pantas saja ga nyahut- nyahut , gumam bi sumi.
bi sumi lalu pergi ke kamar david,tapi sebelum bi sumi mengetuk pintu.pintu keburu kebuka dan david keluar.
bi sumi terkejut," astaghfirullah den adeen .." sambil mengelus elus dadanya.
__ADS_1
david tertawa " ayok bi sumi ..aku tauu pasti mau manggil untuk makan kan??! " kata david sambil menarik tangan bi sumi.
" den david...tunggu den..aduuhh bi sumi nanti jatuh den " bi sumi teriak-teriak.namun david tetap menarik pelan mengajak bi sumi setengah berlari sambil tertawa.