
Episode baru
" Mas jadi cutinya di perpanjang kan?? Udah lapor atasan mas belum?" Kata Sri pada bian sambil menyisir rambut nya yang panjang dan hitam.
Bian yang masih rebahan diatas kasur segera menegakan kepala nya.yaah semalam Bian memang mengeluh sakit kepala lagi.bahkan semalam juga dia bermimpi buruk yang itu-itu saja di ulang-ulang mimpinya.Bian sendiri merasa bingung sama mimpi nya yang kerap kali datang di tidurnya dan tidak jarang dia juga sampai mengigau.
" mas,ditanya kok ga jawab...apa masih pusing?? Kita ke dokter aja yuk?? " Sri menghampiri suaminya lalu duduk disamping.
Bian menggelengkan kepalanya.
" ga,mas ga apa-apa?? Algi udah bangun belum??" Bian malah balik bertanya pada istrinya.
" belum tau mas,ya sudah mas istirahat saja dulu,nanti biar sarapannya aku bawa kesini yaa.." Sri segera bangkit dari duduknya,namun tangannya di pegang oleh Bian.
" kenapa mas?? " Sri menoleh pada suaminya.
" biar mas nanti kesana aja,ga usah di bawain sarapannya " kata Bian sambil tersenyum.walaupun tampak pucat namun tetap saja senyum Bian terlihat menawan.
Cup ! Sri mendaratkan ciuman nya di kening Bian.hampir setiap bangun tidur Sri selalu mendaratkan ciuman pada suaminya sedangkan Bian yang sudah tahu kebiasaan istrinya yang manja bahkan tidak mau jauh dari nya hanya tersenyum.
Sri melangkah setelah memastikan bahwa suaminya baik-baik saja.
Tinggalah Bian di kamar sendiri,sebentar-sebentar memijat pelipis dan meremat rambutnya karena kepalanya terasa berdenyut lagi.
'Oh Tuhan,apakah arti mimpi itu?? Apakah itu masa laluku atau hanya sebuah bunga tidur' lirihnya sambil memejamkan kedua matanya.
"Adit,aku menunggumu...."
" lu jangan lama-lama,gue tunggu di kafe ......."
"Braaak !!!!...."
" pak...itu kenapa pak???....."
__ADS_1
"Adit....Adit....Adit......"
Arggghh ...!
Bian menjambak sendiri rambutnya,antara kesal dan bingung berbaur menjadi satu.
'Siapakah itu.Adit?? Apakah nama saya Adit?? Trus siapa wanita yang berambut panjang itu...??'
'Kalau benar saya bernama Adit,trus kenapa di panggil Bian.apa saya pernah mengalami kecelakaan trus hilang ingatan?ah lebih baik saya telpon dokter Joko saja,tapi menurut Dokter Joko itu adalah halusinasi dan ahh..entahlah..apa aku harus abaikan semua nya?? Tapi , benar juga yang Sri katakan..saya harus berobat.mumpung di jakarta ,semua fasilitas lengkap.'
Bian segera bangkit,dia bertekad akan pergi berobat sendiri tanpa ada yang tahu.Dia ingin memastikan bahwa yang terjadi dengan dirinya selama ini adalah fix bunga tidur.
Segeralah Bian ke kamar mandi untuk membersihkan keringat yang lengket di tubuhnya.
Setelah selasai bahkan Bian hanya mengenakan baju santai ala rumahan saja.jangan sampai yang lain menaruh curiga dengan penampilan nya.
" sri,barusan bapak mu telpon katanya mau nyusul kesini " kata pakde Wanto sambil memangku Algi.
" katanya sih mau lihat cucu di sunat apa sudah sembuh.menurut pakde lebih baik tunggu Algi sembuh dulu,baru pulang kasihan.kalau orang tuamu mau kesini ya biarin saja lah " terang pakde Wanto yang jelas merasa keberatan kalaau ditinggal pulang apalagi sama Algi,anak yang sangat dia sayangi melebihi anak nya sendiri.
" Sri,suami mu gimana sekarang?? Apa perlu kita bawa ke dokter??" Teriak bude dari dalam dapur.
Sri menengok ke arah suara bude nya,sambil melangkah menuju dapur Sri berkata
" ga usah bude,tadi di tanyain udah sembuh kok.hanya mau berbarung aja katanya,biar nanti Sri bawain makannya ke kamar "
" hmm..ya sudah .tapi kali-kali di periksa lah suami mu itu Sri.siapa tahu ada penyakit yang kita tidak ketahui.mumpung di kota besar alat sudah pasti lengkap dan canggih.lebih baik kamu ajak dia periksa" jelas bude menghawatirkan Bian.
Memang keluarga pakde Wanto tidak tahu asal usul Bian bahkan sakit nya Bian mereka tidak tahu.
Sri mendengar penjelasan bude nya bukan senang malah dia semakin takut.takut yang di khawatirkan selama ini olehnya benar benar terjadi.
"Ayok nduk kita bawa nasi nya ke ruang makan..eeh kok malah ngelamun...." geleng bude melihat Sri yang tengah bengong.
__ADS_1
" jangan khawatir masalah biaya,nanti bude sama pakde mu yang urus.sekarang ayok kita sarapan dulu...kasihan Algi pasti sudah lapar " kata bude sambil menepuk pundak Sri dengan pelan.
Sri mengangguk sambil tersenyum kecut mendengar bude nya yang mengira kalau Sri keberatan dengan biaya nya.padahal kalau bisa dan tidak kasihan pada suaminya lebih baik begini saja.
"Apa semuanya sedang membicarakan saya ya??" Tanya Bian yang tengah berjalan di belakang Pakde Wanto.
Sehingga semua yang ada di sana menoleh ke arah suara.ternyata Bian sudah ada di belakang kursi tempat Algi dan pakde Wanto berada.
" loh..loh..nak Bian..kok malah turun ke bawah..kan nanti sarapannya di bawain ke kamar,apa kita yang telat gitu ??" Kata bude sambil membawa sepanci penuh bubur buatan nya.
" ah bude ,telat apaan.hanya saja saya ingin sarapan di bawah bude,kan saya udah sehat cuma agak lemes aja.nanti selesai makan izin mau ke kamar lagi." Jawabnya sambil duduk di dekat Aldi dan mengusap-usap rambut anaknya yang anteng mainin ponsel pakdenya.
" ya udah ayok sekarang sarapan dulu,mumpung masih panas nih..nak Bian nih sengaja bude bikinin bubur buat kamu.yang banyak makannya kayak Algi sampe minta nambah lagi hahaha.." sambil memberilan semangkuk penuh bubur ayam.
Dari aroma sudah yakin kalau bubur ini pasti enak,apalagi anaku,Algi sampai minta nambah lagi.secara Algi makannya agak susah dan pemilih.
" iyakah anak bapak makannya banyak???" Tanya Bian sambil melirik anaknya yang tengah asyik nonton di ponsel pakdenya sambil tiduran.
" iya pak,bubur buatan bude emang muantaaap... mbok ning juga kalah sama bubur buatan bude " teriak Algi sambil mengacungkan jempol nya.
"Siapa mbok ning?? " tanya bude penasaran.
" itu bude,tetangga yang suka jualan bubur ayam sama nasi kuning deket rumah "
Jelas Sri sambil menyendokan buburnya.
" oohh gitu..berarti kalau bude jualan bubur pasti laku dong yaa" kata pakde Wanto.
"Laku pakde ! Nanti tiap pagi Algi beli bubur ehh jangan beli yaa...masak sama cucu harus beli..di kasih aja yaa kan??!" Oceh Algi.
"Yang ada jualan bude cepet bangkrutnya dong kalau tiap hari Algi selalu minta gratis "jawab Bian.
"Ya enggak dong bapak.kan bikin buburnya banyak,Algi cuma minta semangkuk sisanya masih bisa di jual.bahkan sisanya itu buaaanyaak lohh...nanti Algi kasih tau temen-temen "
__ADS_1