
Adit melepaskan cengkramannya,dia tidak boleh tersulut emosi.bisa bisa nanti malah nambah masalah lagi.
Kevin pergi berlalu dengan senyum terukir di wajahnya,ada perasaan bangga karena daveena lebih memilih pergi dengan nya ketimbang sama pacarnya,adit.
sepeninggal mereka berdua adit menjambak rambutnya sendiri,dengan napas naik turum.dia sangat marah dan kesal.siapa kevin itu,verani beraninya dekat sama pacarnya,bahkan daveena lebih memilih pergi sama dia.
Kevin berjalan cepat mencari daveena.
Kemana perginya?? Secepat itu jalannya...pikir kevin tidak habis pikir.tadi amanda yang berjalan cepat cepat sekarang daveena,apakah semua wanita begitu kalau ada masalah,bedanya kalau amanda tadi bermasalah dengan cacing yang berada dalam perutnya sedangkan daveena dengan kisah percintaannya.
Kevin teringat kalau tadi daveena mencari amanda.maka dia lalu pergi ke kantin siapa tahu daveena ada disitu.
Begitu sampai di sana terlihat daveena sedang duduk dengan amanda.perasaan lega di hati kevin karena akhirnya menemukan daveena.
" dev,gue cariin.." kata kevin sambil duduk di samping amanda.
Daveena hanya nyengir memamerkan deretan gigi kelincinya yang putih.
" sorry,gue ngelibatin lu dalam masalah gue dan pacar gue.sorry ya vin" kata daveena merasa bersalah
__ADS_1
" tidak apa-apa,sesama teman memang seharusnya begitu.tapi kamu ga papa kan??" Tanya kevin khawatir.
Daveena menggelengkan kepala sambil tersenyum.
" ooh berarti lu ga bisa tidur tuhh karena ada problem sama pacar lu..pantesan muka lu ancur banget,cerita dong lu kenapa?" Desak amanda
Apakah gue harus cerita sama mereka?? Tapi gue malu,inikan bukan masalah serius,cuma kesel dan ngetes dia aja.batin daveena.
" dev,kalau kamu butuh teman curhat .curhat aja aku siap dengerin" kata kevin pula.
" ciee cieee ..." kata amanda .
" dit,gue mau balik ke rumah aja" kata fery begitu kelas kelar.
" hem.." adit tidak tahu harus menjawab apa.pikirannya tertuju pada daveena.
"Gue udah sembuh,lagian gue ga enak harus ngerepotin lu terus,walaupun gue di rumah sendirian tapi seenggaknya ga nyusahin elu"
" ya udah..terserah lu aja" jawab adit lesu.
__ADS_1
Fery melihat adit yang kurang bersemangat,lalu dia bertanya.
" kenapa lu?? Kayaknya lagi ada masalah??" Tanya fery sambil duduk mendekati adit.
"Iya gitu biasa,cewek .eh fer..gue minta bantuan bagas buat nyelesein masalah lu ama pacar pacar lu terutama gea" kata adit mengalihkan pembicaraan.
Fery mengangguk.dia setuju saja ide adit karena bagaimanapun juga dia masih bingung harus bagaimana menghadapinya.dia juga belum jujur pada kedua orang tuanya.
" ya udah sekarang kita kerumah lu aja,gue hubungi bagas lu,biar sama sama kerumah lu." Lalu adit nelpon bagas karena untuk mencarinya seisi kampus sungguh sangat melelahkan,pikir adit.
***
" kalau menurut gue,lebih baik lu terus terang ama bonyok lu" kata bagas memulai pembicaraan.setelah sampai di rumah fery.
Adit mengangguk tanda setuju,sedangkan fery terlihat gelisah.
" bagaimanapun juga ini menyangkut kedua keluarga.dan lu harus tanggung jawab kalau benar lu salah.dan ngelakuin itu." Sambung bagas lagi
" tapi gue takut,bokap gue galak ! Dan gue takut gimana cara ngomongnya?.." kata fery pelan nyaris tidak terdengar.
__ADS_1