
Hay hayyyy....jangan lupa yaa untuk selalu kasih like, komen dan juga suscribe yaaa biar otornya semangat nulisnya.🤭🤭🤭
Maaf juga akhir akhir ini up nya agak lama...karena otornya lagi hamil muda jadi kadang mood nya suka naik turun kayak rollercoaster.😥
Tapi buat para readers di usahain deehh otor kasih yang terbaik☺️
Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan yaaa😍
--------------------------------------
" eh enggak ahh..gue mo langsung balik aja , gaenak badan gue lengket lengket, gerah juga " alasan daveena.
" ya udah , lain kali lo harus mau kalau gue undangan ya " jawab aldo, terlihat di wajahnya menyimpan kekecewaan.
Daveena tidak menjawab,dia ingin segera sampai ke rumahnya perasaan beberapa hari kebelakang dia kurang istirahat apalagi banyak masalah yang menimpa .
Daveena sudah membayangkan pulang dia langsung berendam air hangat lalu tiduran di kamarnya sambil menunggu kabar dari adit.
" anna , tunggu na sebentar ..." adit berlari mengejar adiknya yang berjalan ke arah parkiran sekolah.
" apa sih kak?? " jawab anna ketus
" kamu kenapa sihh ?? Kamu marah karena kak adit sama daveena??" Kata adit sambil naik ke atas mobil.
" kak adit mo ngapain?? Anna mau pulang, sana sama pacar kak adit aja!" Anna menarik tangan kakaknya.
" gak..! Ayo kamu masuk...kakak anter kamu sampe rumah !" Jawab adit sambil menghidupkan mobilnya.
Anna hanya mendengus, hari ini perasaan dia sedang di uji.apalagi persahabatan dia dengan daveena sedang runyam di tambah dengan kenyataan bahwa sekarang daveena pacar kakaknya sendiri.
__ADS_1
Tidak kuasa bagaimana dia kedepannya.tapi seenggaknya anna merasa lega karena daveena tidak pacaran sama wahyu.bagaimana pun anna sangat bahagia dengan kenyataan bahwa wahyu di tolak oleh daveena,walaupun sekarang wahyu sudah tidak tinggal di sini tapi ada perasaan puas dan lega di hati anna dengan kenyataan seperti ini.
" na, maaf kakak ga ngomong langsung ke kamu maupun dina tentang hubungan kakak dengan daveena " kata adit memulai percakapan setelah dari tadi saling diam.
" kakak sama daveena punya komitmen bahwa nanti pada waktu yang tepat kakak akan bilang ke semuanya tentang hubungan kakak "
" termasuk ke adik sendiri?"
Kata anna dengan nada sedikit meninggi.
" iya... kan tadi kakak bilang nanti pada suatu saat kakak sama daveena akan bilang"
" apakah waktu yang tepat itu tadi?? Sepertinya bukan deh?"
Adit diam mendengarkan ocehan adiknya sedang kesal dengan sikap nya.
" tadi kalau anna ga desek daveena, kayaknya anna ga bakalan tahu deh hubungan kalian "
" lagian kamu ngapain pake introgasi dia segala ?, demi wahyu?? Sadarlah anna . Dia tuh ga cinta ama kamu, cape cape kamu ngarepin dia apalagi gara gara dia hubungan sahabatan kalian jadi ruksak "
Anna berpikir, benar juga yang adit bilang, gumamnya.
" sudahlah sekarang kamu move on dari dia, belum tentu juga dia suka ke kamu.kalau dia ada hati ke kamu paling tidak dia hubungin kamu walaupun hanya sebatas teman juga sampai sekarang ada ga dia gitu?? Kak adit berani bertaruh pasti TIDAK kan??"
" ih kak adit ngapain jadi omongin wahyu sih..."
" yah terus ??kan pangkal masalahnya awalnya dari dia"
" kak adit jahaaat.sama adik sendiri maun rahasia- rahasiaan "
__ADS_1
Adit menghela nafas dalam, susah ngomong sama adiknya yang super keras kepala.
" ya sudah terserah.hanya kak adit nasehatin aja kamu sebelum jelas semuanya jangan suka mengambil keputusan sendiri, entar kamu sendiri yang rugi .sekarang gimana kamu nyetujui kakak denga daveena kan???"
" iihh apaaan sih kak?? Gimana entar aja " jawab anna kerus sambil membuang muka ke jalan.
Adit hanya bisa geleng geleng kepala sambil mengendarai mobilnya.
mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah adit dan anna.karena senja sudah mulai menampakan di ufuk barat.
***
" mau pada mampir dulu ga kalian???" Tawar daveena begitu sampai di depan rumahnya.
" ga ahh..kayaknya kita langsung cabut aja.. mau mandi dah lengket" kata sambil menjulurkan kepalanya ke jendela mobil.
" dev, inget lo masih punya utang ke gue "
daveena mengerutkan dahinya, sejenak berpikir sebentar.
" utang ??? apa ?? " daveena tidak mengerti.perasaan dia tidak pernah berjanji apa apa.
" ajakan gue tadi.." kata aldo
" ohh..ehh itu yaaa...ehmm iya entar kapan kapan yaaa"
" ya udah kita cabut sekarang yaa ...! daadaaahhh ! " seru dina ke daveena.
setelah mobil pergi daveena masuk ke dalam rumah sambil menyeret ransel satu satu karena punya anna dia bawa ke rumahnya.sengaja biar dia bisa balikin sekalian sambil minta maaf.
__ADS_1