Perjalanan Cinta Daveena

Perjalanan Cinta Daveena
Bian / Adit


__ADS_3

Jam 2.00 dini hari mereka baru sampai di rumah pakde Wanto.


Bian membangunkan istrinya yang terlelap di sampingnya,sedangkan Nunik dan suaminya yang duduk di bangku paling belakang sudah bangun dari tadi.


Bian keluar di ikutin oleh Sri,Nunik dan suami nunik yang memangku Algi.yah Algi waktu di tengah perjalanan dia ingin pindah duduk sama suami nunik,yang bernama mas Suryo.


Di depan rumah terlihat tenda sudah separuh di pasang,background bernuansa ungu lilac terlihat teduh.walaupun baru sebagian di pasang namun sudah terbayang kalau nantinya hiasanan ini akan sangat indah dan menawan.


" kok bengong aja di sana,ayok masuk-masuk.kalian pasti cape,perjalanan sangat jauh apalagi ini siapa toohh...cah bagus.guanteng tenan,anak siapa ini yaa??" Goda pakde Wanto menggoda Algi yang kebetulan terbangun karena merasa ada pergerakan dari om nya.


Algi langsung di pangku sama pakde Wanto sambil di ciumin karena gemas.apalagi pakde Wanto orangnya sangat sayang sama anak kecil dan lagian dirumah tidak ada anak kecil buat menghibur nya dikala penat datang.


Semua pada masuk rumah,karena perjalanan memang sangat melelahkan dan juga masih dini hari.


" Algi gimana capek ga?? " kata bude Yani,istri pakde Wanto.


" cape bude...Algi di suruh tidur sama ibu biar ga mabuk kendaraan.padahal Algi ga bakalan mabuk,Algi kuat bude " jawab Algi sambil duduk di pangkuan bude nya.


" trus ibu mabuk ga?? " tanya pakde Wanto


" ga tau kan Algi di suruh tidur.padahal Algi pengen menikmati pemandangan loh bude.ibu cerewet bude.." Algi berceloteh sambil berbisik ketika mengatai ibunya.


" Sri kamu mabuk??" tanya pakde Wanto.


" mabuk?? ga lah pakde.kata siapa? pasti anak itu yaa?? " kata Sri menatap tajam anaknya yang sedang di gendong sama bude nya.


" tuuh bude lihat ..ibu melotot Algi.Algi mau ganti ibu aja..." kata Algi merajuk.

__ADS_1


" boleh,Algi mau jadi anaknya bude?? " kata bude Yani bertanya pada keponakannya yang cerewet.


" enggak lah bude,Algi mau nya jadi anaknya mbak Sarah.bude kan udah tua.masa Algi punya ibu sudah tua.apa kata temen-temen Algi nanti "


" haah ! " bude Yani kaget mendengar ucapan Algi.bisa-bisa nya anak itu bicara begitu.


terlihat Bian,Sri,pakde Wanto,Nunik dan suaminya menahan senyum mendengar celotehan Algi.


" bude,Algi mau ke mbak Sarah." rengek Algi.


" emang Algi tidak ngantuk gitu?? " kata bude Yani


" enggak ! kan Algi sudah tidur pulas di mobil tadu..mana ada kantuk yang mau datang lagi " kata Algi dengan cueknya.


" Algi,besok aja yaa.sekarang mbak Sarah nya kan lagi istirahat.besok kan bisa lihat mbak Sarah jadi penganten " kata Sri.


" iya..iyaaa..nanti bude antar Algi ke kamar mbak Sarah yaa..sekarang Algi makan dulu.


setelah mereka menyantap makanan.Sri dan Nunik segera pergi ke kamar,sementara algi tidur di kamar pakde wanto bersama istrinya pakde Wanto karena sudah menjadi kebiasaan kalau pakde Wanto ke Malang ataupun sebaliknya,algi selalu di pinjam oleh mereka berdua.


Sedangkan pakde Wanto,Bian dan Suryo dan beberapa kerabat lain tampak sedang mengobrol di ruang tamu sambil selonjoran karena memang semua perabotan seperti kursi dan meja sudah di simpen di gudang dan nampaklah ruang tamu mereka luas supaya bisa menerima tamu banyak.


Walaupun sekarang ternyata di pakai buat sanak saudara keluarga pakde Wanto yang tidur,yaah sama seperti bian.keluarga jauh pakde Wanto pada datang apalagi dari kedua keluarga yang memang keluarga besar maka tak heran banyak keluarga yang datang sebelum hari H di mulai.


" Bian,anakmu belum di sunat kan ya?? Udah sekalian aja disini barengin .biar sekalian pesta nya" tutur pakde Wanto pada Bian.


Dan di setujui oleh yang lainnya,namun Bian menolaknya alasannya karena dia belum bertanya sama anaknya dan juga tidak enak masa numpang sunat jauh jauh pake ke Jakarta pula.

__ADS_1


" besok biar pakde tanya sama anakmu ,pasti dia mau. " yakin pakde Wanto.


Bian tidak menjawab,apalagi membantah ucapan pakde nya.badannya terasa lelah,dan matanya sudah tidak kuat untuk melek.baru juga kemarin lusa dia pulang dari batam terus malamnya langsung bertolak ke malang dan itu membuat seluruh badannya lelah.tapi Bian tidak pernah mengeluh dan terkadang selama sebulan kebelakang Bian selalu di rundung sakit kepala yang sangat hebat bahkan tak jarang selalu terlintas bayangan yang entah siapa,dan itu datangnya berbarengan dengan sakit yang sangat hebat di kepalanya.


Menjelang subuh barulah mereka pada tidur,di ruang tamu bareng sama yang lain.dan itu tidak berlangsung lama karena jam 5 subuh para wanita sudah bangun dan memulai kesibukan untuk nanti sore tamu datang.


Sedangkan di Malang,kedua orang tua sedang duduk berdua di teras rumahnya sambil memandang kejalan.


" udah sampai belum ya mereka pak?? " kata bu Minah pada suaminya sambil memandang penuh tanya.


" harusnya sih sudah bu.mungkin mereka sampai sekitar dini hari,itu juga kalau tidak macet bu "


" kenapa mereka ga memberi kabar toh pak,kan ibu khawatir...trus Algi gimana?? ibu kangen sama cah lanang itu..mabok kendaraan ga yaa pak?? "


pak suyatno terkekeh mendengar kata-kata istrinya itu.baru juga semalam mereka berpisah sudah kangen saja,batin pak suyatno.


" bapak ini di tanya malah senyum-senyum kayak orang kurang waras,ibu kan nanya nya serius apanya yang lucu ?? "


" lahh itu..itu tadi omongan ibu yang lucu heheh "


" yang mana?? perasaan ibu ga ngelawak ?" bu minah mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dengan jawaban suaminya yang terkesan mengejek.ketawa tapi dia sendiri tidak merasa melucu.


" hahah..ibu..ibu...yaah lucu toh bu,baru semalam di tinggal mereka,udah bilang kangen ke cucu.yang kangen tuh kalau seminggu,sebulan atau setahun.lah ini...baru semalam ga ketemu udah gimana gitu,kayak kehilangan.trus yang membùat lucu lagi itu loh..Algi mabok ga yaa?? Algi bukan ibu yang baru diajak ke Mall aja udah mabok kepayahan hahah" pak suyatno tertawa terbahak sedangkan di sampingnya sang istri cemberut mendengarnya.


" siapa bilang ibu suka mabok pa??" bu Minah bertanya sambil memicingkan kedua matanya ke arah suaminya.


" laah waktu ke Bandung itu?? sampe kejer gitu ..apa namanya kalau bukan mabok bu?? " kata pak Suyatno sambil mengusap tangannya yang di cubit sama istrinya.

__ADS_1


" tau ahh ! " kata istrinya sambil melengos masuk kedalam rumah " wajar kan namanya perjalanan jauh .." gumam bu Minah namun terdengar sama pak Suyatno.


__ADS_2