
Acara perpisahan di sekolah tinggal beberapa hari lagi .daveena dan kawan kawan makin sibuk latihan karena dia kebagian menampilkan sandiwara peran pas acara perpisahan .Daveena dan kawan kawan makin sibuk latihan karena dia kebagian menampilkan sandiwara peran pas acara perpisahan.
" dev, lo mau bacain puisi ga? Gantiin si indah yang sakit " kata aldo ketua osis.
" apa ??!! ..ogah akh!" Kata daveena menolak mentah mentah sambil menepis nepiskan tangannya.
" yaahh lo usahain dong !! Hanya lo yang pantes " kata aldo memohon mohon.
" cari aja yang lain, si ratih, angel atau diana noh yang **** abis, bagus entar bahasa tubuhnya " kata daveena sambil cekikikan.
Tap
Tap
Tap
"Aldo, gimana udah ada pengganti buat indah?" Suara pak hendra menggema, seketika daveena dan aldo kaget lalu mereka menoleh ke arah suara.
" eh..a- ada pak...ini daveena ma- mau " kata aldo sambil menunjuk daveena.
Deg ! Daveena terkejut.
Apaan si aldo pake nunjuk gue lagi, kan gue dah nolak, sialan nih , gumam daveena dalam hati.
Pak hendra melirik daveena " oke kalau begitu tampilkan yang bagus ya !" Kata pak hendra sambil mengacungkan jempolnya.
" a..a-nu pak..." daveena belum selesai ngomong.aldo sudah memotong lagi
__ADS_1
" siap pak ! Nanti aldo suruh latihan " kata aldo memberi hormat ke pak hendra.
Pak hendra hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka.
" sialan lo ! Ngapain lo nunjuk gue, gue kan ga bisa baca puisi " kata daveena sambil memukul dada aldo.
Aldo hanya nyengir mendapat pukulan dari daveena.
" sorry dev, gue bingung.secara si indah mendadak sakit dan gue bingung harus nyari siapa? Pas kebetulan lo lewat jadi gue samperin lo aja " kata aldo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Daveena hanya melengos tidak di menjawab, untuk membatalkan dia ga berani ber urusan dengan pak hendra, guru super killer di sekolahnya yang sekali kedip bisa langsung anak anak panas dingin keluar keringet.
Ahh aldo sialan, gue jadi pusing .
Anna dan dina tengah asyik mengobrol dengan teman teman di dalam kelas karena mereka kesekolah bukan untuk belajar tapi hanya untuk latihan buat pertunjukan perpisahan nanti.
Daveena meloyor masuk kelas lalu duduk di bangku nya sambil menangkupkan kepalanya ke meja.
" loe kenapa dev?" Tanya dina.
Daveena tidak menjawab.
" apa lo kesambet ? " kata dina lagi sambil mengguncang guncang tangan daveena.
Dengan malas daveena menjawab " gue di suruh bawain puisi "
" apa ???!!! " kata dina dan anna berbarengan.
__ADS_1
" huahaahahahah " dina tertawa terbahak bahak.
" ga kebayang lo bacain puisi..huahaahahah "
" huh ! Lu pada seneng kan gue dapet bencana ?" Kata daveena menghela nafas berat.
" gimana ceritanya lo bisa di suruh bacain puisi? "
" ini gara gara si aldo itu !"
" aldo? Aldo anak osis itu?? Yang gantengnya selangit?? " kata dina penasaran
Daveena hanya mengangguk lemah.
" lah lo lantas mau ? ,kenapa ga lo tolak aja...eehh bentar bentar, bukannya.yang tugas bacain puisi si indah anak 3D kan?, kenapa jadi lo? " cerocos dina masih penasaran, sedangkan anna hanya menyimak saja sambil sesekali menganggukan kepala.
" udah gue tolak . Tetep gue ga berani kalau berhadapan langsung ama pak hendra "
" hah !!! Pak hendra...idiih bisa bisa lo kulitin di cincang kasar badan lo !" Kata dina sambil begidik.
Pletak !
Kening dina di sentil sama anna sambil pergi.
" auww sakit anna " sambil mengusap usah keningnya.
" lo hati hati kalo ngomong entar kedengeran ama pak hendra" kata anna sambil berlalu pergi.
__ADS_1
" lu mau kemana na? " teriak dina ke anna yang sudah di ambang pintu kelas
" mau ke kantor dulu ngambil perlengkapan buat entar ".