Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Sera suka mangga


__ADS_3

kaak ! Kebiasaan deh mancing-mancing emosi ! Gue tuh tipe cowok setia ga usah di ragukan lagi ! " kata David dari belakang membuat semua pada menoleh ke arah nya.


Sera tersenyum,merasa terselamatkan.karena dari tadi dia di cerca berbagai pertanyaan.karena baru pertama bertemu membuat Sera belum terbiasa dengan semua ini.


" what??! Setia ?? !! Huaaahahahah...yakin??! " Daveena tertawa.


" lu kan tiap lihat cewek apalagi cewek sexsoy iler lu keluar .kayak cu pat kay hahah " Daveena terus tergelak,sampai - sampai keluar air mata.


" Dev- "mamah Amy sambil melotot kearah putrinya yang sedang meledek adik nya.


" enak aja ! Gue kagak gendut kayak babi ya ! " bela David.


" belum...haha..bentar lagi lu bengkak kayak gajah bunting hmmmptt" Daveena segera menutup mulut nya karena mamah Amy melotot padanya.


" udah-udah...malah saling ledek..maafin ya.Sera mereka kalau ketemu yaah begini.sudah kayak anak kecil ga pada inget umur , nah sebaiknya kamu ikut makan malam disini saja ya " ajak mamah Amy pada Sera.


" eh..a- eng-..."


" boleh lah mah , ya kan " kata David pada Sera sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sera,membuat Sera salah tingkah.


" gimana?? Mau yaa?? Makanan kesukaan kamu apa?? Biar tante masakin ,takutnya kamu malah ga suka dengan apa yang tante akan hidangkan nanti.ayo mau di masakin apa??" Tawar mamah Amy pada Sera.


"Ohh tidak usah tan-te...sa-saya orangnya tidak pemilih.." kata Sera merasa tidak enak.


" iyaa dia mah pemakan segala mah, apa aja di makan . Arggh !" cetus David dan langsung mendapat cubitan di perut oleh Sera.


" berarti sejenis omnivora dong !" Daveena menimpali sambil terkikik.


" kaak ! "


" Dev .." seru David dan mamah Amy secara bersamaan,membuat Daveena nyengir dan langsung meminta maaf pada Sera.

__ADS_1


" sorry Sera,bercanda . Jangan kaku gitu dong...sini kita ngobrol di taman belakang sambil nunggu makan malam " ajak Daveena mengulurkan tangannya pada Sera.


" ga usah,ntar di cuci otak nya ama lu kak ! " tolak David.


" emang gue deterjen apa , ayok ahh Sera ..emang ga bosen sama dia terus??! " kata daveena sambil memonyongkan mulutnya ke arah adiknya.


Sera tersenyum mendengar omelan Daveena,beruntung kesan pertama yang di dapat oleh Sera terhadap keluarga David.menyenangkan ! . Namun tetap saja dia belum bisa tenang sebab belum ketemu satu orang yang menurut teman-teman David sangat menakutkan.jangankan bicara di tatap saja bisa membuat gemetar dan keringat dingin keluar.siapa lagi kalau bukan sosok ayah Willy.


Suasana di halaman belakang memang tampak asri dan sejuk,ada dua pohon di pojok timur yaitu pohon mangga dan rambutan dan kebetulan pohon mangga nya sedang berbuah,sangat lebat ! walaupun pohonnya pendek namun tidak menghalangi buah yang tumbuh disana.


Sedangkan kolam renang yang di pinggirnya ditumbuhin rumput jepang membuat suasana semakin betah kalau menikmati senja ataupun kala sang pagi menyapa,sekedar untuk menghangatkan badan sambil berjemur.


Daveena mengajak Sera duduk di samping pohon mangga yang terdapat kursi panjang dan meja panjang seperti kursi dan meja di sekolahan.yah memang sengaja di buat begitu,karena hampir tiap sore apalagi libur teman-temannya Daveena maupun David pasti pada kumpul di situ.jadi kalaun kursi biasa harus banyak,jadilah di bikinin kursi dan meja panjang buat tempat mereka kumpul sambil ngemil.


" kenapa?? Mau mangga?? Atau mau rujakan ?? " tanya Daveena pada Sera.karena melihat Sera sedang memandang pohon mangga dengan mata berbinar.


" ooh eng-ngak kak,itu seneng aja lihatnya.lebat sekali" kata Sera sambil duduk di samping Daveena.


" ooh..iya emang lebat,kadang tetangga pada minta,alesan nya yaa buat yang hamil katanya ngiler lihat mangga disini padahal dia nya yang mau hahah.."


Ingin sekali dia mengambil dan langsung memakannya,namun Sera merasa malu.masa baru pertama datang dan kenal sama keluarga pacarnya sudah berani minta.Sera memang suka buah buahan yang asem asem,seperti mangga muda,kedongdong katanya,segeer.


'Ah tahan-tahan Sera,ga baik itu ',gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.


Dan tingkahnya barusan terlihat oleh Daveena,sehingga Daveena lantas menanyakan kepada nya.


" Sera..kamu baik-baik saja??!"


Namun Sera tidak menjawab malah asyik memandang pohon mangga dengan pikiran entah kemana.karena dia tidak menyadarinya kalau David tiba-tiba datang dan lalu memetik buah mangga yang paling ujung yang Sera inginkan.


Kletak !

__ADS_1


"Aarghh !" Sera kaget karena tiba-tiba David sudah duduk disampingnya.


" kamu ???!! Bikin kaget aja"


" siapa yang ngagetin?? Orang mau duduk " jawab David tanpa rasa bersalah.


" loh..kak Daveena mana?? " Sera melihat disampingnya tidak ada Daveena padahal dari tadi dia bersama nya.


" ngelamunin apa?? Mantan mu yang brengsek itu?? Hm ? " selidik David sambil memicingkan matanya ke arah Sera.


" apaan siih?? Ga lucu tau !.. jangan ngungkit-ngungkit yang udah lalu !" Ketus Sera tidak terima dengan tuduhan David.


" habisnya asyik banget sampai ga tau kekasihmu datang !" Jawab David sambil menyentuh tangan Sera dan di tariknya ke hadapannya.


" jelas ga tau kalau datengnya ngendap-ngendap kayak maling,untung ga di lempar sama...??" Sera melihat kesana kemari mencari alat namun tidak menemukan sesuatu.hanya,tergeletak sebuah mangga .


hah mangga! pekiknya dalam hati.


" sama itu,hm ??" tanya David dengan gerakan wajahnya menunjuk buah mangga yang sengaja dia letakkan di depan kekasihnya.


" hah..! enggak lah sayang tau ! " katanya sambil mencebik.


"tapi boleh juga siih karena ga ada sesuatu yang bisa di jadiin alat ini juga ga apa-apa " jawabnya sambil mengambil buah mangga dengan tangan satunya.


"yakin...?? ga nyesel ??" tanya David." itu kan buah kesukaan mu,mana asem nya seger.baru metik " timpal David lagi sengaja memprovokasi.


" gak laah,buat apa nyesel . tinggal lempar ke muka mu.lalu metik lagi..nooh ! masih banyak kan di pohon nya" Sera menjawab sambil menimang-nimang buah mangga di tangannya.


"sadis !..." gumam David ,namun masih bisa di dengar oleh Sera.membuat Sera tertawa melihat kekasihnya itu.


"ayolah..ambilin pisau dong " kata Sera memohon pada kekasihnya agar segera mengambilkan pisau agar bisa menikmati mangga tersebut.

__ADS_1


David menggelengkan kepala sambil melipat kedua tangannya di dada.


Sera terus merajuk,karena dia malu kalau harus meminta.walaupun sebenarnya tidak apa-apa juga.namun tetap saja Sera tidak berani apalagi ini pertama kali dia datang masa sudah berani.ahh bisa jelek dia di mata camer.


__ADS_2