Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
NYUSAHIN


__ADS_3

" dev, pulang yuk ?" Kata adit sambil menggandeng tangan daveena, daveena mengangguk sambil bangkit dari tempat duduknya.


" dev, gue mau nanya.apa anna selama ini punya pacar?" Kata adit sambil melajukan motornya.


Daveena tertegun sejenak. " eh setahu gue belum , emang kenapa gitu?" Kata daveena balik nanya sambil menyenderkan kepalanya di pundak adit.


"Emmm..enggak yaa-,kali aja anna dekat atau naksir siapa gitu" kata adit. Yah anna semenjak adit pulang dia terlihat murung bahkan jarang keluar kamar.


Pulang sekolah langsung masuk kamar, di tanya kadang jawab kadang tidak.wajar saja adit merasa khawatir .


" emang anna kenapa dit? Tadi di sekolah dia - eh bentar bentar..bener tadi di sekolah anna terlihat diam aja, murung gue tanya ga nyahut " kata daveena menjelaskan keadaan anna yang memang diem saja tidak seheboh dan serame biasanya.


" ga tau dev, kemaren pulang .gue lihat anna di kamarnya berantakan,kayak habis ngamuk gitu" tutur adit.


" ya udah gue mampir aja ke rumah loe ya??" Daveena bertanya pada adit, siapa tahu anna bisa curhat ke daveena.


" masih kangen ya ke gue?? ga mau pisah makanya mau ikut ke rumah " goda adit yang sontak saja mendapat cubitan di pinggang oleh daveena.


" apaan sih loe, ga jelas banget !" Sambil mencubit pinggang adit.


"Auww ..ya emang bener kan??" Ucap adit sambil mengelis tangan daveena yang melingkar di pinggang adit.

__ADS_1


Hah ! Nasris banget adit.padahal daveena hanya ingin menemui anna dan melihat keadaannya.


***


"Dams, bisa ga saya pengen ketemu dengan daveena sekali saja, saya mau pamit kedia" kata wahyu yang sengaja mendatangi adams di rumahnya.


" loe mau pamit kemana?" Kata adams cuek.


" saya mo balik ke kalimantan lagi." Kata wahyu lemah.


Adams melirik selintas wahyu, ada guratan sedih di wajahnya.kenapa dengan wahyu.pikir adams.


Wahyu diam sejenak,sebenarnya tujuan dia kesini hanya mengunjungi saudara nya.


Tapi pas ketemu daveena, gadis yang membuat tujuannya berubah dari sekedar berkunjung jadi pengin menetap.dan sekarang karena gadis ini juga yang membuat keputusan dia berubah ke tujuan semula.


Ahh wahyu semakin terluka ketika mengingat daveena.


"Woy ! Ditanya malah bengong ! " kata adams sambil melempar bantal kursi ke muka wahyu, yang sontak saja wahyu tersadar dari lamunannya.


" yaah tadinya saya semangat pengen pindah kuliah kesini apalagi semenjak kenal sama sodara kamu,saya -" wahyu menghela nafas dalam " saya sekarang lebih baik pergi dams, dari pada harus melihat orang yang saya sayangi dan saya cintai dimiliki oleh orang lain" kata wahyu lirih.

__ADS_1


" bro ..ceritanya loe patah hati hahahaha...loe harus move on dong..banyak cewek selain sodara gue" kata adams sambil tergelak.


" saya udah nyoba, tapi tidak bisa dams, mungkin dengan jauh dari dia saya bisa melupakan perasaan saya ke dia" ujar wahyu yakin.


Adams terdiam mendengarkan ucapan wahyu, ternyata wahyu sudah terlalu dalam mencintai daveena dan kalau dibiarkan bisa mempengaruhi hubungan daveena dengan adit yang secara adit orangnya posesif.mungkin benar apa yang di katakan wahyu, jauh lebih baik.


" dams, kamu bisa kan mengatur waktu untuk bisa ketemuin saya dan daveena, please untuk terakhir lahh..." wahyu memelas ke adams.


Adams bingung, di satu sisi dia merasa kasihan terhadap wahyu dan di sisi lain dia merasa tidak enak pada adit yang notabene sahabatnya sekaligus kekasih saudaranya.


" dams, saya cabut dulu ya..ada janji, saya tunggu kabarnya.sekali ini saya minta tolong oke" wahyu bangkit dari duduknya sambil menepuk pundak adams.


Adams memijit keningnya,dia berpikir keras bagaimana caranya agar mereka bisa bertemu tanpa sepengetahuan adit, kalau sampai adit tahu bisa bisa mukanya babak belur, secara adit pemegang sabuk hitam di kampusnya.


Sialan si wahyu, sekalinya minta tolong bikin gue sengsara, kata adit sambil melempar bungkus rokok ke sembarang tempat.


Adams lalu pergi ke rumah daveena, tapi yang ada hanya david karena daveena dari pulang sekolah belum pulang.


Hemm pasti lagi jalan sama adit, gumam adams.


Akhirnya adams hanya bisa menunggu daveena di rumahnya sambil tiduran di sofa rumah daveena.

__ADS_1


__ADS_2