
" iya.apalagi waktu aku pertama kali kesini,hanya ada satu saung dan entah yang mana sekarang akupun ga tau,bahkan taman bunga yang asalnya luas sekarang hanya tinggal segitu luasnya" kata adit sambil menujuk pada taman bunga di depan sana,tepat di tengah tengah danau ini.
Adit membawa daveena ke tempat di mana dulu dia menyatakan cinta nya,yaitu di bawah pohon akasia yang terletak di tepi danau.
Namun pas begitu sampai kesana,tempat itu sudah di kelilingi bangku melingkari pohon itu.dan terlihat beberapa orang sedang duduk-duduk di sana.
Adit menghela nafas,ternyata hari minggu tempat ini sangat ramai dan penuh.tidak menyangka kalau tempat ini akan di jadikan tempat wisata pilihan keluarga dan para anak muda.padahal dulu hanya danau biasa dan di pakai tempat mancing bagi sebagian orang iseng.
"Dit,haus..bli ice cream yuk " ajak daveena pada adit.dia merasa kerongkongannya kering atau ngiler karena melihat penjual es cream di pojok sana dengan berbagai topping,ah entahlah atau karena dari tadi mereka hanya berkeliling saja jadi kehausan.
Adit menganggukan kepala,dia juga sama merasa kehausan apalagi cuaca terik.
" kita duduk di sana aja yuk " kata adit setelah mendapatkan ice cream dan minuman untuk daveena dan dirinya.
Daveena tidak menjawab,hanya mengikuti saja sambil menikmati ice cream nya.
Setelah sampai di sebuah bangku yang panjang dengan pemandangan danau.adit dan daveena duduk disana.terlihat beberapa orang sedang duduk santai bahkan ada beberapa pasang orang sedang berpacaran,mungkin saja !.
"Aaah sejuk nya disini..." kata daveena bicara pada diri sendiri.
Adit menoleh daveena,dilihatnya gadis yang hampir setahun lebih telah menjadi pacarnya itu.
Teringat bagaimana dulu dia hanya bisa mengagumi dan memberi perhatiannya dari jauh dan hanya bisa mendekatinya lewat saudaranya adams.
Bahkan dia merasa putus asa ketika daveena jadian dengan sahabatnya juan,hingga penghianatan juan pada daveena dia pun masih ingat.
Daveena meniup muka adit pelan,karena dari tadi pacarnya itu hanya bengong saja sambil menatap nya.
" kok bengong gitu dit ??" Tanya daveena " apa ada yang salah dengan wajahku atau penampilanku ini ??" Daveena kembali bertanya sambil merapihkan baju dan merogoh ponselnya untuk bercermin.
__ADS_1
Adit tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" ga ada yang salah di wajah kamu sayang,kamu begitu sempurna " kata adit sambil menurunkan tangan daveena dari pipi daveena.
" gombal ! Trus ngapain kamu tadi bengong ? Aku kira kamu kesambet " daveena asal bicara.
" iyaaa aku kesambet.kesambet sama kecantikan kamu " mata adit terlihat teduh.ahh daveena di buat klepek-klepek hatinya. Bisa di bayangkan bagaimana muka daveena saat ini.
" udah ahh jangan gombalin lagi , ga ada receh ! " kata daveena sambil melempar pandanganan nya ke depan.
" sayang , sebentar lagi aku lulus kuliah.dan ga akan nerusin lagi kuliah ke jenjang berikutnya- " kata adit menjeda omongannya.
"Aku mau kerja " katanya lagi sambil menatap daveena lekat.
Lulus ??! Berarti adit ga bakalan kekampus lagi.dia bakalan bekerja.yah benar juga pemikirannya adit .kan adit sudah dewasa sudah saatnya dia mengamalkan ilmu yang dia tempuh selama ini.dan tinggal memetik hasilnya.
Tapi apa maksud adit dari perkataannya itu ??
"Hai.siapa yang melamun atau bengong ..aku hanya nungguin kelanjutan omongan mu,lama banget malah diem !" Cerocos daveena.
Adit menarik nafas,memang ini masih jauh karena dirinya masih berstatus mahasiswa tapi tetap harus di pikirkan mengingat dirinya punya tujuan dan cita cita,yaitu menginginkan daveena menjadi masa depannya.
" tuuh kan kembali bengong lagi,kamu kenapa siih?? Kalau ada masalah yaaah bilang,siapa tau aku bisa bantu " kata daveena penasaran karena dari tadi adit hanya diam saja sambil memandang nya.
Dia bukannya tidak senang di pandangi oleh pacar nya sendiri,hanya saja daveena merasa risih dan malu apalagi ini di tempat umum,banyak orang melihat nya.
" kita pulang aja kalo gitu yuk ? !" Ajak daveena sekali lagi.
" ish..ngapain pulang ?? " kata adit memegang tangan daveena.
__ADS_1
" kita di sini mau pacaran kan?" Kata adit pada daveena.
"Habisnya kamu malah bengong dan diem aja,aku kan ..." adit langsung menutup mulut daveena dengan jari telunjuknya.
" diam lah..! aku bukannya bengong atau apalah ..aku cuma ingin memandangi kamu saja dari dekat " kata adit lirih
" tadi kamu bilang mau bekerja ..bekerja dimana ?? Apa udah ada rencana masuk perusahaan atau buka usaha sendiri ?? " kata daveena bertanya,karena adit tidak meneruskan omongannya yang tadi.
Adit mendehem sebentar
" iya...nanti aku mau bekerja.jadi penjaga " katanya mantap.
" penjaga??" Kening daveena berkerut " jadi satpam gitu" dengan polos daveena bertanya.
" iya semacam itulah...penjaga atau satpam di hatimu " terang adit menjelaskan.
"Iih beneran...aku nanya serius tau ! " kata daveena sambil mengerucutkan mulutnya.
Adit gemas melihat ekspresi daveena ,ingin di dekap nya kekasih hatinya namun melihat kondisi yang tidak memungkinkan dia hanya bisa menggenggam hangat tangan daveena.
" serius.." ucap adit sambil menggenggam kedua tangan daveena.
"Aku serius kalau menyangkut kamu.apakah selama ini aku pernah berbohong ??? "
Daveena memandang adit,menatap matanya seakan menelisik apakah ada sorot kebohongan di mata adit,tapi yang dia lihat hanya sorot mata yang teduh dan hangat.
Daveena tersipu malu,rona wajahnya berubah menjadi merah.semakin luluh daveena di buatnya.
Semilirnya angin danau membuat kedua insan yang sedang dimabuk cinta ini larut dalam obrolan ringan dan candaan,yang sesekali terdengar tawa dari mereka.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari kejauhan sepasang mata sedang melihat mereka sambil mengepalkan tangan nya.
" hmm kurang ajar ! Ternyata hubungan mereka masih berlanjut!!! "