
lagian beneran kok,aku ga ada apa-apa sama mega " adit membantah.
"Mana ada yang selingkuh ngaku.maling pun kalau ngaku penjara penuh tau !" Jawab daveena sengit
" tapi sumpah ,kemaren emang ketemu kebetulan di jalan "
" kebetulan kata mu ??!! itu di hutan . Ooh dia kesasar jalan me hutan kebetulan kamu dari hutan jadi ketemu.berani juga dia sendirian ke hutan, jangan bohong kamu.aku ga semudah itu di bohongin ! "
" iya emang..aduh sayang,emang kebetulan aku ketemu di ja-"
" oke lah kalau emang itu kebetulan ketemu..well di terima,tapi ngapain kamu berduaan sama kak mega sampe malem-malem ??! " daveena memotong ucapan adit.
" hah ! Sampe malem ?? Perasaan sebentar deh "
" emang yaa..kalau lagi pacaran .waktu lama juga rasanya sebentar " daveena menjawab sambil mencibir kan bibirnya.
" emang sebentar kok,aah kamu sayang kenapa jadi gini,kok malah nuduh yang enggak-enggak.jujur kemaren malem emang aku sempet ngobrol ama mega,dia yang nyamperin aku.trus ngobrol tapi cuma sebentar ga pake lama.
Lalu aku masuk ke tenda dan tidur. Ga ngapa-ngapain lagi "
adit menjelaskan dengan panjang lebar.
" stop ! Stoopp adit !! Kamu jangan bohong lagi "
Mata daveena berkaca-kaca,namun di tahannya air mata supaya tidak jatuh ke pipi.
__ADS_1
Entah dia harus percaya sama adit atau sama perasaannya.dan setahu daveena juga adit tidak pandai berbohong.tapi rasa curiga dengan yang dia dengar semalam itu siapa dengan siapa?? .
Apakah dia harus jujur sama adit,daveena menggeleng-gelengkan kepala.tidak mau mendengar kenyataan yang mungkin beresiko terhadapnya.
Adit mendekatinya,memberanikan diri menyentuh pipi daveena.
" katakan sayang,ada apa?? , ceritakanlah "
Daveena memandang adit dengan lekat,kedua pasang mata mereka beradu,menelisik kejujuran diantara pandangan mereka.
"A-aku men-mendengar....ahhh " daveena tidak bisa meneruskan kata-kata nya.dia takut dwngan kenyataan yang mungkin akan menyakitkan nya.
Adit mengernyitkan alis nya.
" katakan pelan - pelan sayang" sambil membelai rambut daveena.
" ya ampun daveena,jadi kamu menuduh aku sama mega ...gitu-an ???! "
Adit terkejut sambil mengusap wajahnya prustasi.
Tidak di sangka daveena akan menuduh nya berbuat diluar batas apalagi sama mega,temannya.
" maaf...makanya aku jadi kepikiran,apalagi lihat kamu siangnya pulang bareng dari arah hutan " kata daveena sambil terduduk.
" tapi kamu jangan menyimpulkan sendiri dev" kata adit penuh kecewa,terlihat dari raut wajahnya.
__ADS_1
Apa mungkin adit marah.kenapa harus dia yang marah??! Batin daveena.
Adit diam.tidak melihat wajah daveena lagi.lalu dia berdiri dari duduknya.
" ayo kita siap-siap jalan lagi " kata adit sambil berjalan meninggalkan daveena.
Daveena kaget.kenapa adit meninggalkannya.kenapa tidak menggandeng atau menunggui nya.apakah dia marah kenapa sikapnya malah berubah.
Kata orang kalau dia merasa bersalah maka dia akan diam,sebaliknya kalau dia tidak bersalah maka dia akan bicara dan melawannya atau membela diri sendiri dulu.
" dit,apakah ka-mu marah " daveena bertanya .
Adit yang sudah berjalan menghentikan langkahnya.
"Sudahlah....ayo kita pulang,kasihan suci sedang berduka " kata adit tanpa menoleh ke belakang dimana daveena masih berdiri di tempat tadi.
Dada daveena seketika sesak.air mata yang dari tadi sempat dia tahan lolos juga membasahi pipi mulusnya.
Ooh tuhan.apakah hubungan dia kali ini akan kandas lagi,dan semuanya diakibatkan oleh perselingkuhan juga.kenapa ??? Kenapa ?? Batin daveena menjerit.
Ingin dia diam menyendiri.karena adit sudah tidak memperdulikannya.bahkan untuk sekedar menjelaskan pun dia juga tidak mau.
Daveena berjalan dengan sangat terpaksa setelah di panggil beberapa kali oleh bagas dan adams.
Daveena membuka pintu mobil,lalu duduk di sebelah adit.ingin rasanya daveena duduk di belakang bersama suci namun dia tidak tega mengganggu suasana mereka apalagi suci tengah berduka.
__ADS_1
Selama perjalanan adit fokus mengendarai mobil nya,sesekali adit ngobrol dengan bagas.untuk menghilangkan rasa kantuk dan lelah.