
" mah , pa dev berangkat dulu ya, oma ..opa.." kata daveena sambil mencium tangan mereka.
" iyaa..hati hati di jalan ya kalian ..."
" jangan ngebut- ngebut vid "
Opa menimpali ucapan mamah amy.
David dan daveena menjawabnya dengan anggukan.
Mereka bergegas pergi karena jam sudah menunjukan pukul setengah enam, david terlihat ogah-ogahan mengemudi kalau tidak ada oma dan opa nya dia pasti sudah mengunci kamarnya, dengan mode pura- pura tidak mendengar ajakan kakaknya untuk nganterin ke sekolah.
" kak, pulangnya sendiri aja lahh...males gue jemputnya "
" lo tega biarin gue bawa tas ransel segini gede dengan naek taksi ?? Ogahhh lu jemput pokoknya titik" bantah daveena.
David enggak menjawab lagi, dia males bertengkar dengan kakaknya yang ujung- ujungnya malah dia lagi yang kalah.
Sampai di sekolah david memarkirkan mobilnya di dalam.
" lo ga langsung pulang?? Mau nonton dulu?? "
__ADS_1
" ke- po ! " kata david sambil berlalu meninggalkan daveena yang tengah menyeret ransel yang penuh sesak.
" adik laknat lo !! Bantuin kek malah pergi...woiyy david..!!! Lo awas yaa!!!" Teriak daveena ke adiknya.
" hay dev,lo dah nyampe ya?? "
Daveena melihat malas ke arah asal suara.
" berat yaa? Sini gue bantuin dev" tawar aldo sambil mengulurkan tangannya hendak meraih tas ransel daveena.
"Apa ga ngerepotin??" Tanya daveena basa- basi padahal dalam hatinya dia bersorak.
" udah sini ..pake basa-basi lo " sambil menarik ransel daveena lalu membawanya ke dalam kelas.
kursi sudah di tata dengan rapi bahkan beberapa siswi sudah ada yang siap dengan riasan dan siap tampil.
daveena pergi mencari teman-teman kelompok nya.di lihatnya sedang mengenakan pakaian.
" al, taroh aja ransel gue di pojokan sana, makasih ya?" kata daveena basa basi
aldo mengangguk sambil menepuk bahu daveena." semangat yaa" sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
hah ! apalagi sih aldo..bikin baper aja..gumam daveena sambil menggelengkan kepala nya.
" cie cieee... lo jadian yaa sama aldo "
" sejak kapan lo ama aldo?? "
" apaan sihh lo pada ngegosip aja " kata daveena sambil membuka ranselnya dan mencari baju.
" ga normal lo kalo lo ga suka ama aldo secara dia ganteng, tinggi, salah satu cowok populer di sekolah.osis pula..apalagi yang kurang ???,di kasih juga gue mau " cerocos tiwi
" udah lo promosiin aldo nya? "
tiwi, reni, gita dan anggi mengangguk serempak .
daveena membuang napas kasar, memang benar apa yang di katakan mereka dan dia juga merasakan bahwa aldo selama ini mendekatinya.
dan daveena pun merasakan .siapa juga cewek yang tidak mau di deketin ataupun di sukai sama cowok ganteng dan populer di sekolah sekolah aldo apalagi dia berprestasi.
namun aldo kalah cepat karena sekarang di hati daveena sudah diisi dengan sosok adit.seorang cowok yang mampu membuat dia bangkit dari keterpurukan, membasuh luka di hatinya, dan menjaganya layaknya seorang kakak.
" ya udah kita kesana aja yuk .deketin panggung" ajak daveena ke temen temennya.
__ADS_1
" yaahh kirain mo ngomongin status lo ama aldo " tiwi kecewa.
Para tamu sudah mulai memenuhi kursi yang kebanyakan anak anak sekolah kelas satu dan dua, jangan di cerikatan lagi kelas tiga karena memang perpisahan kelas tiga jadi tidak heran semua siswa siswi kelas tiga hadir semua bahkan ada sebagian orang tua dan orang liar sekolah juga yang datang sekadar menonton acara tersebut.