
***
" udahlah mega ..lo brenti nangis ! Pusing gue.mana adit ngilang lagi ! " bentak bagas pada mega yang sejak tadi menangis.
" lagian lu ga ada tobat-tobatnya jadi orang .udah gini kita jadi repot kan" tambah fery yang dari tadi sibuk menghubungi no adit yang masih tidak aktif.
Mega tiba-tiba berhenti menangis lalu melotot pada fery dan bagas secara bergantian.
" gue ga minta kalian urusin gue.kenapa waktu gue mau bunuh diri lu semua ngelarang gue,lu malah ngalangin gue loncat dari jembatan sana ! " sambil berteriak dan nunjuk-nunjuk pada bagas.
" kalo waktu itu lu semua ga ngalangin gue,kelar sudah urusannya !!! ,kalian- ..arggghhh !!! " teriak mega sambil menjambak rambutnya sendiri lalu menyeka air matanya yang turun di kedua pipinya.
" emang dengan bunuh diri,kelar urusan lo??? Trus gimana dengan anak lo yang ga berdosa itu , hah ??! " balas fery dengan nada tinggi
" gue ga butuh anak ini ! Asal lo tau gue mau gugurin !!" Jawab mega sambil teriak pada mereka.
" bayi yang lo kandung tidak bersalah ! Lo dosa kalau ngegugurin juga ! " ucap bagas.
" tau lu !! Giliran enak enaknya mau,ga mikirin akibatnya ..." tambah fery.
" arggghhh !! Kalian keterlaluaan .. pergi sana...!!! Pergiiii.....!!!!! " teriak mega histeris sambil melempar bantal dan apapun yang ada di dekatnya pada fery dan bagas,ga peduli dengan perabotan rumah orang lain mau ruksak atau pun tidak dia sudah tidak memikirkannya.keadaan mega sungguh menghawatirkan.
Krieet
Pintu terbuka,muncul tika dengan membawa kantung kresek di tangannya.dia terkejut melihat mega tengah mengamuk,dengan setengah berlari tika menghampiri mereka.
" ini ada apa?? Kenapa kak mega teriak- teriak " tanya tika pada fery dan bagas.
Yang di tanya bukannya menjawab malah melengos membuang pandangan.
Tika menghampiri mega,lalu mencoba mendekatinya dan dengan perlahan merangkul pundaknya.
Serasa tidak ada perlawanan,tika memeluk mega dan mengusap punggung nya secara perlahan.
Mega memeluk erat tika,badannya terasa berguncang hebat akibat isakan tangis mega.tika mendiamkannya sambil mengelus pundak mega.dia dapat merasakan kepedihannya karena dia juga pernah dalam posisi seperti mega.namun beruntungnya sang pria mau tanggung jawab dengan menikahinya.
Setelah agak tenang ,tika mulai memberanikan berbicara secara lembut pada mega.
" kak,sudah yaah .ini tika bawain makanan buat kakak.makanan kesukaan kakak ini katanya,tika sengaja beli buat kak mega dimakan ya...seenggaknya kakak makan dulu buat nambah tenaga " bujuk tika.
__ADS_1
" iyah ga,seenggaknya menangis juga butuh tenaga buat ngeluarin air mata " celetuk fery sambil merebahkan badannya di soffa.
Sontak saja tika dan bagas melotot pada fery.nih anak ga ada habis-habisnya tuh mulut.
Mendapat tatapan seperti itu dari mereka fery hanya mendengus kesal.lalu merebahkan badannya dan menompang kakinya ke atas.
Setelah merapihkan bekas makanan yang di bantu oleh bagas.tika menghampiri suaminya,fery.
" kak,gimana dengan kak adit?? Apa udah ada kabar?? "
" belum,ga tau tuh anak,ga biasanya dia ngilang.pake matiin ponselnya segala" jawab fery.
" udah nanya ke daveena?? Atau adiknya?? Siapa tau dia ke surabaya.mudik " tanya mega pada fery
" kalau ke daveena,gue dah nanyain tapi sama! Dia juga ga tau.kalau ke adiknya gue belum.gue ga kenal apalagi punya no ponselnya" jawab fery tampak prustasi.
" gue malah sempat berpikiran buruk " kata bagas sambil menghela nafas panjang.
" hus ! Berpikir positif saja kak,mungkin kak adit sedang beristirahat dan ga mau di ganggu dulu .dia juga mungkin sedang banyak urusan di sana sama keluarganya." Tika menimpali kegundahan mereka.
" ya udah ,besok aku coba minta ke daveena buat nanyain ke adiknya adit yang di surabaya" jawab fery.
" kakak ga mau?? Ini kan bawaan jabang bayi kak?? Masa ayahnya tega..." jawab tika dengan mata berkaca kaca.
'hah ! salah lagi gue bicara.umpat fery sambil mengusap mukanya sendiri.
" iyah lu,masa tega .entar anak lu ileran lagi " gelak bagas pada fery
'Akkhh siall ! Umpat fery dalam hati,melihat istrinya yang sekarang ini makin cengeng dan berubah ubah layaknya bunglon.
Emang bener ! Pagi dia ceria lalu ga tau kenapa nangis nangis entar marah-marah tidak jelas,tak begitu lama dia ceria lagi.sungguh membuat fery prustasi.
"Ahh sudah-sudah...kamu diem disini sama mega,aku mau pergi dulu ama bagas.ayok gas buruan keburu malem" kata fery sambil menarik tangan bagas.
Bagas yang tiba tiba tangannya di tarik sama fery merasa kaget.
" awww..ngapain si-." Bagas yang mendapat sorotan tajam dari mata fery tidak jadi melanjutkan perkataannya.
" oke-okee ayo kita pergi " gerutu bagas pada fery.
__ADS_1
" mega,lu jagain bini gue.awas kalau ada apa-apa,lu gue buang ke laut ! " ancam fery pada mega yang terlihat hendak merebahkan badannya.
" kakak..apa -apaan siih maen ancam segala !. Kasihan kak mega kan." Tika menengahi.
" udah kak mega,ga usah di dengerin omongan kak fery.dia orangnya memang emosian , jangan dimasukin hati ya..." kata tika kembali membujuk mega sambil membelai rambut mega.
Mega mendelik pada fery dan bagas ,kesal ! Itulah perasaan mega pada tiga mahluk disini.sedangkan fery dan bagas,mereka berdua hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istri fery.
Akhirnya mereka berdua pergi naik mobil ke arah taman kota.
" lu ngapain ngajak gue keluar,bukannya jagain istri lo yang lagi bunting " ucap bagas begitu mereka sampai di taman.
Fery menjatuhkan pantatnya di kursi taman,sambil merebahkan diri dia menghirup udara dan mengeluarkannya secara kasar.
Dengan pandangan lurus kedepan fery berkata
" gue sebenarnya penat di rumah terus,apalagi tika yang sering membuat gue serba bingung dan kesal"
" ya lu yang sabar aja,namanya juga orang hamil,pasti moodnya berubah-rubah dan pastinya pengen lebih di perhatiin juga" jawab bagas sok tahu.
" yaa elu ngomong gampang.laah gue yang jalaninya beraaat gas !"
" ya iyaaalaah gue mah tinggal mangap kalau mau ngomong.lagian salah lu sendiri anak orang lu buntingin,apalagi lo belum siap jadi bapak,kan gini akibatnya"
bagas menjawab sambil mengeluarkan sebatang rokok dari dalam saku jaketnya,yang langsung disambar oleh fery.
Fery menghisap rokoknya dengan pandangan lurus kedepan.
" gas,gue ga sanggup kalo mega terus tinggal di rumah gue..."
" uhuk uhuk...!! "
Bagas tersedak air liurnya sendiri.
" hidup gue aja masih di tanggung ama bonyok gue.tau sendiri kan gue blom kerja.belum lagi tika dan bentar lagi anak gue lahir.mau di kasih makan apa anak bini gue???!"
Kata fery sambil sesekali mengepulkan asap rokoknya ke udara.
Bagas merasa geram mendengar ucapan fery,bukan nya apa.secara fery anak seorang salah satu konglomerat di daerahnya namun lagaknya seperti orang susah.sumpah demi apapun kalau bukan di taman dan tidak banyak orang mungkin bagas akan dengan senang hati memoles kepala fery dengan bogem mentahnya.
__ADS_1