Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Adit mencari tahu


__ADS_3

Adit memutuskan untuk mencari tahu sendiri benar apa tidak nya,atau hanya gosip murahan ibu-ibu saja.kalau benar tempat kemping ini suka di pakai maksiat,kenapa tidak di tutup saja.


Adit berjalan sendiri menuju desa,karena lokasi kemping dengan desa hanya berjarak kurang lebih 500 meter.


Setelah sampai gapura,adit langsung menuju sebuah warung di seberang jalan yang kebetulan warung itu yang terdekat dengan area perkemahan yang dia sama teman-teman tempati.


" permisi bu,ada mie instan??" Adit pura pura berbelanja.


Pemilik warung itu mendongakna badannya ,melihat selintas lalu tersenyum sambil menjawab


"Ada ,mau berapa nak??"


" eh empat aja bu " jawab adit sambil duduk.


" boleh minta kopi nya segelas bu?"


"Boleh nak,silahkan duduk dulu di sana,ibu bikinin dulu " kata ibu pemilik warung sambil mengambil kopi dan hendak menyeduhnya.

__ADS_1


Adit duduk di kursi panjang menunggu pesanan nya sambil membuka ponselnya.


" bu kopi satu,jangan di aduk "


" saya juga satu irah,airnya sedikit .kopi biasa " kata bapak satunya lagi.


Ibu pemilik warung yang di ketahui bernama bu irah itu sibuk membikin kopi pesanan mereka.


Tidak berapa lama,bu irah datang dengan membawa nampan berisi tiga gelas kopi.lalu memberikan nya ke pada kami.


" iya bu,makasih " kat adit sambil meniup- niup kopi nya.


" rah,anak mu kemana? Ga bantuin di warung??" Kata bapak yang pesan kopi pahit.


" biasa lah..ada anak anak baru datang,dia bantuin masang tenda " jawab bu irah sambil mengupas pisang hendak di goreng.


" ahh..datang lagi rombongan.mudah-mudahan jangan orang-orang yang brutal lagi, heran saya kenapa pak lurah tidak menutup tempat ini." Kata bapak yang memesan kopi setengah.

__ADS_1


" enak aja di tutup.kalau di tutup warung saya gimana?? Trus usaha saya gimana?? Main tutup tutup aja" bu irah sewot menjawabnya.


" lah,kalau ga gitu,lama lama tempat ini jadi tercemar.kamu tahu kan orang yang datang kesini tujuannya bukan hanya buat berkemah atau menikmati udara pegunungan saja,tapi mereka ikut menikmati kepuasan mereka.tau kan di kebun jagung milik si rojali,siang siang mereka mesum disana,belum lagi di sungai mereka melakukan perbuatan yang tidak senonoh.lama-lama kampung kita ini jadi tempat praktek para bianatang itu" jawab bapak yang memesan kopinya setengah.


" benar irah,hampir tiap malam kalau saya nganterin anak saya kerja,pasti berpapasan dengan anak muda yang berjalan berpelukan.bahkan di tempat gelap itu dekat pos ronda kerap saya lihat sepasang anak muda mesum,saya takut anal anak sini ikut-ikutan orang kota sana yang suka ngelakuin hal yang kurang pantas"


Adit mendengar obrolan mereka,adit pura pura sibuk dengan hapenya,padahal dia merekam semua obrolan mereka.


Setelah merasa puas dengan informasinya,adit segera membayar belanjaannya.


" bu,semuanya berapa ??"


bu irah lalu mengalihkan pandangannya dari bapak-bapak tadi ke arah adit,dia mengecek isi keresek sambil bibirnya komat kamit menghitung belanjaan.


" jadi 15rb aja nak" kata bu irah


bapak bapak yang tadi menoleh ke arah adit,dia memandang adit.lalu berbisik lagi pada temannya.adit yang tidak sengaja melirik ke arah bapak-bapak itu pura pura tidak melihat dia lalu memalingkan pandangannya sambil menunggu kembalian dari bu irah.

__ADS_1


__ADS_2