
" buat apa?? Biar nanti temen-temennya pada minta,kayak Algi??" Selidik bude
" ya beli lah bude.nanti biar Algi porm-mmm....pormo..ehh pormosiin deeh ke temen-temen dan semuaaa...beli satu gratis satu !!"
"Promosi Algi " kata Bian membenarkan kosa kata anaknya yang belepotan.
" iyaa itu maksudnya Algi PORMOSI " jawabnya pede walaupun masih salah ucap.sedangkan Bian hanya mengusap dada.
Berbeda dengan yang lain,yang malah menertawakan celotehan Algi.
Setelah selesai sarapan,Bian pamit pada semuanya hendak istirahat kembali,sedangkan Sri membantu bude nya beres-beres dan setelah itu tentu saja mengurus Algi yang habis di sunat.
Setelah sampai kamarnya,segera Bian mengunci kamar.supaya tidak ada yang masuk selagi dia pergi.
Bian segera mengambil tali yang sudah dia siapkan tadi sebelum dia sarapan.dan tali tersebut dia ikatkan pada pilar di balkon kamarnya.lalu dia turunkan ke bawah tali itu buat dia turun nanti.setelah dirasa sudah siap tidak ada yang ketinggalan.mulailah Bian turun kebawah sambil memegang tali.
Brugh !!
'Sial ! Untung ga terlalu tinggi ' kata bian sambil menepuk-nepuk pantatnya takut kotor.
Karena tiba-tiba tangannya yang terasa kebas membuat Bian tidak bisa memegang kuat tali tersebut dan alhasil dia melorot kebawah dan jatuhlah!.
Setelah merapihkan tali dan menyembunyikan nya kembali lalu Bian mengendap-endap berjalan keluar.untungnya begitu membuka pintu pagar tukang ojek online lewat dan segeralah dia menaikinya.
"Bapak Bian Prasetyo " perawat yang tengah berdiri di depan pintu masuk dokter spesialis syaraf memanggil namanya.
Bian segera berdiri dan mulai berjalan,setelah menunggu kurang lebih 45 menit barulah namanya di panggil.untungnya pasien hari ini tidak begitu banyak sehingga Bian tidak perlu menunggu lama-lama di panggil.
Begitu masuk,terlihatlah seorang lelaki tampan memakai baju putih mungkin seumur dengan nya.terlihat dari namanya yang tersemat di baju dinasnya 'dr.tubagus seno Sp.N.
Dan di sampingnya berdiri seorang wanita yang merupakan asisten nya mungkin.
" silahkan duduk bapak Bian Prasetyo" katanya.
Maka duduklah Bian di hadapan dokter muda yang tampan tersebut.
__ADS_1
" coba ceritakan apa keluhannya pak??"
Bian mulai bercerita tentang mimpi-mimpinya yang selalu datang dan kadang kepanya suka sakit apalagi begitu dia mengingat nama-nama yang ada di mimpinya tersebut.
Dokter tersebut mendengarkan sambil sesekali manggut-manggut kepala.
"Apakah sebelumnya bapak pernah berobat ?"
" iya,bahkan dokter hanya menjelaskan kalau saya sedang nanyak pikiran saja sehingga mimpi buruk terjadi.selalu itu saja penjelasannya" keluh Bian
" oh begitu,lalu tanggapan keluarga bagaimana? Ehh maaf apa bapak sudah menikah??" Dokter tubagus seno kembali bertanya.
" iya saya sudah menikah,dan mempunyai seorang putra" jawab Bian lugas.
"Nah pertanyaan selanjutnya.apakah pihak keluarga bapak ada yang bisa menjelaskan kalau penyakit bapak kambuh lagi?"
" orang tua saya sudah meninggal,dan saya anak tunggal "jawab Bian lirih.
" ooh..maaf kalau begitu pak." Kata dokter tersebut sambil manangkupkan kedua tangannya di depan dada nya.merasa tidak enak.
Flashback
" pak,kalau benar kata dokter Bian bisa sembuh lalu dia pasti akan pergi meninggalkan anak kita" kata ibu minah terdengar sedikit khawatir.
" bapak ga akan ngebiarin dia sembuh,tenang saja bu.asal dia kalau sakit kepalanya kambuh tinggal kasih obat itu aja." Terang nya terdengar tenang.
"Tapi pak,apa itu tidak membahayakan dia.apa dia akan sadar dari amnesia nya??ibu ga bisa ngebayangin gimana kalau dia sadar trus ingat pada keluarganya..lalu anak kita?? Apa dia akan meninggalkan anak kita??" Apa dia akan nungtut kita??"
Hening.
Hanya terdengar suara isak bu minah yang sepertinya sedang menangis.
Bian yang tidak sengaja ketika hendak memanggil istrinya,tiba-tiba berhenti mendengar suara dari ruang makan yang memang kalau mau ke belakang pasti harus melalui ruang makan lalu dapur yang terhubung ke teras belakang.sebenarnya bagian belakang di gunakan untuk memelihara ayam dan bebek dan setiap sore menjelang magrib Sri dan ibunya biasanya suka memasukan hewan peliharaannya ke kandang.dan kebetulan Bian tadinya mau membantu mereka namun langkahnya yang terhenti karena mendengar percakapan kedua mertuanya ,awalnya Bian cuek aja namun karena penasaran karena nama istrinya di sebut.maka mau tidak mau Bian pun menguping.
Flashback off.
__ADS_1
'Saya tau mereka berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari saya,oke aku ikuti permainan kalian' batin Bian.
" pak Bian,setelah saya telaah dan saya menyimpulkan kalau bapak selama ini mengidap penyakit anemia traumatis dimana Amnesia traumatis terjadi karena cedera pada kepala yang diakibatkan oleh kecelakaan, benturan, pukulan atau jatuh dari ketinggian. Ingatan yang hilang akan bergantung pada bagaimana trauma atau kerusakan pada area otak yang dialami. Amnesia jenis ini dapat membuat seseorang kehilangan ingatan secara sementara atau permanen" dokter Tubagus menerangkan secara detail pada Bian,beda 360 derajat dengan dokter selama ini yang dia sering berobat di malang.
Dan sontak membuat lamunan Bian buyar.
" apakah ingatan saya bisa pulih dok??" Tanya Bian bertanya penuh pengharapan.
" sebenarnya bisa,apakah bapak pernah mengalami kecelakaan atau kena benturan benda keras di kepala??" Dokter kembali bertanya.
Bian tampak berpikir,perasaan tidak.namun entah kalau sebelum dia terkena amnesia dia bagaimana.
" entahlah dok,saya tidak ingat.kalau saya mencoba mengingat-ingat kepala saya terasa sakit.seperti ada yang menekan-nekan.namun saya selalu mimpi yang berulang-ulang " kata Bian menjelaskan tentang kondisinya.
Dokter Tubagus kembali menegakkan badannya.
" nah ! Sepertinya alam bawah sadar bapak bekerja.perlahan memori anda akan kembali.asal anda ada yang membantu dan mengingatkan tentang masa lalu anda.cob anda shading dan cob menggali bersama orang-orang terdekat anda tentang anda " dokter Tubagus menuliskan sesuatu pada perawaf.
" nah,pak Bian.sepertinya pemeriksaan hari ini cukup,nanti minggu depan bapak Bian bisa kesini lagi untuk melihat perkembangan nya,dan jangan lupa ini ada resep untuk pak Bian "
Dokter Tubagus terlihat menuliskan sesuatu di kertas lalu memberikannya pada asistennya.
***
"Mah, serra mau pamit pulang dulu..sudah malem " kata serra menghampiri mamah amy yang sedang membuka majalah di ruang tv.
Mamah Amy mendongakan kepalanya,melihat Serra lalu mamah Amy melipat majalah yang dia pegang dan berdiri.
"Ohh sudah mau pulang,David mana..bia dia anter ya...vid..David...sini nak !" Teriak mamah Amy pada anaknya.
Tak susah memanggil anaknya karena memang David sedang berada bersama Kevin dan Daveena,bahkan Serra pun awalnya ikut gabung sama mereka.hanya saja dia izin pamit mau pulang dan yaahh..memang sudah saatnya seorang anak gadis pulang kerumahnya.tidak baik berlama-lama main di rumah pacarnya.
"Iyaa mahh...sakit telinga nih !" Gerutu David sambil mengusap telingana.
" apa ??! Masa cuma dipanggil sudah sakit.kalau di jewer pasti sakit.mau mamah jewer hmm???" Ancam mamah Amy pada anaknya .
__ADS_1
"Enggaklah ..hobi banget jewer anaknya.hobi ganti dengan shopping,makan,ini malah kekerasan " sambil menggerutu