PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Pergi dari kerajaan Yogdo


__ADS_3

Pangeran Arlan terus mencoba untuk mencari keberadaan Meilin, terlihat pria itu mendatangi Meilin kembali. dia harus berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Gadis itu, terlihat Pangeran Arlan sudah berada di sebuah rumah sederhana yang ada di dekat kediaman Fasui.


"Meilin!" seru pangeran Arlan.


"Ada apa lagi, kenapa Pangeran berada di sini?" tanya Meilin saat melihat Pangeran Arlan berada di kediaman yang akan dia tinggali..


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu!" seru pangeran Arlan.


"Bukan sekali saja kau tidak memperbolehkan ku memasuki area kediamanmu karena sesuatu, Apakah kau tidak tahu bagaimana perasaanku. aku seperti seorang gelandangan yang tidak mempunyai rumah yang hanya mencari belas kasihan orang lain!" seru Meilin.


Tentu pangeran Arlan sangat sedih dengan semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Meilin.


Memang benar apa yang dikatakan Meilin, mungkin gadis itu merasa dirinya seperti seseorang yang tidak berguna. saat dibutuhkan dia akan diambil saat tidak dibutuhkan dia akan dibuang, sedangkan Fasui nampak pria itu sangat tersentak dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Meilin.


"Mengapa Meilin mengatakan hal itu, Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?" guman Fasui dalam hati saat melihat bola mata Meilin yang sudah menampakan kemarahan.


Seketika Meilin langsung pergi meninggalkan pangeran Arlan, gadis itu merasa sakit hati karena sudah dua kali ini dia diusir dari kediaman pangeran Arlan.


Meilin langsung menarik tangan Fasui untuk membawanya ke tempat yang dikatakan oleh pria itu. seketika sang pangeran langsung mencegah Meilin, pria itu menatap wajah Meilin yang terlihat sangat marah.


"Kita akan kembali ke kerajaan!" seru pangeran Arlan.


"Aku akan membayar semua hutang-hutang yang kau keluarkan untuk menjamin ku dari kaisar Yuan li!" seru Meilin dengan nada suara yang begitu keras.


DEG...


Sang pangeran sangat tersentak dengan kata-kata Meilin, dia tidak menganggap semua itu hutang. karena dia benar-benar mencintai wanita itu, namun terkadang rasa cemburu bisa mengalahkan sesuatu yang menimbulkan kebencian di hati orang lain.


"Aku mau pergi dan jangan mencegahku, Kalau kau melakukan hal itu.. aku pasti akan kabur darimu!" seru Meilin dengan nada mengancam.


"Pangeran, lebih baik Pangeran biarkan Nona Meilin tinggal di tempat itu. dengan begitu dia tidak akan keluar dari kerajaan ini, jika sampai Pangeran melakukan sesuatu yang membuatnya marah bisa-bisa dia kabur dari kerajaan ini." ucap pengawal alias Kaisar Yuan li. Tentu saja Pangeran Arlan membenarkan apa yang dikatakan oleh pengawalnya.


"Meilin." panggil pangeran Arlan.


BRUKK..


Kedua tangan pangeran Arlan yang mencegah Meilin langsung dia jatuh kan, tatapan matanya terasa sedih saat mendengar kata-kata Meilin. memang benar dia telah melakukan kesalahan dua kali, Namun bukan seperti ini yang dia inginkan.


Fasui membawa Meilin ke suatu tempat yang sederhana namun terkesan mewah.


"Apakah ini tempatnya?" tanya Meilin kepada Fasui.


"Apakah kau menyukainya?" tanya Fasui.

__ADS_1


Meilin langsung menganggukkan kepalanya,


"Aku sangat suka dengan tempat ini." jawab Meilin yang kemudian memasuki tempat itu.


"Kalau kau suka akan ku ambilkan kuncinya." ucap Fasui.


Ternyata rumah sederhana yang ada di samping kediaman Fasui adalah milik keluarganya, tentu saja Fasui akan memberikan bantuan seperti itu agar mendapatkan hati melin.


Pangeran Arlan tidak mampu berjalan untuk menemui Meilin, dia nampak terdiam seribu bahasa dengan semua sikap Meilin yang terlihat begitu kasar padanya.


"Pangeran, lebih baik Pangeran kembali ke kerajaan, saya akan menjaga Nona Meilin di sini. kalau ada sesuatu Saya akan memberitahu kepada Pangeran." ucap pengawal yang kemudian mau tidak mau Akhirnya Pangeran Arlan menyetujui apa yang dikatakan oleh pengawalnya. dia memilih kembali ke kerajaan, dia tidak ingin membuat Meilin bertambah kesal saat melihat kehadirannya.


"Kau harus ingat, kau jaga dia kemanapun dia pergi." pinta Pangeran.


"Tentu saja Pangeran, tapi saya boleh tinggal di sini juga kan? Kalau saya tidak boleh saya tidak akan bisa memantau Nona Meilin?" tanya pengawal yang membuat Pangeran Arlan menatap pria yang ada di depannya itu.


Kalau pangeran Arlan tidak memperbolehkannya maka dia tidak akan tahu apa yang dilakukan oleh Meilin, terlihat kaisar Yuan ingin tertawa, ternyata pria yang ada di depannya itu bisa dikatakan dia adalah pria bodoh yang sangat mudah dibohongi.


"Memangnya ini tempat Siapa?" tanya Meilin kepada Fasui.


"Ini adalah rumah pekerjaku." jawab Fasui.


"Kalau ini rumah pekerjamu, berarti aku tidak boleh menggunakannya kan?" tanya Meilin.


"Aku seperti seorang wanita yang tidak berguna, selalu mencari pertolongan kepada semua pria. Apakah aku harus melakukan hal itu?" tanya Meilin kepada Fasui.


"Hahahaha...," seketika Fasui tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Meilin.


"Kau ini bekerja pada kami, jadi kau bisa menggunakan tempat ini. kalau kau tidak bekerja pada kami mungkin kau akan ku Carikan tempat yang sangat mewah dan akan kujadikan kau selingkuhan ku." canda Fasui yang membuat Meilin melengos.


"Kau ini seorang pria yang sangat menjengkelkan!" seru Meilin.


Tentu saja Fasui sangat senang karena Meilin menerima bantuannya, seorang gadis cantik sederhana yang tiba-tiba dibawa oleh pangeran Arlan yang membuat dirinya jatuh hati kepada gadis itu.


"Apakah kau jadi yang mengambil semua pakaianmu di kerajaan?" tanya Fasui kepada Meilin.


"Tentu saja aku akan mengambil semua pakaianku, itu karena aku tidak mau terus berada di bawah perintah orang lain." jawab Meilin. tatapan mata Meilin seperti tatapan seorang wanita yang tersakiti.


"Apa yang sedang kau rasakan Meilin, Entah mengapa aku merasa tatapan matamu itu seperti seorang gadis yang selalu disakiti. Apakah mereka telah menyakitimu?" tanya Fasui dalam hati saat melihat tatapan sendu dari Meilin.


"Apakah kau mau makan?" tanya Fasui kepada Meilin.


"Aku belum makan, karena tadi dari latihan karate dan beladiri." jawab Meilin.

__ADS_1


Nampak Fasui tersenyum kepada pria itu, karena dia tidak menyangka gadis yang terlihat lemah seperti Meilin bisa mengalahkan 3 pria yang ingin berbuat jahat padanya.


"Kau seperti seorang prajurit wanita yang sangat menakjubkan, Oh ya, aku mau tahu sesuatu." ucap Fasui.


"Memangnya ada apa?" tanya Meilin.


"Apakah salah satu rival dari pangeran Arlan pernah kau kerjai?" tanya Fasui.


"Rival yang mana?" tanya Meilin.


"Si mata keranjang itu?" tanya Fasui.


"Pria tua yang sukanya menyentuh para wanita." jawab Meilin.


Seketika Fasui menganggukkan kepalanya.


"Iya aku pernah menghajarnya dengan memukulnya sama salah satu kursi." jawab Meilin yang kemudian membuat Fasui tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha... Ternyata kau benar-benar istimewa!" seru Fasui.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2