
** 14 tahun kemudian **
"HYAAA!!!"
teriak para pasukan.
** Pengenalan tokoh generasi selanjutnya **
* KAISAR YUAN LI
penguasa paling di segani dan di takuti para musuh-musuhnya.
* PERMAISURI MEILIN
pemimpin wanita sekaligus isteri dari sang kaisar, sangat di segani dan begitu luar biasa.
* PUTRA MAHKOTA SHIN-LUNG
anak pertama dari kaisar Yuan dan Meilin, pemberani dan garang murid dari Kaisar Yuan.
* PUTRI MEI-HUA
kembaran dari Shin lung, penyayang namun pandai ilmu strategi, murid dari Goblin
* PANGERAN KYO-SI
anak ketiga dari kaisar Yuan dan Meilin, licik dan selalu bisa lolos dari masalah. Murid dari Zero adik Goblin.
* PANGERAN RUY-JI
anak ke empat dari kaisar Yuan dan Meilin, pandai menggoda dan selalu suka ilmu astrologi sekaligus murid dari Fasui
* PANGERAN JUN-YI
anak ke lima dari kaisar Yuan dan Meilin, suka ilmu pengobatan murid dari tabib Jung.
* FASUI
Pria yang di selamatkan oleh Meilin dan di bawa ke kerajaan Guang. sekarang menjadi menteri strategi.
* GOBLIN
pengawal bayangan milik Kaisar Yuan sekarang menjadi menteri peperangan dan pertahanan.
* ZERO
__ADS_1
adik dari Goblin, pengawal bayangan milik Meilin sekarang menjadi menteri dalam kerajaan kerajaan yang mengatur para menteri.
* TABIB JANG-KUI
pandai ilmu pengobatan sekarang menjadi menteri kesehatan.
* MENTERI ZUL-WHI
sekarang menjadi salah satu gubernur yang menguasai wilayah selatan kerajaan.
* RONG-DOI
pemimpin kawasan hutan terlarang, nanti menjadi kekasih Mei-hua.
** LIN-SUI
Putri pengembara yang berwajah cantik dan berpenampilan biasa.
14 tahun telah berlalu Kaisar Yuan dan melin sudah mempunyai 5 anak kerajaan Yuan semakin menjadi kerajaan yang ditakuti di beberapa kerajaan. suara pedang bersahutan Kaisar Yuan dan putranya sedang melatih kekuatan mereka, para anak-anak Meilin berpencar kepada guru mereka masing-masing.
"Di mana para pangeran dan Putri, Permaisuri?" tanya Lilan kepada Meilin.
"Mereka pergi ke tempat guru mereka masing-masing, Lilan. aku tidak kebagian apapun, Lihatlah yang mulia Kaisar saja ke bagian 1 sedangkan aku tidak dapat satu anak sekalipun." jawab Meilin sambil tersenyum.
"Jangan seperti itu Yang mulia, mereka semuanya kan anak-anak yang mulia Bahkan mereka semuanya dikaruniai oleh para dewa dengan kemampuan yang begitu luar biasa." ucap Lilan.
Dayang Jui dan dayang Sun hanya bisa tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh permaisurinya. "Yang mulia, apakah yang mulia tidak ingin menyulam?" tanya dayang Sun.
"Hari ini aku tidak ingin menyulam, Hari ini aku ingin duduk manis di sini sambil melihat Apa yang dilakukan oleh anak-anakku. Aku ingin melihat semua karunia para dewa untukku." jawab Meilin.
"Yang mulia tidak boleh mengatakan hal itu, para pangeran dan putri adalah anak-anak yang sangat luar biasa. sekarang mereka sudah berusia 16 tahun sudah waktunya pangeran dan Putri untuk mencari pendamping hidup mereka." ucap dayang Jui.
"Aku tidak akan memaksa anak-anakku, dayang. aku akan memberikan kebebasan bagi mereka untuk mencari jodohnya, Aku tidak akan menjodohkan mereka kepada Putri dari para bangsawan di tempat ini. mau melakukan apapun itu adalah garis takdir mereka aku tidak akan memaksa mereka atas semua takdir yang telah digariskan." ucap Meilin.
"Apakah yang mulia tidak ingin mencari menantu dari kalangan para bangsawan?" tanya dayang Sun.
"Buat apa aku harus mencarinya jabatan ataupun derajat, manusia tidak diukur dari hal itu semua jalan telah digariskan oleh para dewa. terserah mereka ingin mencari apa yang terbaik untuk mereka namun sebagai orang tua aku dan suamiku hanya bisa menuntun mereka agar mereka tidak sampai terjerumus." jawab Meilin yang membuat lilin tersenyum.
"Hamba sangat bersyukur karena mempunyai teman seperti Yang mulia, semua pemikiran yang mulia benar-benar pemikiran yang luar biasa mampu bertahan dan mampu membuat jalan hidup kita semakin luar biasa." ucap Lilan.
"Kita hidup hanya sekali, Lilan. Untuk apa kita harus mempersulit jalan itu, kita berjalan atas garis takdir para dewa, jika kita sudah ditakdirkan seperti itu mau merubah takdir seperti apa? jodohku dan sang Kaisar akan selalu terhubung, namun jika takdir menghendaki kami terpisah karena maut maka apa yang harus aku lakukan." jawab Meilin yang membuat Lilan dan dua dayanya itu langsung memeluk permaisuri mereka.
"Pasti yang mulia akan diberi panjang umur, Yang mulia permaisuri adalah wanita yang sangat bijaksana, berwibawa dan mempunyai hati yang paling mulia." ucap Dayang Jui dan dayang Sun.
"Semua orang mempunyai kekurangan, dan pasti kekurangan itu akan menutupi kelebihan seseorang." ucap Meilin.
__ADS_1
4 wanita itu seperti lingkaran bergambar, saling melengkapi dan saling membantu sama satu sama lain.
"Oh ya Yang mulia, tumben sekali istri dari Menteri Goblin tidak kemari?" tanya dayang Choi.
"Apa dayang tidak tahu, kalau istri dari Goblin sekarang itu harus mengurus beberapa permasalahan dewan desa yang ada di tempatnya." jawab Meilin.
"Benarkah, kalau begitu istri para menteri dari Yang mulia Kaisar adalah wanita yang sangat luar biasa sama seperti permaisuri." ucap dayang Jui.
"Tentu saja Kalian bertiga juga sama-sama luar biasa, selalu membantuku dalam setiap langkahku yang begitu berat." Meilin yang terlihat menatap dua wanita tua bersama Lilan.
Di tempat yang agak jauh, tatapan mata penuh kebencian dapat dilihat dari Wan-yi. sekarang wanita itu terpaksa menikah dengan salah satu menteri sayap kiri. dia harus melakukan hal itu agar rencananya berjalan dengan mulus, walaupun 14 tahun lamanya rencana itu tidak kunjung berhasil juga, permaisuri Huang Mama dan selir Choi selalu pergi ke kerajaan Guang untuk menemui anak-anak Meilin, mereka juga selalu mengacaukan rencana dari Wan-yi yang hendak menghancurkan kedudukan Meilin.
"Aku harus mencari rencana yang lebih sempurna untuk menghancurkan wanita ini, aku tidak akan Mau hancur dan aku tidak akan mau direndahkan olehnya." ucap Wan-yi.
Di sebuah tempat yang agak jauh.., terlihat Wan-yi terus memantau Meilin. wanita itu malah dipantau oleh Zero, sebuah batu kerikil langsung dilempar oleh Zero ke wajah Wan-yi. pria itu benar-benar sangat kesal saat melihat Wan-yi selalu berusaha untuk melukai Meilin.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kau diizinkan tinggal di sini namun kau ingin menghancurkan kehidupan permaisuri Meilin." ucap Zero yang sudah melempar beberapa batu ke arah wangi hingga membuat wajah wanita itu memar memar.
CTAKK...
CTAKK...
"Dasar brengsek, Siapa yang dari tadi melempar batu kerikil ini ke wajahku." wangi yang melihat di sekelilingnya namun tidak ada orang sama sekali. "Jangan-jangan penunggu kediaman Yang mulia sedang melihatku." guman Wan-yi yang kemudian langsung pergi dari area kediaman sang Kaisar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife