Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Keluh kesah warga


__ADS_3

ini nak kembaliannya " kata bu irah sambil memberikan uang kembalian pada adit.


Adit mengambilnya lalu dia permisi pada bu irah dan bapak bapak yang sedang ngopi di sana.


Baru juga berjalan beberapa langkah terdengar bapak tadi memanggil.


" nak,kamu kayaknya bukan orang sini ya.kok bapak ga pernah lihat?"


Deg!


Harus jawab apa nih??! Batin adit.


" apa kamu sedang berkemah di bumi perkemahan sana??" Tanya nya juga.


Adit menoleh kembali,lalu dia menjawab setelah lama dipikirkan jawaban apa yang hendak keluar dari dari mulutnya.

__ADS_1


" i-iya pak "


" dari mana asal kalian ?? Dari kota kah?? tolong dijaga tingkah laku kalian karena kami sebagai warga yang kena sial dan kena getahnya.banyak orang orang pada kemping ke sini padahal cuma kedok " kata bapak yang meminum kopi pahit sambil menghela nafas panjang seakan penuh dengan beban hidup.


" maaf maksud bapak gimana ya?? Saya tidak mengerti ? " tanya adit sambil mendekat lagi ke warung.


" sebenarnya tanah perkemahan ini baru dibuka tiga tahun yang lalu,awalnya tempat ini hanya hutan biasa,lalu di beli sama pak haji subur.pohon-pohonnya mulai di tebang,katanya mau di jadikan villa .tapi enggak tahu ga ada modal atau apa malah di jadikan lahan perkemahan .


Sebenarnya yang kita jadi keberatan adalah karena setiap ada yang berkemah di sini pasti di pakai trmpat mesum.entah di danau,kebun mungkin saja di dalam tenda sehingga anak anak muda disini secara tidak langsung meniru mereka.dan itu sangat merusah moral" kata bapak tadi dengan geram.


" ahh percuma nak,mereka pada melawan apalagi pak haji subur kurang tegas .padahal yang jadi imbasnya ke kita semua.setiap malam banyak wanita yang berjualan kehangatan kesini.karena disini banyak yang memerlukan jasa mereka "


" maaf pak saya tidak tahu karena tujuan kami kesini mutlak hanya berkemping saja,kami tidak melakukan hal di batas wajar,apalagi membawa wanita yang berjualan kehangatan bahkan kami pun yidak membawa minuman yang di larang pemerintah,kami murni hanya ingin merasakan udara di pegunungan" kata adit meminta maaf.


" iyah bapak hanya mengingatkan dan tolong jaga tingkah laku kalian karena kami yang merasakan sial dan apesnya " kata laki laki pang meminum kopi pahit.

__ADS_1


" iyah terima kasih pak,kalau begitu saya permisi dulu sudah siang.maaf dengan kedatangan kami kesini membuat tidak nyaman " kata adit sambil bersalaman ke bapak-bapak dan ibu irah,pemilik warung.


Adit berjalan dengan perasaan di liputi ketidak enakan.untung saja dia dan kawan-kawannya selama berkemah tidak kelayapan keluar sehingga tidak bertemu dengan wanita wanita yang tadi di bicarakan bapak bapak di warung.


" hey...! dari mana kamu ,dit ?? !" Kata mega yang sedang berjalan di depan adit.


" dari warung,kamu mau kemana ??"


" mau bli mie instan dan rawit,pengen yang seger seger,apalagi kalau ada tukang bakso.ehh nemu penjual bakso ga tadi di sana ??"


" ga ada.nih gue bawa mie instan,kita balik aja ke tenda " ajak adit ke mega.


Mega tidak menjawab,dia tersenyum senang karena akhirnya bisa berjalan dengan dengan adit berdua.


Sepanjang perjalanan mega tidak henti- hentinya cari perhatian sama adit,sungguh mega tidak merasa malu berani berterus terang tentang perasaannya pada adit,dan tentu saja adit menolak secara halus karena dia hanya menganggap dia sebagai teman dan dia juga berterus terang bahwa dia sangat mencintai kekasihnya,yaitu daveena.

__ADS_1


__ADS_2