
Vote like dan komen guys...
...
"Yang Mulia beberapa prajurit Kerajaan Luci menyerang prajurit kerajaan kita yang berjaga di Desa Phu."
"Tambah prajurit untuk berjaga."
"Baik Yang Mulia.Dan Yang Mulia harus segera ke Kerajaan Entrana dan Penilux untuk membicarakan perihal kerja sama antar kerajaan."
"Baiklah aku akan berangkat malam ini.Jaga permaisuri dan kerajaan."
"Tapi Yang Mulia melakukan perjalanan dimalam hari sangatlah berbahaya."
"Kamu tenang saja.Persiapkan prajurit dan perlengkapannya."
"Baik Yang Mulia."
...
"Lie'r."Yuan memeluk Mei Sha dari belakang.Mei Sha tampak lebih fokus menyelesaikan sulamannya.Ya Mei Sha berlatih menyulam untuk mengatasi kebosanannya.
"Hmm..."
"Aku harus pergi selama dua minggu."ucapan itu sontak membuat Mei Sha berhenti menyulam.Hatinya bersorak penuh kegirangan.Baguslah selama dua minggu ini Mei Sha tidak perlu menjawab pertanyaan Yuan jadi ketika ia kembali ia sudah menemukan alasannya.
"Ya pergilah."Mei Sha kembali menyulam.
"Tidak ada kata selain itu?"
"Tidak."
"Kamu tidak akan menjelaskan siapa pria itu?"gerakan Mei Sha terhenti karena ucapan Yuan.
Mei Sha berdehem pelan setelah menemukan kata yang tepat.
"Yuan aku akan memberitahu dia saat kamu pulang nanti."
"Kamu tidak sedang cari alasan kan?"
"Tentu saja tidak."
"Baiklah aku percaya padamu."
"Aku harus pergi sekarang."
"Aku akan mengantarkanmu."
...
Mei Sha memandang kereta Yuan yang mulai menjauh.Mei Sha membalikkan badannya dan kembali ke kamarnya.Mei Sha meneruskan sulamannya.
...
Dua minggu Mei Sha lalui dengan berada di istana.Ia harus mempelajari pekerjaan permaisuri.
Dan selama itu pula Mei Sha sering berkunjung ke kediaman Yang Mulia Ratu.Berbincang dengannya sangat menyenangkan.Dia mengingatkan Mei Sha dengan Ibunya.Membuat Mei Sha merindukan Ibunya.
Yuan telah kembali.Namun seoertinya ia sangat sibuk dengan urusan kerajaannya.
Hal itu membuat Mei Sha tidak ingin mengganggu Yuan dan memilih tetap di istana.Apalagi Mei Sha mendengar gosip dari para pelayan akan terjadi perang besar.Entah perang dengan kerajaan mana namun Mei Sha berharap semuanya baik baik saja.
...
Yuan memasuki ruangannya.
"Ada berita apa?"
"Yang Mulia Kerjaan Luci melatih para pasukannya dan mengumpulkan banyak orang yang dilatih menjadi seorang prajurit.Sepertinya mereka akan menyerang kerajaan kita dalam waktu dekat."lapor Wan Xi.
Ya hubungan Kerajaan Phoenix dan Kerajaan Luci memang bisa dibilang tidak baik karena perebutan daerah kekuasaan.
Daerah yang menjadi perebutan itu adalah Desa Phu.Tanah disana bisa dibilang sangat cocok untuk menanam berbagai tumbuhan sayuran dan buah buahan serta sangat cocok untuk menanam pohon obat.
Kerajaan Luci mengetahui desa itu karena tidak sengaja datang ke desa itu ketika berburu.
Desa itu masih terbilang milik Kerajaan Phoenix namun Kerajaan Luci menginginkannya.Kerajaan Luci berani membayar dengan harga tinggi untuk membeli tanah di desa Phu namun Kerajaan Phoenix menolaknya.Hal itu membuat Kerajaan Luci marah dan memilih untuk memusuhi Kerajaan Phoenix.Dan mungkin perang besar akan terjadi dalam waktu dekat.
"Tambah prajurit untuk melindungi warga desa Phu dan juga latih para prajurit kita.Kumpulkan lebih banyak orang untuk dilatih menjadi prajurit."perintah Yuan.
"Aku akan pergi sebentar."
"Baik Yang Mulia."
...
__ADS_1
"Sie'r aku merindukanmu."ucap Yuan sambil memeluk Sie.
"Sie'r juga merindukanmu Yuan Yuan.Kenapa baru datang sekarang.Kamu tahu betapa kesalnya aku melihat kamu duduk berdampingan bersama Mei sialan itu saat pesta yang kamu adakan dua minggu kemarin."
"Maaf Sie'r aku memiliki banyak urusan penting dua minggu ini.Bersabarlah sebentar lagi aku pasti akan menjadikan kamu permaisuriku satu satunya."
"Ya.Aku akan menunggu saat itu tiba.Bagaimana penampilanku di pesta kemarin?"tanya Sie dengan nada manja andalannya.
"Kamu sangat cantik lebih cantik dari pada Mei Sha."
"Benarkah?"Sie memandang Yuan dengan pandangan berbinar.
"Tentu saja.Wanitaku lebih cantik dari siapa pun."
"Tapi sepertinya ayahanda dan ibunda mu tidak menyukaiku."Sie menunduk berpura pura sedih.
"Kamu tenang saja.Saat aku sudah menyingkirkan Mei Sha aku pasti akan membuat kedua orang tuaku menyukai dirimu."
"Yuan kamu yang terbaik."
"Sie'r aku tak dapat menahannya lagi."
Mengerti akan maksud Yuan wajah Sie seketika memerah.
"Yuan kamu sangat ganas.Untung aku sudah selesai..."
Belum sempat Sie menyelesaikan kalimatnya Yuan sudah menyerangnya dengan ganas.
Malam itu dikediaman Putri Sie hanya ada suara desahan seorang pria dan wanita.
...
Mei Sha berjalan jalan disekitar tempat yang dipenuhi dengan pohon sakura.
Mereka menamai tempat ini Flower Place.
Sekarang musim semi.Bunga sakura bermekaran dengan warna pink cantiknya.Terkadang banyak kelopak sakura yang gugur.
"Xiang Fei tempat ini sungguh sangat cantik."
"Tentu saja Yang Mulia karena ini adalah musim semi."
Mei Sha menengadahkan tangannya membuat bunga sakura jatuh ke telapak tangannya.
"Xiang Fei apakah Yuan memiliki kekasih dimasa lalu."
"Siapa dia?"
"Putri Sie dari Kerajaan Dexa."
"Apakah mereka memutuskan hubungan?"
"Hamba belum mengetahui hal itu karena tidak ada rumor menyebutkan bahwa mereka memutuskan hubungan."
Mei Sha entah kenapa mendengar hal ini membuatnya merasakan rasa sakit dalam hatinya.Apakah ini berarti ia sudah jatuh cinta pada Yuan.
Apakah benar mereka belum putus?Akankah Yuan yang benar benar mencintainya dan tidak terikat dengan masa lalunya?
"Fei'r ceritakan masa lalu ku dari kelahiranku sampai sekarang."
"Yang Mulia anda lahir pada musim semi karena pendarahan sangat hebat setelah persalinan Ibunda anda meninggal.Setelah itu Jenderal Xi membesarkan anda hingga berusia 10 tahun saat itu tepat diusia anda yang ke sepuluh tahun Jenderal Xi menikah dengan ibu tiri anda yang janda beranak satu berusia 12 tahun.Mereka sering menyiksa anda tanpa sepengatahuan Jenderal Xi dan memukul anda atas nama kedisiplinan.Didepan anda mereka bersikap ramah dan lembut serta terlihat menyayangi anda namun jika anda melakukan kesalahan sekecil apapun Ibu Tiri anda akan memukul anda padahal itu hanya sebuah alasan karena sebenarnya Ibunda anda sangat suka memukul anda namun ia tidak dapat memukul sembarangan.Anda tidak mengadu ke Jenderal Xi karena anda melihat Jenderal Xi bahagia bersama Ibu Tiri anda.
Suatu hari anda pernah menyelamatkan seorang lelaki yang terluka karena digigit seekor ular.Lelaki itu memberikan sebuah giok pada anda yang sekarang anda simpan diantara perhiasan anda.
Pernah seorang lelaki menyatakan menyukai anda namun anda menolaknya.Rumor menyebutkan bahwa lelaki itu bunuh diri karena cinta nya di tolak dengan cara yang sadis.Lalu tidak lama setelah itu pengangkatan Kaisar Yuan lalu utusan istana datang membawa dekrit kaisar.Kaisar memerintahkan anda harus menikah dengan kaisar"
"Fei'r siapa lelaki yang memberikan giok itu?dan siapa lelaki yang bunuh diri itu?"
"Hamba tidak tahu Yang Mulia tapi jika lelaki yang bunuh diri itu adalah kakak tiri Putri Sie."
"Fei'r mari selidiki kembali kasus ini."
...
Mei Sha memandang giok itu dengan tatapan penuh kekaguman.Ia baru saja membuka kotak perhiasannya yang jarang dibuka.
"Sangat cantik sekali.Apakah kamu tahu siapa yang mungkin memiliki giok ini?"
"Hamba tidak tahu Yang Mulia karena hamba belum pernah melihat giok secantik ini."
"Baiklah lebih baik kita simpan di kotak.Jangan sampai ada yang mengetahuinya."Mei Sha mengembalikan giok itu ke kotaknya dan menyimpannya diantara kotak perhiasannya.
"Sekarang kita harus mulai mencari bukti tentang kematian lelaki itu dan mencari bukti untuk menghukum Ibunda tiriku tersayang."Mei Sha tersenyum licik.
...
__ADS_1
Mei Sha mengunjungi kediaman Ibundanya.
"Mei'r kenapa tidak bilang jika ingin ke sini.Ibu belum menyiapkan kue untukmu.Fayi bawakan makanan dan minuman untuk putriku"
"Tidak apa Ibunda.Mei'r ke sini hanya ingin berbincang dengan Ibunda.Dimana kakak?"
"Kakakmu sedang berkencan dengan putra Jenderal Yin.Duduklah sayang"
Mei Sha duduk dengan anggun. Xiang Fei hanya berdiri disamping Mei Sha.
"Ibunda bisakah aku merepotkan Ibunda?"
"Tentu saja.Kamu ingin meminta bantuan apa?"
Fayi meletakkan beberapa minuman serta makanan didepannya.Setelah selesai ia berdiri disamping Weni.
"Ibunda bolehkah Mei'r meminta kue buatan yang dibuat khusus oleh Ibunda?Entah mengapa tiba tiba Mei'r merasa sangat menginginkan kue buatan Ibunda untuk dimakan nanti di istana sepertinya Mei Sha hamil"
"Benarkah?Ibunda sangat senang jika kamu hamil.Tentu saja sayang.Sebentar akan Ibunda buatkan.Ibunda akan memanggil pelayan untuk menemanimu"
"Tidak perlu Ibunda.Aku tidak terbiasa selain bersama pelayanku."
"Baiklah.Kalau begitu Ibunda tinggal sebentar.Fayi ayo ikut aku."
Mei Sha tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
Weni meninggalkan Mei Sha sendirian dikamar.
Mei Sha segera mencari ke arah laci ia membuka surat itu satu persatu.Sementara Xiang Fei menutup kembali surat itu dan mengembalikannya ke tempatnya semula.
Ia terus mencari hingga sebuah laci menarik perhatiannya.Ia membuka laci itu dan membuka surat yang berada disana.
Mei Sha terkejut setelah membaca surat itu.
"Xiang Fei taruh surat palsu itu sekarang."
Xiang Fei mengambil surat palsu yang sudah Mei Sha ambil dari koleksi surat kiriman Ibu Tirinya yang selalu dikirimkannya ke istana dan menaruhnya di laci itu.
Tidak ada perbedaan dalam surat itu karena semua bentuk dan bahan sama.Hanya isi surat yang berbeda.
Mei Sha menyimpan surat itu dan kembali duduk seperti semula dengan Xiang Fei berdiri disampingnya.
...
Sementara itu didapur Weni tengah membuat kue dibantu Fayi.
"Fayi ambil racun itu."
"Baik Yang Mulia."Fayi mengambil sebuah racun yang disembunyikannya.
Fayi memberikan racun itu kepada Weni.
Weni tersenyum puas penuh kemenangan.
Ia menatap botol racun yang berada ditangannya dengan senyum puas.
"Mei Sha kali ini aku tidak akan membiarkamu selamat dari racun milikku.Kamu dan anakmu akan segera mati jadi biarkan aku membuatkanmu kue yang sangat lezat untuk menjadi makanan terakhir yang kamu makan." Weni tertawa jahat dan membuka tutup botol itu menuangkan setengah racun itu ke adonan kue.
....
Tidak berapa lama Ibu Tirinya kembali dengan kue yang telah dibungkus ditangannya.
"Mei'r bawa kue ini.Ibunda membuat kan kue spesial untukmu."
"Terima kasih Ibunda.Maaf merepotkan Ibunda."
"Tidak apa sayang."
"Ibunda Mei harus segera pulang Mei takut Yuan akan mencari ku."
"Tentu."
Mei pergi dengan membawa kue buatan Ibu Tiri nya.
Weni melihat kepergian Mei Sha dengan senyum menyeringai miliknya.
...
Begitu ia tiba ditengah jalan Mei Sha yang sepi Mei Sha segera menyuruh Xiang Fei untuk mengambil ayam yang telah disembunyikan sebelum ke kediaman Ibu Tirinya.
Ia memasukkan sepotong kue ke kandang ayamnya.
Ayam ity mulai memakan kue itu.Tidak ada reaksi apapun atau tanda tanda ayam itu keracunan.Namun setelah memakan makanan itu ayam itu langsung mati tidak berselang lama bahkan ayam itu mati tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.Mei Sha menjadi yakin jika sang pemilik tubuh ini dibunuh Ibu Tiri nya menggunakan racun ini.Racun yang tidak berbau dan tidak bereaksi sehingga tidak akan ada orang yang curiga.
"Nona Nyonya Weni sungguh sangat berbahaya."ucap Xiang Fei dia masih terkejut dengan pemandangan didepannya.
__ADS_1
"Ya dia memang sangat berbahaya.Tapi kita telah memiliki bukti yang cukup.Kita hanya perlu waktu sedikit lagi untuk mengungkap semua kebenaran."
...