
Kevin yang tangannya tidak di sambut oleh daveena segera menariknya kembali,sambil tersenyum dia berkata " sudahlah..jangan di pikirkan,sudah aku siapkan di mobil,ayo mana ibumu aku mau pamit pada beliau? "
Setelah pamit dengan mamah amy,kevin dan daveena pergi menuju pesta andini.sepanjang perjalanan mereka hanya diam,sesekali kevin melirik ke arah daveena.sedangkan gadis yang di liriknya sedang fokus melihat ke samping jendela mobil.bukannya tidak tahu kalau kevin curi pandang kearahnya hanya saja dia merasa tidak mau terbawa suasana yang membuat dia terjebak diantara nya.walaupun hatinya sudah mengikhlaskan adit dan merelakannya namun jauh di lubuk hatinya yang hampa dia belum bisa menerima satu sosok pria untuk mengisi kekosongan hatinya.
takut? jelas merasa ada takutnya.takut di tinggalkan bahkan di khianati.namun dia berusaha untuk membuka hatinya walaupun mungkin butuh waktu dan proses.
Daveena tahu kalau kevin sebenarnya menyayanginya namun dia takut kalau dia tidak bisa membalas rasa yang di berikan kevin padanya.takut kevin kecewa itulah pikiran daveena saat ini.
" mau disini aja ga ? ga masuk kedalam hemm ?" tanya kevin membuyarkan lamunan daveena.
sontak daveena terkejut,sambil membuka sealbelt dia hendak membuka pintu mobil namun tangannya di tahan oleh kevin.
kevin segera keluar dari mobilnya,dia berjalan memutari mobilnya lalu membuka pintu mobil sebelah daveena.daveena tersentak dengan perlakuan kevin barusan,merasa tersanjung sekaligus tidak enak.
Begitu keluar dari mobil kevin lalu berjalan di samping daveena.
__ADS_1
" ehh !" daveena terpekik tatkala tangannya di genggam oleh kevin,daveena hendak melepas pegangan tangannya namun kevin semakin mengeratkan genggamannya.daveena hanya diam sambil memandangi wajah kevin dari samping.
" biarkan sebentar saja begini " ucap kevin lirih tanpa menoleh kearah daveena yang sedang menatapnya.
Di dalam sana sudah sangat ramai,mereka telat 30 menit dari undangan karena insiden salah kostum tadi.namun tak membuat keduanya urung menghadirinya.
Daveena berjalan dengan anggunnya dan begitupun di sampingnya kevin berjalan dengan gagahnya sambil menggandeng tangan daveena begitu erat.tak elak semua mata yang ada di sana melihat ke arah mereka,bagaikan sang raja dan permaisuri hendak duduk di singgasana,begitulah perumpamaan bagi mereka.apalagi begitu mereka mendatangi si punya pesta dan mengucapkan ucapan selamat,seakan menjadi tontonan tersendiri bagi mereka yang sedang menghadiri pesta.
" gila...kalian best bangeet and serasii,cocok laah...gue sampe iri lihatnya " kata andini setengah teriak.kevin tergelak mendengarnya,dan di aminkan dalam hatinya.
" heemm,selamat deh buat lo...akhirnya lu dapetin daveena juga.patah hati gue hik..hik..hik.." kata yoga pacarnya andini diakhiri dengan rangkulan pada kevin.
" eheem ! " yoga mendehem,membuat kevin maupun daveena salah tingkah.yoga merasa panas menjalar di hatinya demi melihat kevin yang dengan gigihnya mendekati daveena walaupun yoga sendiri sudah berpacaran dengan andini namun melihat daveena dengan lelaki lain membuat hatinya perih.
yah sudah menjadi rahasia umum lagi kalau para lelaki pada menaruh hati pada sang dewi kampus tersebut.baik yang sudah punya pacar maupun belum berlomba ingin memiliki daveena.
__ADS_1
Acara ulang tahun andini sangat meriah,hampir semua teman-teman di kampusnya di undang.terlihat amanda yang tengah mengobrol dengan teman-temannya.begitu melihat ke arah daveena dia hanya nyengir saja.tahu bahwa nanti pas sampai rumah pasti dia diomelin sama sahabatnya itu.oleh karena itu ponsel dia sedari tadi sengaja di matiin supaya aman dari teror temannya siapa lagi kalau bukan daveena.
Di rumah adit duduklah mamah nya adit dengan senyum getir melihat kekasih anaknya yang saat ini masih mengharapkan anaknya .
" Daveena sayang,sudah tiga tahun lebih adit pergi tanpa kabar,entah dia masih hidup atau sudah tiada.kami pihak keluarga sudah mengikhaskan semua takdir yang Allah gariskan pada keluarga kami.kalau anaku masih hidup saya hanya minta dimana pun dia berada semoga dia sehat wal a'fiat dan tidak kekurangan sesuatu dan mudah-mudahan kita bisa berkumpul lagi dengan kita.namun bila ternyata dia-..." mamahnya adit menjeda kalimatnya melihat kearah daveena yang tertunduk ,ada rasa sesak di dada orang yang kehilangan anaknya selama 3 tahun lebih.
"...dan jika dia sudah tiada,semoga dia bisa tenang di sisi-Nya.dan untuk kita yang di tinggalkan semoga bisa ikhlas.untuk kamu,tante menyarankan alangkah baiknya kamu menata kembali masa depanmu,kamu masih sangat muda.tante berterima kasih sudah sangat menyayangi anak tante seperti ini,tante berharap kamu menjadi menantuku.namun ternyata Takdir berkata lain"
Daveena seketika mengangkat wajahnya menatap nanar pada mamahnya adit,dia tahu kemana arah pembicaraannya berlangsung.bukannya tidak mau menerima kenyataan namun memang dia sadar bahwa tidak seharusnya dia terlena dan mengharapkan sesuatu yang mungkin saja mustahil.maka biarlah peeasaannya seperti ini untuk sementara waktu dan dia juga merasa nyaman dengan keadaan begini
" nak,lebih baik kamu sekarang mulai mencari sosok yang akan mengisi ha-" ucapan mamah adit terpotong karena daveena sedang mengangkat sebelah tangannya bertanda dia mau berbicara.
"Stop tante ! Saya mengerti apa yang tante ingin sampaikan.mungkin saya bisa mengikuti saran dari tante,tapi ketahuilah rasa cinta dan sayang saya pada adit sangat dalam.saya akan mencoba tante...iyaa saya akan mencoba..tapi biarkan untuk sementara saya begini dulu" jawab daveena sambil terisak.tidak mau air matanya keluar lagi namun entah mengapa mata seakan perih dan air mata pun seakan melesak ingin cepat keluar saja membasahi pipi gadis yang putih seputih pualam.
" iya nak..adit pasti bahagia melihatnya kalau kamu pun bahagia..tante merasa lega nak,sekali lagi tante sangat berterima kasih padamu nak.adit pasti bahagia bisa di cintai sama gadis secantik dan se setia kamu.ingat nak..kamu adalah bagian dari keluarga tante,tante sangat sayang kamu nak....huhu..huhu.." mamah adit mendekat lalu memeluk tubuh gadis yang sedang rapuh itu.
__ADS_1
Kedua nya terlarut dalam kesedihan. seorang ibu yang merindukan anaknya dan satulagi seorang kekasih yang menunggu dan merindukan anaknya.
Daveena sangat menyayangi ibunya adit bukan karena dia pacarnya adit,namun karena dia sudah mengenal sosok mamahnya adit karena dia berteman dengan anaknya ,anna.apalagi dia sering bermain ke rumah anna dan itu kejadian sebelum mamah nya adit memutuskan ikut pada ayahnya adit ke surabaya.