Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
bantuan aldo


__ADS_3

idiiihhh pelit amat !" Omel dina karena ga bisa meluk daveena.


Daveena tersenyum.


" anna.. mulai sekarang daveena pacar kakak dan kakak harap kamu menerimanya" kata adit menatap anna yang hanya diam saja dari tadi.


Anna tidak menjawab, dia bangkit dari duduknya lalu pergi bergegas meninggalkan mereka.


" anna !! ..tunggu naa...! " kata daveena hendak mengikutinya.


Namun adit menahannya.


" biarin aja ..."


" gak dit, gue harus jelasin..kayaknya anna marah !"


" bener kak, buruan susul anna, gue biar ama daveena " usir dina sambil mendorong adit .


Adit lalu berlari menyusul anna.


"Kita pulang yuk dev..." dina mengajak daveena sambil menarik tangannya.


Mereka akhirnya berkemas, karena tadi bawaan nya satu ransel di tambah ransel anna yang dia tinggalin , mau di bawa sama dina.dina pun sama membawa satu ransel di tambah satu tas besar alat alat make up, karena dia menjadi tukang make up dadakan.


Mereka kebingungan mau pulang gimana.


" ya udah gue telpon adik gue aja suruh jemput kesini"


Terlihat daveena memijit nomor.

__ADS_1


" ahh sialll ...!!!! Hape nya mati " umpat daveena.


Sambil memikirkan bagaimana bawa barang barangnya.terlihat aldo berjalan ke arah ruang guru.


" do, aldo !" Teriak dina .


Sontak aldo menoleh ke asal suara, terlihat dina melambaikan tangannya.aldo berjalan ke arah dina dan daveena.


" ada apa?? "


" lo pulang kapan?? Kita boleh ikut nebeng ga??" Kata dina merajuk.


Aldo melihat ke arah mereka, terlihat tiga buah tas ransel penuh sesak dan satu buah kotak segi empat yang terlihat agak besar dari tas jinjing biasa.


" bentar gue ke pak anjar dulu, tungguin aja dulu " habis itu aldo pergi ke ruang guru.


Terlihat aldo keluar dari ruangan itu, lalu melangkah mendekati daveena dan dina.


" yuk ! , ini?? Emang lo ga bawa mobil din??"


Aldo nanya ke dina sambil menggendongkan tas ranselnya ke punggungnya dan satu lagi tas make up dina.


Mereka bertiga beejalan menuju parkiran.


" woyyy , lo jadi kacung mereka ya aldo? Di bayar berapa??? !!!" teriak rika si bibir mercon.


Dina menoleh ke arah sumber .


" dasar mak lampir ! Gue sumpel tuuh mulutnya pake cabe !" Umpat dina yang telah membuka pintu mobil.

__ADS_1


Rika dan gengnya mencibir.mereka memang usil dan pada nakal.bahkan di usia nya sekarang mereka sudah bolak balik klub malam.bahkan sering kali mereka jalan sama om om.


Mobil yang di kendarai aldo keluar dari parkiran sekolah.


Daveena menoleh ke belakang, ke arah sekolah yang entah kapan dia bisa berkunjung lagi kesini.dan dari sekolah ini juga daveena mempunyai sahabat seperti anna dan dina.


Aldo melirik daveena lewat kaca spion.dilihatnya gadis yang beberapa minggu ini telah mencuri hatinya.


Sepertinya daveena sedang bersedih,atau banyak pikiran.terlihat dari wajahnya yang mendung , pikir aldo.


"Aheeem..! " dina yang dari tadi duduk di belakang melihat aldo yang sedang mencuri pandang ke arah daveena, sengaja mengagetkan aldo.


Aldo terkejut.lalu di alihkan nya pandangannya ke depan.sedangkan daveena masih asyik melamun.


" ehmmm...kalian pada laper ga?? "


" ya iyaaalaaahhh....kita ngeramen yuk..."


" boleh juga, gimana mau ga??" Kata adit sambil melirik ke arah daveena.


Yang di liriknya hanya diam aja.tanpa merespon karena memang daveena sedang memikirkan bagaimana adit dan anna sekarang.apa anna tidak setuju dengan hubungan dia dan kakaknya. Apa anna marah karena selama ini dia tidak di beritahu.


Aldo melirik daveena, lalu memegang tangannya.sontak saja daveena terkejut dan menepiskan tangan aldo.


" eh...maaf-- " daveena tergagap melihat tangan aldo terbentur ke rem tangan mobil.


" lo kenapa?? Ngelamun yaa?? Ngelamunin apa siih???? " tanya aldo.


" iya nihh..lo dari tadi bengong aja..kita mau mampir ke ramen aja..gimana??

__ADS_1


__ADS_2