Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Saling memaafkan


__ADS_3

Apakah daveena sudah pulang?? Tanya adit pada dirinya sendiri dia lalu melihat jam dinding di kamar nya sudah menunjukan pukul sembilan malam.


Ah baiknya aku telpon saja supaya tenang.gumam adit yang langsung menekan beberapa no di ponselnya.


Kring


Kriing


[ Iya hallo...] jawab daveena dari seberang sana.


[ syukurlah...kamu dari mana??] Tanya adit bertanya penuh kehati-hatian takut malah tersinggung lagi.


[ ehh...tadi habis ke toko buku] jawab daveena canggung.dia masih syok kenapa jam segini adit nelpon dia.


Hening


Mereka sibuk merangkai kata masing-masing.


[ hallo...dev kamu masih disana??]

__ADS_1


[ eh ..i iiyaa]


[ maafin aku ..jangan ngambek lagi ya]


Daveena merasa tidak enak,harusnya dia yang meminta maaf pada adit.bukannya malah adit,tapi dia merasa malu untuk memulainya.


[ dev...sayang..hallo..] kata adit memastikan karena dari tadi tidak suara dari seberang.


[ adiiit...maafin aku...hik hik..]


Akhirnya keluar juga kata permintaan maaf dari daveena pada adit,sambil terisak.


[ maafin aku,awalnya aku kesel aja karena ga jadi nontonnya.tapi aku dah maafin kamu kok hikk hiik..cuma...cuma aku mau ngetes kamu aja ...maafin aku...hik...! aku sebenarnya lagi banyak pikiran akhir-akhir ini ] kata daveena terisak.dari nadanya penuh penyesalan.


[ sayang...kamu ga salah kok.aku aja yang egois...maafin aku juga yang kurang peka kalau kamu lagi punya masalah,aku pacar yang egois.sekarang jangan ngambek-ngambek lagi yaa...maafin aku juga] kata adit pelan kalau dia berada di dekat ingin dia peluk kekasihnya sambil meredakan tangisannya.


Daveena merebahkan badannya,memposisikan terlentang sambil menyeka air mata nya yang jatuh.karena dia tidak mau jujur dan gengsinya yang tinggi sehingga sekarang daveena sendiri merasa canggung dan bersalah telah menyuekan pacarnya.


Sebenarnya adit tipe orang yang baik dan pengertian terhadap siapapun apalagi terhadap pacarnya sendiri.namun yang namanya pacaran selalu saja ada permasalahan dan kesalahpahaman.

__ADS_1


[ sudah jangan nangis lagi...besok aku janji kita nonton yaa,ga bakalan aku lupa atau ngaret ] kata adit.


Mereka pun akhirnya mengobrol,menjelaskan kesalah pahaman antara mereka.bahkan saking asyiknya mereka mengobrol tidak terasa jam sudah menunjukan pukul sèbelas malam.


[ yang...udah malem,besok di sambung lagi..tidur yang nyenyak yaaa] kata adit mesra pada daveena mengakhiri obrolan lewat ponselnya.


Ahh akhirnya gue bisa tidur nyenyak..ga sabar buat ketemuan besok.lega rasanya,gumam adit sambil menguap beberapa kali.


***


" ampun pih...ampuun..." teriak fery sambil duduk di bawah kaki papihnya.


" kamu sudah mencoreng nama baik papih! Mau di taruh dimana muka papih hah???!!! Anak tidak tahu diri,bukannya belajar malah main perempuan !" Mata papih fery melotot dengan nafas turun naik di dadanya,terlihat wajahnya yang merah karena memendam amarah.


"Papih tenang..istighfar pih..nanti kumat lagi." Kata mamih fery sambil mengusap usap bahu suaminya.


Papih fery duduk dengan mata masih melotot tidak lepas memandang anaknya yang sedang duduk dilantai dengan kepala tertunduk.


" bawa papih ke rumah pacarmu itu! Mau gimana pun ada darah atmadja di rahim pacarmu itu...mudah-mudahan dia perempuan baik ...arrrghhh papih masih tidak pecaya kamu berbuat senista itu!" Teriak papih fery yang terlihat frustasi.

__ADS_1


Fery hanya menunduk sambil terduduk di lantai,tidak berani menatap papihnya yang terlihat murka.


__ADS_2