
Merasa tangannya di tepis oleh daveena,anna hanya tersenyum kecut, dia lalu berbalik muka dan pergi sambil menarik tasnya di atas meja.
Dina yang berada di situasi seperti itu merasa serba salah.
" anna, tunggu ! Lo mau kemana ?"
Tapi tak di jawab oleh anna, bahkan menoleh pun dia tidak, dia beralih memandang daveena yang masih berdiri di dekat nya.
" dev, kalian kenapa siih?? Kok jadi gini " kata dina sambil menepuk pundak daveena.
" gue ga tau ..apa yang anna maksud gue sungguh ga ngerti !" Jawab daveena.
" sama, gue enggak ngerasa saingan untuk dapetin seseorang .lagian siapa orangnya juga gue ga tau ,gue merasa selama ini ga punya gebetan yang kita sama sukai kan?"
" heemm....tapi anna kenapa berpikir begitu? Gue ga merasa bersaing.lagian gue ga tau siapa cowok yang di maksud anna.arrghhhh gue pusing, gue mo cabut dulu adik gue dah nungguin di depan " kata daveena sambil pergi meninggalkan dina.
" yeee tunggu dev, gue juga mau pulang !!" Kata dina berlari menyusul daveena, karena siswa yang lainnnya emang udah pada pulang dan sekolah udah pada sepi.
***
Sore hari daveena memakai baju over all dengan rambut di kuncir kuda, mondar mandir di depan cermin sambil membawa secarik kertas.
Duuh gue ga bisa konsen nihh , kata daveena sambil menggebrak meja.sialan si aldo ngasih tugas ginian ke gue, pengen gue cekik .
Brak !
Pintu kamar di buka dengan kasar oleh david, daveena yang sedang ngomel ngomel kaget.
__ADS_1
" lo ngapain...ga sopan banget tau ! " pelotot daveena ke david
" biasa aja kak ! BoNyok mau pulang hari ini !" Kata david
" terus gue harus bilang Ow gitu??? " kata daveena sinis.
" mereka pulang bawa oma sama opa kesini nya"
" what ??? Katanya oma sakit?? Apa udah sembuh gitu? "
David hanya mengangkat ke bahunua, tanda fia tidak tahu.
" kak , lo lagi ngapain?? "
" gue lagi ngapalin baca puisi buat lusa acara perpisahan, dan sore ini gue absen latihan dulu "
Brugh
Muka david di lempar bantal sama daveena.
" lo kalo ga mau bantuin gie mendingan lo keluar aja !" Teriak daveena.
David masih tertawa sambil memegang perutnya saking lucunya, dia ngebayangin gimana nanti daveena di atas panghing membawakannya dengan kaki. David tertawa membayangkannya. Sedangkan daveena yang tengah di tertawakan oleh aditnya memassng muka galak sambil mengepalkan tangannya ke david.
Setelah hampir dua jam latihan, di temani adiknya akhirnya daveena merasa puas dengan hasilnya.
" gue yakin..gue pasti bisa.jangan panggil nama gue daveena kalau tantangannya cuma itu aja" katanya sambil menepuk dadanya dadanya.
__ADS_1
" heh ..mulai narsis " kata david sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Vid, gue ke rumah adams dulu ya??? " kata daveena sambil pergi keluar kamarnya.
David tidak menjawab karena telinganya di sumpal dengan headset.malahan dia tidak tahu kalau daveena pergi.
" aku titipkaaan diaaa lanjutkann perjuaaaaangku...."
" cieeee menyerah nih yee ..." ledek daveena ketika sudah sampai di rumah adams.
Adams langsung menghentikan nyanyinya, lalu menoleh ke arah suara di depannya.
" ayo lanjutkan nyanyi lo, gue tau lo lagi patah hati ama si dewi kan hahahahah...cemen lo !"
" lo ngapain siih kunti . Datang datang ledekin gue..ganggu suasana aja !"
" justru gue mau ngehibur lo "
" bukannya ngehibur..justru lo bikin gue esmosi !"
" lo sensi amaad seeh , kalau masalah cewek gue pakarnya tau. Tanya aja ama gua " daveena berujar sambil duduk di hadapan adams sambil membusungkan dadanya.
" cihh ! Pakarnya apaan...?? pacaran aja backstreet ...berani lo go publik ??!"
" lu nantangin gue?? Enak aja .guame bukan backstreet yaa cuma gue nunggu moment yang pas buat ngumumin ke seluruh rakyat gue, bahwa gue pacarnya adit."
" ahh lagu lo kayak putri aja " sambil melempar kulit kacang ke arah daveena.
__ADS_1