
Daveena terdiam,dia merasa galau dengan pikirannya.apa mungkin adit tega berbuat begitu.tapi adit orangnya sopan dan selama ini tidak pernah berbuat aneh-aneh padanya atau pun dengar hal negatif tentang adit.
Tidak terasa mereka telah sampai di depan perkemahan.
Adit tampak sedang merapihkan beberapa kayu bakar.dan teman-teman yang lain terlihat sedang bergurau di dekat tenda utama.
Adit melempar senyum ke arah daveena yang baru saja sampai dari danau,daveena merasa malas membalas senyuman adit,terlintas di pikirannya bagaimana dia bermesraan dengan kak mega semalam.
Ahh, kenapa pikiran gue bisa kesana,ga mungkin adit tega pada gue, gumam daveena.
Karena suasana hatinya sedang tidak enak maka daveena tidak keluar,hanya tiduran di dalam tenda sambil mainin ponsel nya.
Ting !
Satu pesan dari adit. di baca nya tapi tidak di balas juga.
Ting !
__ADS_1
daveena masih mengabaikan pesan dari adit.daveena memasang headset di kedua telinganya dia mendengarkan lagu korea kesukaannya.
Diluar adit merasa heran dan penasaran kenapa kekasihnya tidak keluar atau membalas pesannya.
Padahal pesan nya di baca tapi kenapa tidak di balas juga.
Karena penasaran,adit menghampiri tenda milik daveena,dia memanggil-manggil daveena namun tidak ada jawaban dari dalam.beberapa kali dia memanggil namun tetap saja tidak ada jawaban,sepertinya daveena tidak ada di dalam.tapi jelas-jelas dia melihat daveena masuk dan dia melihat belum keluar lagi.
Daffa berjalan dengan tergesa-gesa.dengan wajah sedikit cemas dia menghampiri adit yang sedang berdiri di depan tenda milik pacarnya,dina.
" dit,lu ngapain berdiri di situ'?"
" lu coba hubungi dia aja "
" udah tapi ga di bales, cuma di read doang "
" lu lagi bertengkar ?? Sabar aja mungkin dia lagi sedikit sensi ,eh ngomong-ngomong ada yang ingin gue omongin ama lu" kata daffa dengan muka serius.
__ADS_1
"Apa?? bicara aja" jawab adit penasaran.
Daffa akhirnya bicara soal obrolan ibu-ibu tadi di sungai dan pas barusan saat dia ke desa karena ingin membeli sesuatu di warung malah bapak-bapak nya juga bicara begitu.
" gue rasa emang tempat ini sering di pake kayak gituan deh...tapi kan kita enggak.kita kesini emang niat mau liburan aja , walaupun bawa pacar masing-masing juga tapi kan kita masih bisa jaga sikap" kata adit membela diri.
" iya gue juga sama berpikiran gitu,tapi lu mantau gitu apa yang mereka lakukan kalau lagi gini.lu lihat sendiri kan di tenda dan di sekitar sini pada kemana anak-anak? Lu ga tau apa yang mereka lakukan kan?" Kata daffa menjelaskan.
Benar juga,adit tidak tahu kalau yang di bicarakan warga ke grup perkemahan dia sekarang.dia juga selama ini tidak berpikiran kalau teman-temannya lurus.tapi untuk pacaran di luar batas kayaknya mereka tidak juga.dia tahu yang bawa pasangan ke sini,david dan adams tidak mungkin berbuat begitu,apalagi bagas dan suci.tapi dia juga tidak tahu pacaran mereka seperti apa.karena dia tidak mengawasi mereka 24jam.
" trus solusi nya gimana?? kita bilang ke mereka supaya jangan pacaran kelewat batas atau jangan terlalu berduaan ? " tanya adit ke daffa.pikiran nya tidak bisa jernih karena dia masih memikirkan daveena.
" emang lo bokapnya pake ngelarang-larang mereka pacaran ! " jawab daffa sewot merasa tidak terima karena imbasnya nanti ke dia juga.
" trus gimana ??! " kata adit sambil garuk-garuk kepala tanda tidak mengerti.
" tau ahh lu..! lu pikir aja sendiri..!" sedikit prustasi daffa bicara dengan adit yang kurang pokus.
__ADS_1
"saran gue,lebih baik kita pulang aja .kelar deh urusan nya !" kata daffa sambil melengos meninggalkan adit yang masih berdiri.