Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Merepotkan sekali siih


__ADS_3

"Enggaklah ..hobi banget jewer anaknya.hobi ganti dengan shopping,makan,ini malah kekerasan " sambil menggerutu dan mengusap telinganya.


Mamah Amy mendengus kesal meliha sama dev "


"Bukan begitu maksud ma-..."


" ooh jadi mamah yaa??? Ga apa-apa mah jadi dev ga merasa bersalah kalau sehari dev ga ngasih kabar ke mamah" Daveena menjawab sambil berlalu menuju kamarnya.


" dev.....!!!" Seru mamah Amy.


"Ga pa-pa mah..dev ga marah kok ! " Daveena menjawab tanpa membalikan badannya,hanya berhenti sebentar ketika berbicara setelah itu dia naik ke atas ke kamarnya.


Sedangkan mamah Amy,dia hanya menghela nafas kasar.ibu mana yang tidak tenang kala anak gadisnya tinggal jauh dari nya.apalagi tinggal di kota besar yang yang lebih sering terdengar berita negatifnya dari pada berita positifnya.


Maka,mamah Amy yang kerap meminta pada suami nya agar menyewa bodyguard buat anaknya.awalnya ayah willy,keberatan.


Sebagai seorang abdi negara,sikap mandiri selalu nomor satu begitu pun juga dengan nya dalam mendidik anak-anak nya.


Sekeras-kerasnya batu karang kalau terus di terjang ombak pasti akan runtuh juga,begitu pun dengan ayah willy yang dikenal dengan orangnya tegas dan galak tapi ketika istrinya sering merajuk dan tak jarang sampai menangis-nangis demi permintaan nya di kabulkan oleh suaminya.maka ayah willy pun luluh.


Namun lain hal nya dengan Daveena,dia merasa sakit hati.karena merasa tidak di percaya oleh kedua orang tuanya sehingga menyuruh orang untuk memata-matainya.


Walaupun selama ini Daveena tahu kalau kedua orang tuanya menggunakan jasa orang pesuruh,namun Daveena pura-pura tidak tahu ketika mamah nya sering bertukar kabar.padahal tanpa menelpon pun mamahnya pasti tahu kegiatan dia selama di kota.sampai tadi dia merasa harus diakhiri kepura-pura an nya selama ini.dan ternyata memang benar ! Bahwa mamah nya lah yang menyuruh nya.


Kevin terlihat berjalan hendak ke dalam kamar,namun tertahan ketika mamah Amy memanggilnya.maka berjalanlah kevin menuju kursi tempat ibu kekasihnya itu.


"Ada apa tan? " tanya kevin sambil mendudukan pantatnya di kursi seberang mamah Amy.


" kalian kan mau pulang nanti sore,tante cuma mau nitip anak tante "


" ooh..pastinya tan.tante tenang aja.ga usah banyak pikiran,Daveena baik-baik aja.lagian temen-temen nya pada baik " jawab kevin tahu kalau mamah Amy mengkhawatirkan anak nya.


"Hmmm...kalau bisa meminta.lebih baik kerja di sini aja dari pada harus jauh-jauh merantau disana.tante sangat khawatir..." terlihat di kedua mata mamah Amy mengembun.


Kevin menghela nafas,lalu berdiri dari duduknya dan pindah di samping mamah Amy.kedua tangan nya menjulur menyentuh kedua tangan wanita yang telah melahirkan gadis cantik yang sekarang di cap sebagai pacarnya itu.


Sambil menggenggam lembut kedua tangan,kevin berucap.

__ADS_1


" kevin janji tan... Kevin janji akan selalu melindungi dan menjaga Daveena dengan sepenuh hati.dan Kevin janji ga bakalan merusak Daveena karena Kevin begitu mencintai putri tante,jadi tante ga usah banyak pikiran selama anak tante di sana pasti aman karena Kevin akan selalu ada untuk Daveena. "


Mamah Amy tersenyum lega,merasa terharu atas pernyataan jujur pacar anak nya itu.


Tampan iya,mapan juga..baik pula.syukurlah ...! Itulah ungkapan mamah Amy dalam hatinya.merasa bahagia karena anaknya sebegitu di cintai sama sosok pria seperti Kevin.


Mamah Amy mengangguk.


" nah,sekarang Kevin mau izin ke kamar dulu .buat beres-beres..tante tersenyum dong ...." canda Kevin sambil berdiri.


Mamah Amy tersenyum walaupun sedikit.


'' duuh adduuuuhhhh...senyumnya ituuu...manis bangeet.pantesan om Willy begitu tergila-gila sama tante.laah tante kalau tersenyum mirip artis tamara blezynski...." kata Kevin sambil mengacungkan jempol.


Mamah Amy terbelalak mendengar pujian konyol Kevin.


" haaah??! " mamah Amy melongo sedangkan Kevin tertawa sambil pergi setengah berlari ke kamarnya.


Satu jam sudah perjalanan mereka tempuh,jam sudah menunjukan jam sembilan malam.niat akan pulang sore ternyata mundur jadi jam delapan karena tantenya Daveena yaitu mamah Adam ingin ikut,katanya mau kerumah mertuanya yang kebetulan rumahnya di sana.


" jauh ga tempat kamu?? ,kalau jauhan kosan kamu mending anterin aja langsung tante ke rumah mertua tante "


" tante...ga enak sama Kevin dong " kata Daveena sambil berbisik pada tantenya.


"Ehmm !"


Kevin berdehem , sambil melirik ke kaca spion atasnya.


Tante Daveena yang tidak lain adalah mamah nya Adam langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah keponakannya menyenggol tangannya.


"Kenapa Dev??! " tanya Kevin memastikan.


Daveena melirik tantenya sebentar lalu kembali melihat Kevin.maka beradu pandanglah mereka.


" ga...ga papa kok ! " jawab Daveena singkat.


"hmm...tante mau.istirahat dulu ga?? Sebentar lagi ada rest area di depan " tawar Kevin.

__ADS_1


" ehh..bolehh...eh-eeh ga usah lahh.. "


" biaar..cepet sampe juga heheh " kata tante Daveena yang serba salah tingkah karena di pelototin terus sama Daveena.


Kevin sadar dari tadi terjadi perang antara tante dan keponakan nya.yaah begitulah..sifat Daveena .


Mobil melaju pelan ke pinggir.terlihat rest area.yang di maksud Kevin tadi,rupanya Kevin hendak mampir dulu.padahal niat Daveena pengen langsung aja tidak usah banyak istirahat ataupun mampir-mampir.


" ayok..! " ajak Kevin pada semuanya setelah mobil berhenti dan kevin membuka sabuk penganmannya.


" lohh..jadi juga mampir ?? ,duuh tante sudah pegel dari tadi " katanya sambil segera keluar dari mobil.


" heh ! Bilang aja pusing mabok gitu !!"ujar Daveena menggerutu.


Kevin membukakan pintu mobil sebelah tempat Daveena duduk.


"yuk.." katanya sambil mengulurkan tangan nya.


" bisa ! " jawab Daveena ketus.sambil bangkit lalu keluar sambil melihat tantenya yang terlihat sedang mengipas-ngipas sendiri pakai tangannya,sepertinya kepanasan entahlah.


" kamu kenapa?? kok cemberut gitu?? " tanya Kevin pura-pura tidak tahu.


" ga..ngapain mampir segala.kan aku bilang langsung biar cepet nyampe.besok aku kerja pagi-pagi harus udah nyampe ! " omel nya


Kevin menghela nafas,tahu kalau pacarnya sedang marah.


" aku kebelet pipis " kata Kevin bohong.


" ya udah.cepetan ! Jangan lama " Daveena menjawab sambil membuka ponselnya dan bersandar di mobil Kevin.


Kevin berjalan menghampiri mamahnya Adam yang sepertinya sedang mabuk.


" tan ,ga apa?? " tanya Kevin .


Yang di tanya terkejut .


"tan...tante ga apa?? Kok muka nya pucat gitu??? "

__ADS_1


__ADS_2